Salah Tulis
Mohon maaf, dalam posting sebelumnya terdapat kesalahan tulis dan salah link peraturan.
Seharusnya tertulis PER-61 juga link ke PER-61 di web DJP tetapi tertukar dengan PER-62.
Posting di bawah telah diperbaiki, tapi mungkin teman2 yang membaca (emang ada yg baca?
) tulisan tsb dari FB, LinkedIn, atau Feedblitz masih salah.
Mengenai PER-62 dibahas dalam posting selanjutnya














Salah tulis adalah biasa
>> Iya, saya biasa salah tulis jg salah baca
ok dech mbak Tri…
gpp kok salah tulis..
asalkan jangan salah turun saja..
niat hati mau turun di kutoarjo, eh ternyata sampai ke stasiun tugu..
kan repots..
>> hehehhe… kalo salah turun ke st Tugu yaa tinggal balik lagi naik Pramex…
Salam Kenal Mba Tri. Saya mau nanya (maaf tidak terkait topik di atas).Bila sebuah kantor membuka perwakilan di suatu kabupaten yang hanya berfungsi sebagai bagian penjualan saja. semua biaya dicatat di kantor pusatnya.apakah kantor perwakilan itu perlu dibuatkan NPWP?
Mohon dijawab ya
Salam
>> Kantor perwakilan/Cabang juga harus didaftarkan ke KPP setempat. Ini terkait dengan kewajiban pemotongan dan pemungutan PPh (mis : PPh 21, PPh 23, PPh final dkk). NPWPnya sama dengan kantor pusat, hanya kode KPPnya beda.