Triyani’s Weblog

Tax Blogging and Sharing

Nomor Seri Faktur Pajak 2009

Selamat tahun baru 2009, semoga sepanjang tahun kita selalu berada dalam kebaikan.

Reminder lagi setiap awal tahun, agar teman-teman tidak lupa untuk menerbitkan Faktur Pajak mulai dari nomor “00000001″  lagi dan kode tahun diganti menjadi “09″.

Kode Faktur Pajak Standar terdiri dari 6 (enam) digit, dengan rincian sebagai berikut :

- 2 (dua) digit pertama adalah Kode Transaksi, dengan rincian sebagai berikut :
Kode Transaksi Digunakan untuk
01 penyerahan kepada selain Pemungut PPN
02 penyerahan kepada Pemungut PPN Bendaharawan Pemerintah
03 penyerahan kepada Pemungut PPN Lainnya (selain Bendaharawan Pemerintah)
04 penyerahan yang menggunakan DPP Nilai Lain kepada selain Pemungut PPN;
05 penyerahan yang Pajak Masukannya diDeemed kepada selain Pemungut PPN;
06 penyerahan Lainnya kepada selain Pemungut PPN;
07 penyerahan yang PPN atau PPN dan PPn BM-nya Tidak Dipungut kepada selain Pemungut PPN;
08 digunakan untuk penyerahan yang Dibebaskan dari pengenaan PPN atau PPN dan PPn BM kepada selain Pemungut PPN;
09 digunakan untuk penyerahan Aktiva Pasal 16D kepada selain Pemungut PPN

- 1 (satu) digit berikutnya adalah Kode Status, dengan rincian sebagai berikut:
Kode Status Digunakan untuk
0 Normal
1 Penggantian

- 3 (tiga) digit berikutnya adalah Kode Cabang.

2. Nomor Seri Faktur Pajak Standar, terdiri dari 10 (sepuluh) digit, dengan rincian sebagai berikut:
- 2 (dua) digit pertama adalah Tahun Penerbitan.
Cara penulisan Tahun Penerbitan pada Nomor Seri Faktur Pajak Standar adalah dengan mencantumkan dua digit terakhir dari tahun diterbitkannya Faktur Pajak Standar, contohnya tahun 2007 ditulis ‘07’.

- 8 (delapan) digit selanjutnya adalah Nomor Urut.

Sehingga format Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak Standar secara keseluruhan menjadi sebagai berikut:
0 0 0. 0 0 0 – 0 0 .0 0 0 0 0 0 0 0

Ref : PER-159/PJ./2006 pasal 8 ayat 2.

Related Post :

1. Nomor Seri Faktur Pajak tahun 2008

2. Nomor Seri Faktur Pajak tahun 2007

About these ads

Januari 2, 2009 - Posted by | Pajak, PPN |

39 Komentar »

  1. Selamat sore,

    trm ksh atas info-nya, sudah mengingatkan

    Komentar oleh Gunawan | Januari 5, 2009 | Balas

  2. Thanks atas infonya.

    >> Sama2 pak. Apa kabar neh :)

    Komentar oleh daeng limpo | Januari 7, 2009 | Balas

  3. Makasih banyak mbak atas infonya,….saya baru mau buat faktur & bertanya2 gmn no urutnya,……ehhhh udah dijawab sama Mbak…..Thanks God

    >> Sama2.

    Komentar oleh Iwan | Januari 7, 2009 | Balas

  4. makasih banget informasinya.. sangat berguna buat org yg sering berurusan dgn pajak.

    >> Sama2

    Komentar oleh Leo | Januari 7, 2009 | Balas

  5. mbak memang bek bgt ya
    selalu mengingatkan, sepele tp sering terlewatkan
    inget jam wekerku di kamar
    yang selalu berteriak teriak untuk bangun pagi
    walau yg dingetin hbs itu tidur lagi

    >> hihihihi… disamain sama weker :D

    Komentar oleh pepe | Januari 7, 2009 | Balas

  6. thanks banyak ya mbak, kalo kode seri ungaran semarang tahu gak mbak ? saya masih awam nih baru punya CV
    suwun

    >> Kode Seri Faktur Pajak tidak dibedakan per wilayah atau per KPP lagi pak.

    Komentar oleh andreww | Januari 9, 2009 | Balas

  7. thanks mbak ..
    contoh kalo kita kontraktor ngerjain proyek sebagai vendor/ sub PT A (swasta) misalnya,

    maka tagihan saya ke PT A di faktur pajaknya 2 digit pertama 01 ?
    trus di Faktur pajak standar tercantum NPWP dan NPPKP, karena keduanya sama apakah tetap diisi dua2nya ??

    suwun

    >> Iya, kodenya 01, jika main kontraktornya adalah bukan pemungut PPN.
    Meskipun NPWP dan NPPKP sama, keduanya harus dicantumkan.

    Komentar oleh andreww | Januari 12, 2009 | Balas

  8. maaf mbak boleh tanya gmana sih caranya menhitung potongan pph21 yg pajak nya di tanggung oleh perusahaan,trim’s

    >> Dihitung sesuai dg ketentuan yang berlaku saja :)

    Komentar oleh donie | Januari 12, 2009 | Balas

  9. Salam kenal mbak.. Maaf mbak mw tanya,kalo qita menerima faktur pajak dengan kode transaksi yang salah dan FP itu sudah dilaporkan oleh si pembuat FP gimana mbak?… Terima kasih banyak..

    >> Minta diganti saja dan pihak penerbit melakukan pembetulan.

    Komentar oleh Leni | Januari 26, 2009 | Balas

    • kalau yang pembetulan, no kode dan serinya ada yg berubah ga?

      Komentar oleh ibnu | Maret 13, 2010 | Balas

  10. siang mbak,
    sesuai keterangan mbak ada 3 (tiga) digit yang merupakan Kode Cabang. yang dimaksud itu kode cabang KPP tempat kita terdaftar atau selalu ’000′ saja ?
    terima kasih mbak

    >> Jika Anda tidak memiliki cabang, iya diisi “000″ , namun jika ada cabang maka diisi sesuai kode cabang masing2. misalnya “001″

    Komentar oleh hanomancakep | Februari 4, 2009 | Balas

  11. Yth,
    Mba Triyani

    Saya mau tanya, klo FP masukan yang sudah lewat lebih dari 2 bulan apa masih bisa diperhitungkan sebagai pengurangan pajak di bulan yg berjalan ?
    Misal saya punya FP Masukan bulan Nov 2008, padahal saya akan melaporkan PPN Dalam Negeri yg Masa FEbruari 2009 di Bulan Maret 2009 nanti.
    Mohon bantuan informasinya.

    terima kasih.
    rasma

    >> FP Nov 2008 dapat dikreditkan dalam Masa Tidak Sama paling lambat Peb 2009 (N+3).

    Komentar oleh rasma | Februari 27, 2009 | Balas

  12. Mbak Triyani,
    Dimana ya bisa memperoleh data perusahaan yang sudah punya NPWP tapi sudah jadi PKP juga. Thanks.

    >> databasenya pasti ada di DJP, namun bukan untuk public consumption.

    Komentar oleh Mahmudi | Maret 18, 2009 | Balas

  13. Mbak Triyani,
    Kalau kita jual ke PKP yang pemungut PPN, kode transaksi di FP standar pake 01 atau 03? Bedanya apa? Kalau salah bagaimana?
    Thanks.

    Komentar oleh Aska | Juni 3, 2009 | Balas

  14. Salamat pagi.

    Saya bernama Joice, salah satu karyawati di Perusahaan Swasta. Ada hal yang ingin saya tanyakan, NPWP perusahaan kami berubah dan untuk nomor seri faktur pajak yang saya terbitkan dimulai dari awal 00000001 ( 8 digit ).
    kemudian kolector saya melakukan tukarfaktur ke customer, satu faktur pajak di tolak dengan alasan nomor seri faktur pajak double padahal No NPWP yang dilaporkan berbeda.
    ex : No seri faktur pajak NPWP
    010.000-09.00000378 00.000.000-028.000
    010.000-09.00000378 00.000.000-093.000

    yg saya ingin tanyakan, apakah tetap di tolak / salah apabila nomor seri faktur pajak yang sama dengan NPWP yang berbeda.

    saya mohon bantuannya, jika ada salah penyampaian saya mohon maaf.

    terimakasih

    Komentar oleh joice | Juli 21, 2009 | Balas

  15. Mbak Triyani,
    terima kasih atas infonya. saya sudah 1 jam cari2x penjelasan tentang nomor seri Faktur Pajak, pusing… sebenarnya mau komentar banyak tapi bingung gak biasa tulis-menulis he.. he.. he..

    Komentar oleh Hendro | Agustus 4, 2009 | Balas

  16. siang mba, saya mau tanya selama ini khan perusahaan saya lapor pajak masih nihil nih, tp ada customer saya minta faktur pajak. apakah saya bisa keluarin faktur pajaknya?

    >> Apakah perusahaan Anda sudah dikukuhkan sbg PKP?, jika sudah maka wajib menerbitkan Faktur Pajak apabila ada transaksi penyerahan BKP/JKP. Jika belum dikukuhkan sbg PKP, maka TIDAK BOLEH menerbitkan Faktur Pajak.

    Komentar oleh Nuraini | Oktober 8, 2009 | Balas

  17. Thank atas informasinya ;D
    berguna sekali, untuk pembuatan faktur pajak.
    telpon ke halo pajak, cuma disuruh baca PER 159 2006.
    disini.. detail.

    Komentar oleh Iskandar | November 5, 2009 | Balas

  18. mohon bantuannya, untuk menjelaskan mengenai kode transaksi faktur pajak.khususnya untuk kode transaksi 01 dan 03.jujur saya masih bingung mengenai penjelasan dari KMK.Trima kasih.

    Komentar oleh Oni Zamroni | November 17, 2009 | Balas

  19. Mohon bantuannya, saya sebagai penjual mengeluarkan fpajak, namun PPN-nya di bayarkan sendiri oleh pihak pembeli.

    Yang ingin saya tanyakan kode fpajak yang mana yang harus saya pergunakan.Terima kasih.

    Komentar oleh deyusro | Januari 26, 2010 | Balas

  20. Saya sudah lama mengeluarkan Faktur Pajak (2009), tetapi baru sekarang diketahui ada kesalahan mengenai nomor serinya, Jadi seluruh faktur pajak untuk tahun ini ada kesalahan, baik yang normal (010)maupun yang tidak dipungut PPN nya (070)
    Apakah hanya kodenya saja yang harus diganti (011/071) atau kode dan nomor serinya juga harus diganti?
    Terima kasih

    >>Kesalahannya seperti apa? Kalau ada kesalahan sebaiknya dilakukan pembetulan. Jika terkait dg Faktur Pajak, bisa jadi faktur pajaknya harus diganti.

    Komentar oleh deyusro | Januari 26, 2010 | Balas

  21. Mohon bantuan petunjuk untuk penulisan No.faktur pajak untuk tahun 2010 dimana perusahaan kami sering untuk :penyerahan kepada Pemungut PPN Bendaharawan Pemerintah
    Kalau yang tahun 2009 :020-000-09-00000042 (Terakhir) apakah yang tahun 2010 hanya mengganti 09 ke 10 lengkapnya : 020-000-10-00000001 (awal faktur)
    Atas bantuan saya ucapkan banyak terima kasih.

    >>Tiap tanggal 1 Januari penomoran Faktur pajak harus mulai dari nomor 1 lagi (nomor awal).

    Komentar oleh Adjie Syafioedin Wahab | Januari 31, 2010 | Balas

  22. Salam kenal Mba
    Laporan Pajak saya ternyata salah dalam kode cabang, seharusnya 001 terinput 000. Apakah saya harus lakukan perbaikan juga. Soalnya banyak banget, mba. Mana dari Pebruari 09 s.d. Nov 09

    Komentar oleh Yulinasi | Februari 3, 2010 | Balas

  23. Siang mba…
    mo nanya boleh ya.
    kl konsultan perorangan boleh membuat Faktur Pajak tidak??
    jika boleh, bagaimana penomorannya?

    trima kasih tuk infonya

    Komentar oleh Nizomi | Februari 8, 2010 | Balas

  24. Halo mbak..salam kenal..saya mau tanya nih mbak..kalo nomor seri faktur pajak awal tahun 2010 harus dari nomor 1 lagi ya? Kalau udah terlanjur lanjut nerusin dari tahun 2009 gimana ya mbak? Diperbolehkan atau tidak? Saya tunggu jawabannya.Terima kasih.

    Amelia

    Komentar oleh Amelia | Februari 22, 2010 | Balas

  25. halo mba salam kenal ,,
    Saya mau tanya , kalau Pembebasan pajak berdasarkan peraturan menteri keuangan nomer 15/PMK.03/2010 . kode dan nomer seri faktur pajaknya menggunakan (070) atau (080) ya mba ? .. atau ada kode lain mba…
    atas bantuan saya ucapkan banyak terima kasih

    = Yanie =

    Komentar oleh Yanie | Maret 15, 2010 | Balas

  26. TERIMA KASIH MBAK..
    TULISAN-TULISANNYA SANGAT MEMBANTU.

    Komentar oleh moehs | Mei 3, 2010 | Balas

  27. Siapa yang mengeluarkan nomor Seri Faktur Pajak????
    Terima Kasih Atas Penjelasannya.

    Komentar oleh Desius Sasambe | Juni 28, 2010 | Balas

  28. Mbak,
    Aku mau tanya… aku terlanjur meneruskan nomor urut faktur pajak 2009 ke 2010. Sudah begitu ada kesalahan penulisan pada 2 digit tahun pada FP januari masih tetap 09 harusnya 10. Apa yang harus saya lakukan ya?

    Terima kasih banyak

    Komentar oleh Pambudi Utomo | Juli 6, 2010 | Balas

  29. mba, mo nanya boleh ya :)

    ada insiden nih, menerbitkan faktur pajak tidak berurutan, contoh :
    xxx50 tgl 3 juni
    xxx51 tgl 10 juni
    xxx52 tgl 3 juni

    menurut UU pajak ini termasuk kategori FP cacat ya mba, lalu bagaimana cara memperbaiki hal ini apabila kita sudah tidak sempat merevisi lagi (tdk sempat menarik dan mengganti FP itu ke PKP penerima jasa) ?

    terima kasih banyak sebelumnya mba :)

    Komentar oleh rita umar | Juli 19, 2010 | Balas

  30. Ass. Mbak
    Sy mau tanya, klu dalam kasus yg sebenarnya, klu terjadi pembelian barang yg dananya dari belanja negara/ belanja daerah(PPh Psl 22) siapa yg menyetorkan PPN ke kas negara? Bendaharawan Pemerintah pa penjual, ini kan mempengaruhi jurnal bagi penjual.
    Makasih ats penjelasannya…sy guru akt

    Komentar oleh Eti S | Juli 31, 2010 | Balas

  31. Siang Mbak,mo tanya nih…saya mau buat faktur pajak buat Askes nomer seri yang musti saya gunakan berapa ya 01 ato 02?karena Pt askes minta bukti pembayaran PPn nya…
    Terima Kasih

    Komentar oleh Nei | Agustus 11, 2010 | Balas

  32. Bu Triyani mau tanya nih soal nomor seri Faktur Pajak (FP)

    Saya sedang bikin program utk mesin kasir di satu swalayan yang memiliki banyak line mesin. Apakah nomor seri faktur harus dicetak di tiap faktur yang dikeluarkan tiap mesin dan nomor seri yang dicetak itu haruslah urut? Ataukah boleh nomor urut itu diberi penanda mesin shg tiap mesin punya nomor seri yang berbeda?

    Saya perlu tanya ini, karena saya mau bangun sistem kasir yang bisa tetap jalan meski ada problem koneksi dengan server. Namun solusinya bukanlah menambahkan hardware tapi dengan bantuan software.

    Kalo nomor faktur pajak harus urut berarti generator nomor harus di server, padahal requirement tsb akan menyebabkan requirement “bisa tetap jalan meski ada problem koneksi dengan server” tidak bisa dijalankan (padahal requirement ini diinginkan oleh pemilik swalayan krn dia tidak mau kehilangan oportunity dari penjualan).

    Jadi bagaimana menurut ibu?

    Komentar oleh Mansyur | Agustus 31, 2010 | Balas

  33. bu triyani ingin ty neh,

    “08 digunakan untuk penyerahan yang Dibebaskan dari pengenaan PPN atau PPN dan PPn BM kepada selain Pemungut PPN”

    Jika bertransaksi dengan pihak pemungut dlm rangka import apakah bs menggunakan kode FP 08 jg??

    terima kasih

    Komentar oleh garry | Juli 20, 2011 | Balas

  34. Sore, saya mw tanya FP dgn kode dan seri 020.001.11.xxxxxxxx
    Artinya apa yah Mbak?thank’s

    Komentar oleh Metta | September 15, 2011 | Balas

    • dijual kepada bendaharawan (02)dengan penerbit cabang (001), ditahun 2011.

      >> :)

      Komentar oleh Lia | Juli 8, 2012 | Balas

  35. kalau maksud dari penyerahan kepada selain pemungut ppn apa ??

    Komentar oleh Fardiyansyah | Maret 14, 2012 | Balas

  36. saya free lance tapi ada toko besar jadi customer saya minta faktur pajak , bagaimana ini , kalau tidak bisa kasih faktur pajak bisa putus jadi customer , piye jal ?

    >> Non PKP ya ga boleh pungut PPN + terbitkan FP.

    Komentar oleh ifan | November 28, 2012 | Balas

    • sama Mba, dulu kami jg tidak dalam bentuk PT, hanya CV, tapi karena ada tuntutan spt itu jadi mengurus supaya dikukuhkan menjadi PKP. mmg agak rumit tapi kalo ingin pekerjaan yg lebih besar mmg spt nya tidak ada pilihan, tapi keuntungannya kita jadi bisa memanfaatkan faktur pajak masukan.

      Komentar oleh Rita | Desember 7, 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 179 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: