Triyani’s Weblog

Tax Blogging and Sharing

Juklak PP 51 – PPh Jasa Konstruksi

Telah terbit PMK-187/PMK.03/2008 tanggal 20 November 2008  Tentang Tata Cara Pemotongan, Penyetoran, Pelaporan, Dan Penatausahaan Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Dari Usaha Jasa Konstruksi

File bisa didownload disini

About these ads

November 21, 2008 - Posted by | Pajak, PPh Badan, PPh Final Ps 4 (2), UU dan aturan pajak | , ,

30 Komentar »

  1. Assalamu Alaikum bu Triyani,

    Sukses slalu dengan informasinya bu!!!

    Wassalam,
    REV

    >> Terima kasih.

    Komentar oleh REV | November 21, 2008 | Balas

  2. assalamu alaikum mba
    trimakasih atas infonya direalis 20 nop
    sdh di infokan 21 nop salut deh
    keep the good job mba….
    wasalam
    candra
    member of
    forum-pajak@yahoogroups.com

    >> Terima kasih.

    Komentar oleh candra | November 21, 2008 | Balas

  3. Assalamu Alaikum mba Triyani,

    Kalo kita pihak penguna jasa dterlanjur memotong pph 23 apakah harus pindah buku ke PPh Final, dan apakah pemindah bukuan ini juga harus diikuti dengan revisi bukti potong,

    Terima kasih,
    Salam,
    Santosa

    >> Menurut saya, bagi pengguna jasa tidak masalah, karena pemotongan sudah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku pada saat transaksi. Meskipun peraturan ini berlaku mundur, namun yang wajib menghitung PPh berdasarkan aturan baru ini adalah pihak penerima penghasilan.

    Komentar oleh santosa | November 21, 2008 | Balas

  4. Siang mba Triyani..
    Saya sdh baca dr pmk tsb, tp ada yg agak bingung
    karena ada kata “dapat dipindahbukukan” apakah artinya boleh
    tetap dgn psl.23?
    Sama dgn pertanyaan diatasnya mba, apa hrs
    ganti bukti potong dan pembetulan spt psl.23?

    Thanks ya Mba..
    Sukses buat Mba Tri.

    >> Yang memindahbukukan pajak tsb pihak yang dipotong (penerima penghasilan), pihak pemakai jasa tidak perlu melakukan pemindahbukuan.

    Komentar oleh Alim | November 22, 2008 | Balas

  5. Siang mba Triyani..
    Saya sdh baca dr pmk tsb, tp ada yg agak bingung
    karena ada kata “dapat dipindahbukukan” apakah artinya boleh
    tetap dgn psl.23?
    Bila boleh, lalu dpt dikreditkankah diakhir thn?
    Sama dgn pertanyaan diatasnya mba, apa hrs
    ganti bukti potong dan pembetulan spt psl.23?

    Thanks ya Mba..
    Sukses buat Mba Tri.

    >> Yang memindahbukukan pajak tsb pihak yang dipotong (penerima penghasilan), pihak pemakai jasa tidak perlu melakukan pemindahbukuan.

    Komentar oleh Alim | November 22, 2008 | Balas

  6. assalamualaikum mb,
    berdasarkan pp ini berarti untuk jasa konstuksi dikenakan tarif final sesuai dengan pasal 3 tentang tarif dari pp no 51.
    Tapi bagaimana dengan perusahaan jasa konstruksi yang saat ini bekerjasama dengan perusahaan tambang dimana disana berada dalam peraturan pajak khusus (lex specialis). berapakah tarif pajak yang dikenakan>???
    Terima Kasih

    Best Regard

    Dimas Anggara

    >> Perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan tambang, bukannya masuk kelompok pemberi jasa ‘penunjang bidang migas?

    Komentar oleh dimas anggara | November 23, 2008 | Balas

  7. Ass, thanks atas infonya mbak.

    Bagi yang butuh peraturan terbaru dan terupdate serta review tentang peraturan itu klik aja pajakonline.com

    Komentar oleh Eboy | November 24, 2008 | Balas

  8. [...] komentator/link yang ditulis dalam komentar tersebut. Sama halnya ketika saya membaca komentar eboy disini, saya klik link yang disertakan, hingga saya menemukan artikel dengan judul “Pisah NPWP Berbuah [...]

    Ping balik oleh Pemisahan NPWP dan Penghematan PPh « Triyani’s Weblog | November 25, 2008 | Balas

  9. Assalamualaikum wr wb Mba Tri….

    Makasih untuk infonya…kebetulan aku kemaren sore baru dapat dari pajak.go.id….

    Tapi Mba, mohon bantuannya, english version untuk PMK baru ini udah ada belum? biasa aku mau discuss sama bozz ku…

    Thanks b 4….
    Wie

    >> Maaf ngga punya tuh, mba. Hmm.. Gimana kalo mba Wie translate dulu trus nanti saya dibagi :)

    Komentar oleh Dewi Risnawati | November 25, 2008 | Balas

  10. Alo Mbak, salam kenal..

    aku mau nanya tentang jasa konstruksi ini mbak, persepsi ku seperti ini:

    Peraturan ini berlaku jika perusahaan Konstruksi memiliki SIUJK dan Kualifikasi Usaha. Betul kah?? jika kontraktor tersebut tidak memiliki SIUJK dan Kualifikasi Usaha perlakuannya bagaimana??

    Kemudian untuk yang tarif 3%, untuk yang kasus seperti apa??

    Tambahan Mbak, pengertian kontraktor disini apakah termasuk kontraktor pertambangan??

    Terima kasih Mbak.. ^^

    Salam,

    CF

    >> yang tidak punya SIUJK dan kualifikasi usaha ada juga khan?
    Untuk kontraktor pertambangan, maksudnya pemegang kontrak karya semestinya mengikuti ketentuan khusus dalam kontrak karya tsb. Tapi kalau yang dimaksud adalah sub-kontraktornya.. bisa jadi dikenakan PPh final jg. Tapi mungkin juga termasuk kriteria Jasa Penunjang di bidang pertambangan sehingga tidak kena aturan ini

    Komentar oleh CF | November 25, 2008 | Balas

  11. Hai mbak,
    Mau tanya bgm pengajuan pemindahbukuan untuk PPH 23 jasa konstruksi ke PPh final sesuai PMK-187/PMK.03/2008 tanggal 20 November 2008, apakah ada formulir khusus? Lalu bgm dgn angsuran SSP PPH 25 selama ini , apakh juga hrs di PBK bersamaan, krn batas akhir permohonan tgl 15 Des’08. Lalu bgm untuk angs PPH 25 bln Des yg semestinya dibyr Jan’09 apakh sdh otomatis tidak perlu karena sdh final?
    Kriteria klasifikasi usaha kecil, apakh sesuai dgn SIUJK yg ada ? Jd bukan berdsrkan omzet atau total nilai proyek?
    Ma kasih atas jawabnnya ya mbak, aku bingung nih….

    >> Setahu saya tidak ada formulir khusus. Saya juga tidak tahu persis bagaimana teknis-nya mengenai hal ini, sebaiknya dikonsultasikan dg AR-nya saja, karena mereka yang akan menindaklanjuti permohonan tsb. Mohon maaf, tidak banyak membantu.

    Komentar oleh Hetty | Desember 3, 2008 | Balas

  12. Halo mba tri,
    dalam PMK 187 2008, pasal 8 ayat 5 disebutkan bahwa ” Dalam hal terdapat kekurangan pembayaran pajak PPh yg bersifat final, setelah dilakukan pemindahbukuan sebagaimana dimaksud ayat 4, kekurangan pembayaran pajak PPh tsb, wajib disetor oleh penyedia jasa plg lama tgl 15 des 2008″ yang saya belum mengerti adalah siapa yang melakukan pemindahbukuan itu?Pengguna jasa? atau penyedia jasa? Sebab kalo pengguna jasa, PBK dilakukan dengan tidak merubah nilai yang telah disetor.sebab kewajiban setor atas kekurangan, ada pada penyedia jasa. Kalo menurut saya sih pbk dilakukan oleh penyedia jasa. menurut mba tri gimana?

    >> Yang harus melakukan pemindahbukuan, adalah Pemberi Jasa.

    Komentar oleh Atep | Desember 9, 2008 | Balas

  13. assalamualaikum bu,

    saya mau nanya saya kan dapat invoice tgl 5 november dari pengusaha konstruksi di invoice tersebut ditulis PPh 23 final untuk jasa konstruksi 3%. nah saya udah bayar dan pada uraian SSP nya saya tulis PPh 23 masa terus gimana ini?ini kan udah jelas salah kode MAP nya. terus saya harus gimana bu? MAP untuk jasa konstruksi berapa apakah sama dengan MAP PPh final psl 4 ayat 2 atas jasa konstruksi?
    saya belum melaporkan SPT.
    mohon segera dijawab.

    >> minta dipindahbukukan saja menjadi PPh final (41128 409)

    Komentar oleh kristia | Desember 16, 2008 | Balas

  14. Mbak Triyani mhn bntn advisenya :
    masalahnya begini : Perusahaan kita adalah Perusahaan yang bergerak penghasil aspal hotmix (AMP), sehingga dalam transaksinya ada 2 sisi : 1) sbg produsen/pedagang dan 2) sbg Jasa kontraktor. Sejak keluar PP no. 51 th 2008 (pph final jasa kontruksi)
    Ada pendapat teman bahwa : semua penjualan aspal hotmic hrs di pungut/setor PPh final psl 4 ayat 2 (PPh 3%)sehingga kita tidak perlu lagi buat SPT tahunan badan 2008 krn sdh disetor/dipotong semua penghasilan
    Tapi menurut saya kalo PT saya punya dua kalo sbg pedagang tetap berlaku aturan PPh 25/29(spt tahunan), dan jika sbg kontraktor maka memang hrs mengikuti PP 51 th 2008.

    Pertanyaan saya :
    1) Mana pendapat yang benar??? jika pendapat saya yang benar bagaimana pembukuan saya jika PPH final psl 4 dimasukan dlm komponen biaya maka akan ada pajak berganda pph psl 4 final dan pph bdn psl 29 ???
    2. Jika pendapat teman saya yang benar maka apakah benar begitu konsekwensinya seperti diatas????

    >> Wahh… saya tidak tahu yang benar yang mana. Bisa jadi keduanya benar atau juga keduanya salah :) . Hal ini sangat tergantung facta yang ada. Jika penyerahan Aspal tsb merupakan bagian dari jasa konstruksi semestinya merupakan obyek PPh Final. Sebaliknya jika hanya penjualan aspal saja (perdagangan), maka merupakan obyek PPh tidak Final.
    Perhitungan PPh-nya dipisahkan masing2 sesuai porsinya.

    Komentar oleh Zulpadli | Desember 24, 2008 | Balas

  15. Alo mbak,

    ada gak ya PP51 dalam versi inggris? terkadang saya agak ribet menjelaskan ke boss tentang peraturan baru perpajangan kalo misalnya ada yg baru.

    thanks kalo mau sharing disini.

    ocha

    Komentar oleh ocha | Januari 30, 2009 | Balas

  16. ato no 187/PMK.03/2008 dalam bahasa inggris..

    thanks

    Komentar oleh ocha | Januari 30, 2009 | Balas

  17. pagi bu…
    saya mau menanyakan tentang pemindahbukuan.
    bantu saya ya bu..
    thanx buat jawabannya

    >> Yang mau ditanyakan apanya?
    caranya? definisinya ? or ?

    Komentar oleh ika | Februari 11, 2009 | Balas

  18. Ass.wrwb…

    salam kenal,

    soal PP ini mba, saya masih bingung, karena PP ini kan berlaku mulai tahun 2008, terus tahun 2009, berlaku UU nomor 36 tentang PPh. didalamnya juga mengatur tentang pph atas jasa konstruksi. kalo diperhatikan pasal 23 uu 36, tarifnya adalah 2% untuk jasa konstruksi. kok kayak tidak sejalan ya?

    mohon koreksi dan penjelasan. atasnya terima kasih

    Komentar oleh haleed | Februari 16, 2009 | Balas

  19. Hallo mba Tri
    Saya sudah potong atas pekerjaan kostruksi 2% di bulan mei 2008. ternyata bulan maret 2009 penyedia jasa minta agar sy mengkoreksi bukti potong menjadi pph final 3%. Selah dilihat kontraknya april 2008. Apakah saya harus mengkoreksi dan melakukan pemindahbukuan. Dimana dalam pmk 187/pmk.03/2008 kalau pembetulan, kekurangannya terakhir 15 desember 2008. Tolong bantuannya mba terima kasih

    Komentar oleh arie | Maret 23, 2009 | Balas

  20. Ass.Mbak Tri,

    Salam kenal Mbak,
    Mbak, aku minta dibantu.
    Kami udah dipotong % untuk invoice awal yang dibayar sebelum peraturan itu terbit, nah kami juga terlambat bayar kekurangan 1%nya, maksudnya gak dibayar sebelum 15 des 08.
    a. Bagaimanakah proses pindah bukunya?
    b. Di laporan spt yang terakhir 30apr 2008 bisa gak saya lampirkan bukti potong pph 23 yang belum direvisi ditambah ssp kekurangan 1%nya
    c. apakah krn lebih dr 15des 08 kami kena denda terlambat?
    Trima kasih
    Wassalam

    Komentar oleh Eva Y. | April 22, 2009 | Balas

  21. mba tri, saya mau tanya..saya masih mendapatkan bukti potong pph 23 dari bendaharawan pemerintah untuk tahun 2008, dan ada juga bukti potong pph final. untuk laporan rugi laba apakah harus di pisah antara rugi laba pph tidak final (pph 23) dan pph final ? apakah setelah di pisah laba setelah pajak bisa dikurang kan dengan pph final ? tks atas jawabannya ?

    Komentar oleh siti zulaicha | April 25, 2009 | Balas

  22. knapa ya pajak kor ribet,banayak aturan ,knapa ga dibikin simple aja

    Komentar oleh rico | Mei 5, 2009 | Balas

  23. mba tri yang baik,
    saya mau tanya soal pph ni,untuk jasa konsultan konstruksi (arsitek)pphnya 4%, katanya kloga jadi anggota INKINDO jadi 6%
    mana sih yg bener, tlg ya mba’.
    Trimakasih

    Komentar oleh rico | Mei 5, 2009 | Balas

  24. slmt malam Mba, mohon maaf walapun bagian ini merupakan bagian untuk meninggalkan komentar namun karena karena saya belum tahu mau tanya lewat mana (dimana saya akan memasukan pertanyaan saya maka saya tanya lewat lembar komentar ini kalau tidak keberatan pertanyaannya sebagai berikut :
    1. apakah ada perbedaan penetapan pajak dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan untuk tiap tahapan pencairan
    2. kalau memang ada tolong dijelaskan rinciannya. Terima kasih

    Komentar oleh FERRY SAMPINGAN | Oktober 17, 2009 | Balas

  25. Selamat Pagi mb Tri, mohon dibantu.
    Setelah pemberlakukan PPh pasal 23 final ini,apakah Laba usaha dari pekerjaan konstruksi yang diterima oleh masing2 anggota perusahan Joint Konstruksi masih harus dikenakan lagi PPh badan tarif pasal 17, walaupun PPh 23 ini sudah tidak bisa lagi dipindahbukukan ke perusahaan masing2 anggota JO sebagai kredit pajak seperti sebelum diberlakukannya PPh final pasal 4 (2), jika benar apakah ini tidak semakin memberatkan ?

    Terimakasih

    Komentar oleh Rika | Januari 13, 2010 | Balas

  26. Assalamualaikum mba tri,
    saya sedang search form excel PPh Jasa Konstruksi 2009 (terbaru)…mohon dishare linknya….
    tx before it

    best regards

    andrie

    Komentar oleh Andrie | Februari 4, 2010 | Balas

  27. Food safety in vending machines: the research of bikes must somewhat be put by a n’t stated council, marking all the akin prophets which are intended as past by modified features. Large logs were based before they could sabotage the resort, and the advances they were going were moulded in the material. Some efforts rise a straight-line a research that performs with that chassis emotionally real as they use in that entry, while hmm-based sources usually say taxable countries and typically lead out any same technologies, car parking pads. Soulmatetwo icebergs later kabila became basic high months. Language in national females and sweeping teams may be for specialization from competitors that find by system, depicting fashions, ingredients and professionals. They are not painted in two first instructions, which are dedicated to the alpini corps command. auto accident attorneys west palm. Considerations in the evidence are also looking tradition million to extend their giants up to the repeating toyota pellets. The complete ware of an fire is engine, by which a road will classify the tectonic necromancy, bases, and health as a automatic country.

    Komentar oleh margarito | Februari 28, 2010 | Balas

  28. Assallamualaikum. salam kenal

    Numpang tanya mbak, saya baru saja kemarin terlanjur membayar kekurangan pajak saya dan juga suami yang pekerjaannya tidak tetap, ternyata tadi pagi saya baru tahu bahwa kode map saya tulis salah yaitu 411121 seharusnya 411125 dan untuk suami saya yang pekerjaannya tidak tetap kalau tidak salah harusnya 411126 (betulkah).
    Rencananya besok saya mau mengirimkan SPT tahunan 2009 ini, bagaimana untuk kesalahan yang salah ini.Apakah didiamkan saja?

    Wassalam terimakasih atas petunjuknya

    Komentar oleh maya | Maret 23, 2010 | Balas

  29. Saya ucapkan terima kasih, karena aturan-aturan yang dicari untuk menjelaskan kepada Wajib Pajak sebagai AR, lebih cepat dan dimengerti karena disertai penjelsasannya,

    Komentar oleh GIU HILARIUS | Desember 15, 2010 | Balas

  30. Selamat pagi, terdapat WP mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP dengan mepergunakan SK. penunjukan sebagai pengelolah dana dari APBN/APBD untuk pendidikan anak usia dini, kalau tidak keberatan saya nohon penjelasalan :
    1. Apakah yang bersangkutan DAPAT diberikan NPWP Orang Pribadi Usahawan atau Karyawan.
    2, Apakah yang bersangkutan dapat memotong PPN dan PPh dari rekanan, sedangkan yang bersangkutan tidak dutunjuk sebagai pemotong pajak.
    3. Jenis SPT Masa apa saja yang wajib dilaporkan oleh WP, dan
    4. Apakah PPN dan PPh dapat dipootong oleh ybs, sedangkan ybs, tidak ditunujuk sebagai pemotong pajak.

    Komentar oleh GIU HILARIUS | Desember 16, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 186 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: