Triyani’s Weblog

Tax Blogging and Sharing

Bagaimana Menghitung PPh Terutang dan Mengisi SPT Tahunan (2)

Lanjutan dari posting ini :

A. Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak menjalankan kegiatan usaha/ pekerjaan bebas.

A.1. WPOP Karyawan yang hanya memperoleh penghasilan dari satu pemberi kerja dengan penghasilan bruto tidak lebih dari Rp 30 Juta setahun.

A.2. WPOP karyawan yang penghasilan brutonya lebih dari Rp 30 juta setahun

Bagi WP OP yang tidak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas (WPOP karyawan) yang penghasilan brutonya lebih dari Rp 30 Juta setahun baik dari satu pemberi kerja atau lebih, baik memperoleh penghasilan lain-nya atau tidak, dalam mengisi SPT Tahunan menggunakan formulir 1770-S.

Singkatnya, formulir 1770-S ini merupakan SPT Tahunan yang digunakan oleh Wajib Pajak orang Pribadi yang mempunyai Penghasilan dari :

  • dari pekerjaan, baik dari satu pemberi kerja atau lebih
  • penghasilan dalam negeri lainnya (bunga, dividen, royalti, sewa, hadiah, keuntungan dari pengalihan harta dan penghasilan lainnya)
  • yang dikenakan PPh final atau bersifat final.

Berbeda dengan formulir 1770-SS yang sangat sederhana dan hanya terdiri dari 1 halaman, untuk tahun 2007 formulir 1770-S ini terdiri dari :

1. Formulir 1770 S : Lembar Induk SPT 1770 S, secara singkat terdiri dari :

  • Bagian Identitas Wajib Pajak;
  • Rekapitulasi penghasilan netto ;
  • Perhitungan penghasilan kena pajak; PPh terutang, Kredit pajak dan PPh kurang/lebih bayar;
  • Daftar lampiran;
  • Serta bagian pernyataan dan tanda tangan Wajib Pajak.

2. Formulir 1770 S-I : Lembar Lampiran-I SPT 1770-S yang terdiri dari :

a. Bagian A : untuk melaporkan penghasilan netto dalam negeri lainnya yang bukan merupakan obyek PPh final yaitu :

  • Bunga,
  • Dividen,
  • Royalti,
  • Sewa,
  • hadiah/penghargaan lainnya,
  • keuntungan dari pengalihan harta/capital gain,
  • penghasilan dalam negeri lainnya (yang bukan merupakan obyek pph final).

b. Bagian B : untuk melaporkan penghasilan yang bukan merupakan obyek pajak yang terdiri dari :

  • Bantuan/Sumbangan/Hibah,
  • Warisan,
  • Bagian Laba Anggota perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham; anggota Persekutuan, Perkumpulan, Firma, Kongsi
  • Klaim Asuransi Kesehatan, Kecelakaan, jiwa, Dwiguna , beasiswa
  • Penghasilan lain yang tidak termasuk obyek pajak.

c. Bagian C : untuk melaporkan daftar Pemotongan dan pemungutan PPh oleh pihak lain dan PPh ditanggung Pemerintah.

Bagian ini untuk melaporkan PPh 21 yang telah dipotong pemberi kerja, PPh 22 yang dipungut oleh pemungut, PPh 23 yang dipotong oleh pemberi penghasilan; kredit pajak luar negeri (PPh pasal 24) serta PPh yang ditanggung pemerintah.

3. Formulir 1770 S-II : Lembar Lampiran-II SPT 1770-S yang terdiri dari :

a. Bagian A : untuk melaporkan daftar penghasilan yang dikenakan PPh final dan/atau yang bersifat final, yaitu penghasilan dari :

  • Bunga Deposito, Tabungan dan Diskonto SBI ;
  • Bunga/Diskonto Obligasi yang perdagangannya dilaporkan di Bursa Efek
  • Penjualan saham di bursa efek
  • hadiah undian
  • pesangon, tunjangan hari tua dan tebusan pensiun yang dibayarkan sekaligus
  • honorarium atas beban APBN/APBD
  • Pengalihan hak atas tanah dan atau bangunan
  • Sewa atas tanah dan atau bangunan
  • Bangunan yang diterima dalam rangka bangun guna serah (BOT)
  • Penghasilan istri dari satu pemberi kerja
  • penghasilan anak (yg belum dewasa) dari pekerjaan
  • penghasilan lain yang dikenakan PPh final dan/atau bersifat final.

b. Bagian B : Daftar Harta pada Akhir tahun

bagian ini digunakan untuk melaporkan harta pada akhir tahun pajak yang dimiliki oleh wajib pajak (termasuk yang dimiliki istri, anak/anak angkat yang belum dewasa), kecuali :

  • harta yang dimiliki oleh istri yang telah hidup berpisah
  • harta yang dimiliki istri yang memiliki perjanjian pemisahan harta dan penghasilan.

yang harus dilaporkan dalam SPT Tahunan atas nama Istri tsb.

c. Bagian C : Daftar Kewajiban/Utang pada akhir tahun

Bagian ini digunakan untuk melaporkan setiap kewajiban / utang pada akhir tahun pajak yang dimiliki Wajib Pajak (termasuk yang dimiliki isteri, anak/anak angkat yang belum dewasa), kecuali kewajiban / utang yang dimiliki :

  • isteri yang telah hidup berpisah;
  • isteri yang melakukan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan,

yang harus dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh isteri.

Contoh :

to be continue yah….. :)

About these ads

Desember 28, 2007 - Posted by | Artikel Pajak, Artikel Pajak-ku, Pajak, PPh Orang Pribadi, PPh Pasal 21/26 | , , , , ,

36 Komentar »

  1. [...] Bagaimana Menghitung PPh Terutang dan Mengisi SPT Tahunan (2) Lanjutan dari posting ini [...]

    Ping balik oleh Bagaimana Menghitung PPh Terutang dan Mengisi SPT Tahunan (2) « Triyani’s Weblog | Desember 31, 2007 | Balas

  2. Mbak Triyani,
    Mohon tanya dikit ya. Sekarang saya kerja di luar negeri dan membayar pajak di negara tersebut.
    Saya memiliki NPWP. Apakah SPT saya harus laporkan nihil atau bagaimana?
    regards
    raharyono

    Komentar oleh raharyono | Januari 24, 2008 | Balas

  3. thanks for your info about tax. I hope you always can improve your info forever. OK thanks !!!

    Komentar oleh JAMIN | Februari 19, 2008 | Balas

  4. #2. Pak Haryono, karena Anda bekerja di luar negeri, ketentuan perpajakannya menyangkut ttg dua negara. Jika Anda bekerja di salah satu treaty partner Indonesia, ketentuan perpajakannya mengikuti tax treaty.

    Jika menurut tax treaty atas penghasilan yang Anda peroleh di negara tsb (misalnya) hanya akan dikenakan pajak di negara sumber, maka semestinya Indonesia sudah sepakat dg hal tsb. Berarti sepakat untuk melepaskan hak pemajakan atas penghasilan yang Anda peroleh dari negara lain tsb. Jika kondisinya seperti ini, menurut saya Anda cukup lapor Nihil.

    Namun karena tiap treaty berbeda2 kondisinya.. saya tdk tahu apakah Indonesia masih memiliki hak pemajakan atas penghasilan Anda atau tidak.

    #3. Ur Welcome pak.

    Komentar oleh triyani | Februari 22, 2008 | Balas

  5. hallo Mbak Triyani,
    mo nanya nich, ttg pph orang pribadi misalnya kita menjual harta berupa tanah maka harus dimasukan ke mana dlm SPT Tahunan tsb?
    Gmn cara menghitung keuntungan dari pengalihan harta berupa tanah apakah perlu dinilai kembali tanah tsb,termasuk pph final atau bukan? dan pph atas pengalihan harta yg sdh kita bayar,gmn juga pengisian nya di SPT letaknya dimana ya? bisa diberikan contohnya? dan bgm peraturan yg terkait dgn itu.thanks.

    Komentar oleh marcella | Februari 29, 2008 | Balas

  6. #5. dimasukkan dalam form penghasilan yang telah dikenakan PPh final. tidak perlu menghitung capital gain-nya, karena pengenaannya berdasarkan NJOP atau nilai transaksi.
    silahkan lihat form 1770S II bagian A.

    Komentar oleh triyani | Maret 4, 2008 | Balas

  7. Assalamu’alaikum

    Mbak Triyani,

    saya mau tanya tentang cara pengisian spt tahunan pph21 pribadi, atas orang pribadi (lokal maupun expatriat) yg pph21-nya ditanggung oleh pemberi kerja.

    terus terang saya agak bingung untuk mengisi formulir 1770-II (apakah perlu diisi ato tidak karena gak ada bukti potong pph21, sebab memang penghasilannya gak dipotong pph21 alias ditanggun pemberi kerja).

    trus bagaiman cara mengisi formulir 1770 induknya.

    trims sebelumnya.

    Wassalamu’alaikum

    Komentar oleh andi | Maret 10, 2008 | Balas

  8. gimana yaaaa cara ngisi pajak pribadi sedangkan usaha yang saya kemarin (CV) sudah gak berjalan lagi… binun…

    Komentar oleh Iyus | Maret 17, 2008 | Balas

  9. #7. Meskipun PPh ditanggung pemberi kerja, dalam form 1770-II tetap harus diisi sesuai bukti 1721-A1.
    dalam form Induk 1770, jml PPh yg dipotong (ditanggung pemberi kerja) tsb jg disiikan.

    #8. jika sudah tidak ada aktivitas, maka SPT 1771 CV diisi nihil. Namun SPT Pribadi pemilik CV disii sesuai dg data penghasilan yg diperoleh. meskipun sudah tdk ada CV-nya masih berpenghasilan khan?

    Komentar oleh triyani | Maret 21, 2008 | Balas

  10. Mohon bantuannya Mbak

    Bsk terakhir bayar spt tahunan tapi sampai saat ini saya bingung harus membayar berapa,suami kerja di PT. A dan istri mempunyai usaha namanya PT. B dan menjabat sebagai direktur, kami tidak ada perjanjian pisah harta dan mempunyai 2anak yang msh balita. Bagaimana cara pengisian di form 1770S

    Komentar oleh Debbie | Maret 24, 2008 | Balas

  11. Mbak… saya baru punya NPWP nie… masih bingung bagaimana ngisinya. Boleh nanya ya…
    1. Beasiswa dimasukkan ke point mana? Bukti potong pajaknya bagaimana??
    2. Yang dimaksud bunga deposito, tabungan dan diskonto SBI itu bagaimana cara ngitungnya? Saya punya tabungan di BNI, apa juga harus dihitung bunganya dan bagaimana caranya? Dan apakah tabungan semacam itu harus dilaporkan dalam daftar harta akhir tahun?
    Mohon jawaban secepatnya ya Mbak, kalau bisa tolong dikirim lewat email juga. Maturnuwun.

    Komentar oleh indah | Maret 25, 2008 | Balas

  12. Bu Triyani saya karyawan yg pphnya dipotong oleh pemberi kerja, demikian juga dengan istri saya. yang saya tanyakan apakah penghasilan istri digabung ke pendapatan saya (kemungkinan jadi ada kurang bayar) atau pengasilan istri yg pphnya juga tlh dipotong pemberi kerja dimasukan saja ke form 1770S II (penghasilan istri dari satu pemberi kerja)

    Terima Kasih

    Komentar oleh gunadi | Maret 28, 2008 | Balas

  13. Selamat sore Ibu Triyani

    Saya baru belajar tentang perpajakan. Jika ibu berkenan untuk membantu, saat ini saya memerlukan contoh bukti pajak untuk PPH 21. Tentang bagaimana prosedurnya, dan contoh2 surat2nya.
    Dimana saya dapat melihat dokumen2 tersebut, Bu?

    Terima kasih

    Komentar oleh Nur | April 1, 2008 | Balas

  14. Assalamu’alaikum,

    Yth Ibu Triyani,

    Saya ingin bertanya, saya berkerja sebagai staff pajak di perusahaan kecil .Dimana pemegang saham terbesar (75%) yaitu Mr X juga berkerja aktif sebagai Dirut dan digaji rutin per bulan serta mengambil prive rutin juga per bulannya. Saya disuruh membuatkan SPT pribadi tahunan memakai Form 1770S dengan asumsi penghasilan beliau sebagai dirut saja . Apakah itu dibenarkan dalam peraturan pajak yg berlaku Ibu?

    Wassalamu’alaikum,

    Komentar oleh Siti Maemunah | Mei 12, 2008 | Balas

  15. siapa saja …..tolong dong macam mana mengisi form pajak standar ?

    Komentar oleh sigit | Mei 29, 2008 | Balas

  16. makasi banget buat ilmu nya,, tapi ntar kabari juga dung peraturan2 terbaru seputar pajak, bahkan kalau perlu pajak dunia

    Komentar oleh Afrizal | Agustus 27, 2008 | Balas

  17. Mbak, gimana dengan tunjangan pensiun atau tunjangan pesangon dari perusahaan, apakah bisa dibiayakan?
    Sepengetahuan saya tidak bisa, tapi katanya ada SE dirjen pajak tahun 2005 yang membolehkan pesangon dibiayakan.
    Tolong penjelasannya.
    terimakasih

    Komentar oleh tengari | September 10, 2008 | Balas

  18. mbk…saya mau tanya kalo saya kan baru dirin usaha kontruksi n saya juga baru gabung jadi NPWP terus saya punya penghasilan melebihi PTKP nah yang saya mau tnya waktu bulan maret 2009 pakah saya itu udah di hitung kena pajak ato cuma laporan nihil tu aja ? tolong jawab yaaa

    >> Karena Anda memperoleh penghasilan di atas PTKP maka ada PPh yang terutang.

    Komentar oleh wisnu | November 19, 2008 | Balas

  19. assalamualaikum wr.wb
    mba saya mt tanya, langkah2 menyusun SPT Masa dan Tahunan apa aja ya mba?
    makasi mba

    >> Langkahnya apa saja yaa.. belajar pajak dulu deh.. :)

    Komentar oleh sari | Januari 15, 2009 | Balas

    • waduuh.. ko ditanya langkahnya apa saja, jawabnya gitu siih.. mbok dikasih summarynya..

      Komentar oleh Thinker | Maret 22, 2010 | Balas

  20. Mba Tri, mau tanya donk; untuk pengisian SPT tahunan wp pribadi. Di lampiran II (1770 S-11). Di bagian A ; No. 1 (Bunga Deposito, Tabungan dan diskoto SBI)

    Misalnya: Si B punya deposito di bca Rp. 10 juta. Bunganya Rp. 500.000. Jadi PPh terhutang nya ? di kali 20 % yah Mba ? jadi Rp. 100.000. ato bagaimana ? Makacih yah Mba..

    >> Iya. PPh terutang atas bunga deposito 20%.

    Komentar oleh Lia | Januari 28, 2009 | Balas

  21. Siang Mba Triyani,

    Mba saya mau nanya untuk PPN Sewa Gedung dan Service Charges boleh di kreditkan gak mba?
    kemudian untuk helper back charge,office cleaning back charge dan electricity charges apakah PPN-nya boleh dikreditkan?

    Terima kasih

    >> Sepanjang sewa gedung utk kegt usaha maka Pajak masukan atas SC dan sejenisnya dapat dikreditkan.

    Komentar oleh Lia | Januari 28, 2009 | Balas

  22. Mbak ! saya mau tanya sbb:

    – Dimana saya bisa dapat download SPT 1770 SS yang langsung dapat saya isi dan sekaligus dengan buku petunjuknya ?

    – apa saja yang dilampiri dalam SPT 1770 SS ?

    Terima kasih.

    >> download form 1770-SS di website http://www.pajak.go.id ada
    yang harus dilampirkan hanya form 1721 A1 atau 1721 A2

    Komentar oleh Mansel B. | Februari 26, 2009 | Balas

  23. Mbak Triyani,

    tolong bantuannya dong mbak…
    saya mengalami kesulitan untuk mengisi form pajak 1770 S.

    Saya bekerja di singapura dan membayar pajak di singapura…
    antara Indo dan Singapore ada tax treaty dan saya sudah dapat surat dari kantor pajak singapore kalau saya wajib pajak singapura… dan setau saya saya tak perlu bayar pajak lagi ke kantor pajak indonesia…

    kesulitan saya dalam mengisi form 1770S :
    1. Penghasilan netto luar negeri –>
    2. PPH yang di pungut dan/ atau terhutang di luar negeri
    apakah saya harus isi sesuai gaji yang saya dapat di singapura atau hanya menulis nihil untuk kedua pertanyaan diatas?
    3. Jumlah kredit pajak ? perlu diisi ?
    4. lampiran : daftar pemotongan pph oleh pihak lain ? perlu diisi
    5. penhasilan yang dikenakan pph final ?
    apa saya perlu isi untuk gaji yang saya peroleh dari singapura ?

    Tolong ya mbak… aku clueless nih

    thanks
    Nadia

    Komentar oleh Nadia | Maret 10, 2009 | Balas

  24. mba, aku mau tanya untuk spt tahunan wp pribadi pemilik cv yang sudah mempunyai npwp wajib dibuat gak dan perhitungannya bagaimana mba ? thanks sebelumnya

    Komentar oleh siti zulaicha | Maret 12, 2009 | Balas

  25. mo nanya, gimana cara menghitung capital gain. misalkan nilai aktiva 100 nilai utang 80, terus perusahaan tsb dijual dengan harga 50, bagaimana cara mengitungnya. terus apakah perlu adanya penilaaian dari appraisal utk menilai aaktiva dan utang?

    Komentar oleh Iwang | Oktober 16, 2009 | Balas

  26. Mbak, saya mau tanya, manager FA saya mengundurkan diri, biasanya beliau yang menandatangani formulir PPh 21/SSP Masa,karena diberi kuasa oleh Dirut. Tapi skrg saya yang disuruh menandatangainya. Pertanyaannya : Pada level/jabatan apa yang berhak menandatangani formuir PPh 21/SSP atau yang berhubungan dengan pajak ? Sblm tgl 10 saya harus sudah setor, sedangkan skrg sdh tgl 7, apa yang harus saya lakukan ?. Trm kasih. Diah-Jakarta.

    Komentar oleh diah | Februari 7, 2010 | Balas

  27. Halo mbak Triyani,

    Dulu saya seorang pegawai toko. Belum ada anggota keluarga saya yang punya npwp (dlm 1 kartu rumah tangga), bulan november 2009 lalu krn ada keperluan periksa ke dokter di Penang, Malaysia, saya membuat NPWP di KPP terdekat. (alasannya supaya tidak dikenakan fiskal).

    Sekarang saya sudah tidak bekerja di toko itu lagi, dan dengar2 dr teman, toko itu sudah tutup 2 minggu lalu, bosnya sudah hilang ntah kemana karena berhutang pada orang. Dan setahu saya toko itu juga tdk pernah membuat formulir 1721 itu.

    Saya akan segera menikah dlm bulan ini dan saya akan menjadi ibu rumah tangga di rumah (tidak memiliki pekerjaan bebas dan tidak bekerja dgn orang lain).

    Bagaimana mau malaporkan SPT saya yang masuk kategori 1770-SS itu? sementara utk mengisi NIHIL 1770-SS itu saja diperlukan pengisian 1721 A1 atau 1721 A2, yg tidak mungkin saya dapatkan.

    Saya bingung bagaimana harus melapor. Ada informasi kalo kondisi saya tidak perlu melapor SPT tahunan, dibiarin saja, lagian tidak punya penghasilan lagi dan tidak punya harta seperti rumah, mobil atau motor atas nama saya. Cuma saya kuatir nanti ada masalah di kemudian hari.

    Atau apakah saya perlu menutup NPWP saya setelah menikah nanti? tapi prosesnya kan susah dan lama.

    Tolong beri saya penjelasan dong Mbak.

    Komentar oleh rohanniah | Februari 9, 2010 | Balas

  28. Halo, Mbak Triyani.

    Saya bekerja di perusahaan swasta dengan penghasilan di bawah Rp. 60 juta/tahun. Di samping itu, saya juga mempunyai deposito, tabungan, dan asuransi. Saya juga mempunyai kendaraan pribadi yang saya gunakan ke kantor dimana saya bekerja. Formulir apa yang harus saya gunakan? Thanks

    Komentar oleh Erwin | Maret 11, 2010 | Balas

  29. asskum, mbak triyani…mohon maaf…butuh bantuan nih..saya PNS yg baru saja memiliki NPWP nah pada saat ini sy diwajibkan menyampaikan SPT tahunan 2009.nah yg jd pertanyaan sy form apa saja yg hrs diisi dan apakah form 1721-A2 berdasarkan daftar gaji?mohon pencerahannya,,,,terima kasih sebelum dan sesudahnya….balasan bisa via email saya…
    wassalam….

    Komentar oleh yudhi w | Maret 24, 2010 | Balas

  30. Ass, M’ba tri maaf mengganggu, kalo boleh tau mengenai PPh Final atas bunga deposito dan bank di SPT Tahunan badan, Apakah dimasukan didalam Lampiran 1771 I kedalam pendapatan lain-lain dari luar usaha dan biaya pajaknya (PPh Final), dimasukan kedalam biaya lain-lain dari luar usaha? Terimakasih banyak sebelumnya.

    Komentar oleh ifa | April 23, 2010 | Balas

  31. Salam Mba Tri, bagi peg.dg status tidak tetap atau Bukan pegawai, dg akumulasi penghasilan setahun lebih dari 60juta, bagaimana cara pengisian spt 1770S-nya? apakah dg bukti pemotongan pph21 perbulannya sudah cukup? Terima kasih

    Komentar oleh Ridwan | Januari 28, 2011 | Balas

  32. Seorang WP op, status pekerjaan jasa lainnya, dalam penyampaikan spt tahunan tahun sebelumnya pakai hitungan norma. Tahun 2010 menerima deviden dari PT.A. Pertanyaannya :
    a. Bagaimanakah cara menghitung penghasilan bruto pertahunnya ?? apakah pendapatan dari jasa lainnya + penerimaan deviden, kemudian baru dikalikan norma ??? Mohon penjelasannya mbak.
    b. Apakah PPh psl 25 OP dari jenis pekerjaan jasa lainnya, minimal jumlah pajaknya tetap ?? Jika dalam 1 tahun WP mengalami penurunan pendapatannya, otomatis khan sewaktu akan setor PPh pasal 25 juga akan mengalami penurunan juga. Gimana ini mbak ?? Mohon penjelasannya & terima kasih

    Komentar oleh teja lesmana | Februari 21, 2011 | Balas

  33. MBAK TANYA BAPAK SAYA UDAH MENIGGAL , DIA PUNYA PPH PASAL 25 .. DAN DULU PUNYA USAHA TOKO TAPI SEKARANG TOKONYA , DI HITUNG-HITUNG TIDAK MASUK PTKP … BAGAI MANA CARA MENUTUP PPH BAPAK SAYA ….. MOHON …TERANGKAN CARANYA

    Komentar oleh SUTONO | Desember 14, 2011 | Balas

  34. aswb,mba triyani maaf saya mau nanya maklum baru belajar pajak.
    saya mau nanya cara pengisian pph pinal pph pasal 23 yang kena pajaknya 4% dari nilai proyek nah…cara ngisinya di form kode berapa khan biasanya itu di satuin sama faktur ssp nya yang 10% sama 4% makasih mba ya….?

    Komentar oleh budi | Januari 23, 2012 | Balas

  35. Bu, mau nanya, mintak tolong bantuannya, bagaimana cara mengisi spt tahunan guru honor (non pns ) yang mendapat gaji honor lebih dari satu instansi pendidikan, misalnya mengajar pada empat instansi, formulir apa yang dipakai ? trus, terkadang terdapat penghasilan insidentil, seperti mengawas ujian, membuat soal yang jumlah tak menentu dan tidak teratur, yang jelas karena gaji guru honor sedikit, maka pihak instansi yang memberi gaji tidak melakukan pemotongan, bagaimana cara menentukan penghasilan netonya, formulir 1721-A/atau B jelas tidak ada, karena tidak ada pemotongan dari instansi yang memberi gaji, terima kasih atas bantuannya.

    Komentar oleh Musafir Cinta Ilahi | Januari 31, 2012 | Balas


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 192 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: