Blog Ini
Personal webblog yang berisi tentang artikel dan berita dibidang perpajakan, baik yang ditulis sendiri maupun dari berbagai sumber serta opini pribadi tentang isue-isue terkini dibidang perpajakan. Selain itu, blog ini juga kadang-kadang diisi dengan cerita-cerita iseng, curhat maupun hal-hal lain yang ingin saya tulis.
Isi dari blog ini semuanya sebagian berasal dari blog lama. Artikel dan opini pribadi yang terkesan agak serius dikelompokkan dalam tag “Artikel pajak-ku“. Artikel yang bersumber dari pihak lain dikelompokkan dalam “Artikel pajak-lainnya“.
Penafsiran suatu ketentuan perpajakan dalam artikel tersebut sepenuhnya merupakan pendapat pribadi penulis yang mungkin tidak sama dengan pendapat pihak lain, termasuk petugas pajak. Resiko yang mungkin timbul akibat diterapkannya pendapat pribadi dalam blog ini -atas suatu kasus perpajakan yang mungkin mirip- dalam praktek, sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak yang menerapkan pendapat tersebut…
Tulisan yang telah dipublish dalam blog ini, termasuk artikel perpajakan seringkali diedit. Pengeditan mungkin disebabkan karena melanjutkan tulisan yang belum selesai, adanya salah ketik/salah tulis, maupun karena adanya perubahan pendapat penulis dalam menafsirkan suatu ketentuan perpajakan.
Penulis dapat dihubungi melalui email di “triyani08 [at] yahoo [dot] com”.
(keywords : Blog Pajak, Blog Perpajakan, Konsultasi Pajak, Konsultan Pajak, Pajak di Indonesia, Perpajakan Indonesia)



















Triyani,
Boleh nggak, artikelmu mengisi journal pajak di web saya http://www.vibiznews.com , please answer lewat email saya ya, tentu atas namamu
#1 Dengan senang hati pak Fadjar; silahkan di copi paste ke web Anda. Artikel2 lainnya insya Allah akan di post menyusul
Mau nanya aja nih.
Gajiku Rp. 9.455.250
Bayar Jamsostek = 189.105
Kira-kira pajaknya brp ya ?
Terus kalo dapet thr = 1 bulan gaji, hitungan pajaknya gimana ?
Mungkin ngga perhitungan gaji dan THR dipisahkan, karena pembayaran gaji dan THR tidak dalam waktu bersamaan.
Terima kasih atas perhatiannya.
Jazakallah…
#3. Hi Pak Rahmat;
Dengan asumsi :
1) Status Anda Single;
2) Anda tidak memperoleh tunjangan pajak; dan
3) besarnya iuran jamsostek :
- Premi JKK/Jaminan kec kerja (0,89%) : 84.152
- Premi JKM/Jaminan Kematian (0,3%) : 28.366
- Premi JHT ditanggung Perusahaan (3,7%) : 349.844
- Premi JHT ditanggung Karyawan (2%) : 189.105
maka perhitungan PPh Pasal 21-nya sbb :
a. Penghasilan Bruto :
- Gaji Pokok : 9.455.250,-
- Premi JKK : 84.152,-
- Premi JKM : 28.366,-
Sub Total Penghasilan Bruto : 9.567.767,-
b. Pengurang penghasilan :
- Biaya Jabatan (5% or Max 108.000/bln) : 108.000
- Iuran JHT ditanggung Kary : 189.105
Sub Total Pengurang : 297.105
c. Penghasilan netto sebulan (a-b) : 9.270.662
d. Penghasilan netto setahun (c x 12) : 111.247.950
e. Penghasilan Tidak Kena Pajak/PTKP (TK) : 13.200.000 (*)
f. Penghasilan kena pajak (d-e) : 98.047.950
g. PPh terutang :
5% x 25 jt : 1.250.000
10% x 25 Jt : 2.500.000
15% x 48.047.000 : 7.207.050
Sub Total PPh terutang (Setahun) : 10.957.050
h. PPh terutang sebulan (1/12 x g) = 913.088
Jika PPh 21 ditanggung oleh karyawan, maka Take Home Pay Anda = (Rp 9.455.250 - 189.105 - 913.08
THP = 8.353.058
(*) PTKP : Jika Anda sudah menikah mendapat tambahan PTKP sebesar Rp 1.200.000; Jika Anda sudah mempunyai anak (atau agt kel lainnya yang dapat diperhitungkan max 3 org) mendapat tambahan PTKP masing2 1.200.000,-
Pada saat Anda memperoleh THR (1 bln Gaji) maka besarnya PPh 21 atas THR adalah sbb :
a. Penghasilan Bruto :
- Penghasilan Bruto Sebulanx12 (12 x 9.567.767) : 114.813.210
- THR : 9.455.250
Sub Total Penghasilan bruto setahun = 124.268.460
b. Pengurang :
- Biaya Jabatan (Setahun) Max = 1.296.000
- Iuran JHT (12 x 189.105) = 2.269.260
Sub Total Pengurang : 3.565.260
c. Penghasilan Netto (a-b) : 120.703.200
d. PTKP (TK) : 13.200.000
e. Penghasilan Kena Pajak : 107.503.200
f. PPh terutang :
5% x 25Jt = 1.250.000
10% x 25Jt = 2.500.000
15% x 50 Jt = 7.500.000
25% x 7.503.000 = 1.875.750
Sub Total PPh Terutang atas gaji dan THR : 13.125.750,- (A)
Sub Total PPh Terutang atas Gaji saja : 10.957.050,- (B)
PPh Terutang atas THR saja (A-B) : 2.168.700
Atas THR yang anda peroleh akan dipotong pajak sebesar 2.168.700; sehingga Take Home Pay atas THR Anda Rp 7.286.550
Note : Jika Asumsi besarnya iuran Jamsostek berbeda, perhitungan disesuaikan dg besarnya iuran Jamsostek yang dibayar perusahaan.
Semoga bermanfaat.
Salam,
Triyani
Salam kenal. Wah, baru tahu ada juga blog pajak yang bagus di wordpress. Semoga pajak semakin memasyarakat ya. Mohon ijin saya add ke blogroll saya.
#5. Halo Pak Dudi, Salam kenal. terima kasih telah berkunjung ke blog saya. iya nih pakai wordpress ternyata lebih mudah buat saya yang gaptek
jd blogspotnya ’saya pindahin’
mudah2an masih inget dulu beberapa kali diskusi di forum pajak :). seneng juga liat ada fiscus yang ngeblog utk berbagi semoga bermanfaat bagi banyak orang yah.
Terima kasih sudah add saya di blogroll. minta ijin utk add ke blogroll saya jg
Assalamu’alaikum Mbak,
Ijinkan saya nanya hitungan iuran jamsostek. Angka Dasar untuk menghitung prosentase iuran jamsostek itu adalah GAJI POKOK saja atau plus tunjangan-tunjangan? Terima kasih…
Salam,
Pramono
#7 Wa’alaikumussalam wr wb pak Pramono;
dalam praktek pada umumnya dasar perhitungan Jamsostek dg Gaji pokok. Maaf, saya lupa persisnya sesuai PP yang mengatur jamsostek ini berdasarkan gaji pokok atau gaji juga termasuk tunjangan tetap.
Assalamu’alaikum Mbak,
Mbak aku mau nanya tentang dampak pengaruh pajak bagi perkembangan bisnis dan ekonomi di Indonesia? Terima kasih banyak loh mbak..
Mohon bantuannya atau komentarnya mengenai adanya perubahan peraturan Atau Undang-undang PPN dan PPnBM untuk tahun 2007 ato RUU pajak yang akan datang
#9, Wa’alaikumussalam wr wb Tika. kalo kata bisnisman pajak merupakan beban dan seringkali ‘menghambat’ kegiatan usaha heheheh…. upss.. ini intermezzo aja.
anyway, terima kasih atas pertanyaannya semoga nanti ada waktu [baca : kemauan] untuk menulis mengenai hal tsb
#10, Jujurly [bahasa apa yah..??] gara-gara pembahasan RUU tidak selesai2 sejak bertahun2 lalu (hihihihihi.. hiperbolik banget) ketertarikan saya untuk mengikuti perkembangan RUU dan membahas lebih detail rasanya sudah terbang entah kemana
Hai m’bak jangan bosen baca e-mail aku…
Gimana m’bak tri udah buka member blm klu udah ada aku mau ikutan….kan klu ada komunitas enak kan bisa ketemuan (sebualan sekali aja) antar member sekaligus tukar pikiran dll …jangan kalah ama biker or ojeker yg punya grup aku juga mau…tuh.makasih
#12. Halo Mbak Sri.
Buka member untuk apa mba ? kayanya nggak dehh mba
kalau ngumpul2 diskusi dengan teman2 pajak (tax-ina) sering juga sih karena saya mengelola milis tax-ina.
Iya dech…nggak usah buka member…
Mbak aku mau tanya apa betul di UU yg baru mengenai tarif PPh atas pegawai yg ber NPWP dgn yg tdk ber NPWP ada perbedaannya?kira2x brp bsr tarif minimum u/yg tdk ber NPWP?emangnya fasilitas e-register di internet u/buat NPWP bener2x bisa digunakan?
makasih
Kayaknya mbak ini mantan orang jurangmangu ya? CMIIW…Hehehe…lam kenal mbak *salaman…ups bukan muhrim gak jadi deh*
#15. Heheheheh.. apa aku ada tampang mirip dg mantan orang jurangmangu [staner?] yah ??? gak tau kenapa sering banget terima pertanyaan senada. padahal…..sssttt.. ntar deh buat bahan posting iseng aja heheheh
terima kasih atas kunjungannya. salam kenal.
Assalamualaikum warrahmatullah wabarakatuh.
Hallo Mbak Triyani.
Ingin menginformasikan bahwa Insya Allah, tanggal 20 Januari 2008 jam 11 siang akan diadakan kopdar blogger Tangerang Di WTC Serpong. Ini merupakan undangan resmi, maaf lewat kolom komen disini. Kalo tidak berkenan, dihapus juga tidak apa-apa.
Sekian.
Wassalamualaikum warrahmatullah wabarakatuh.
salam kenal
Mbak Triyani, maaf nih tanya..
faktur pajak kami dari penjual no serinya ada yang double tetapi nominal-nya berbeda. Apakah faktur pajak tersebut dianggap cacat sehingga tidak dapat digunakan sebagai pajak masukan?
trim’s mbak sebelumnya atas pencerahannya.
salam.
#19. Seharusnya tidak boleh ada nomor faktur pajak yang double pak. Ini maksudnya FP dari suplier yang sama khan?
Jika ada FP double dari satu PKP yang sama, maka kemungkinan salah satu (atau dua2nya) merupakan FP cacat. Sebaiknya minta Penjualnya utk merubah/mengganti FP tsb pak sebelum terlambat.
salam knal mba,, *salaman*
#21. Hi Asti,
Salam kenal. *salaman jg*
Salam kenal mba.
Mo tanya nih kalau ada penerimaan pembayaran down payment gimana buka faktur pajaknya?pada saat DP juga di bukakan FP atau di gabung jadi satu pada saat terima pelunasannya?
Mohon pencerahannya..
#23. Deny;
Salam Kenal.
Pada saat penerimaan DP sudah harus buat Faktur pajak, krn dalam hal penerimaan uang lebih dulu dibanding penyerahan BKP/JKP, maka saat terutangnya PPN adalah pada saat penerimaan pembayaran.
dibuat FP tersendiri atas DP. nanti pada saat pelunasan, DP ini diperhitungkan sbg pengurang harga keseluruhan.
wah.. kesasar di blognya orang pajak.. kebetulan neh… bisa tanya-2 tapi kali laen ajah..
sekarang salam kenal dulu :))
tolong dong klo ada cara mengihutung jamsostek rumusnya
mba mau nanya siapa tau bisa bantu …mba triyani ada ga contoh perhitungan aktuaria(pencadangan uang jasa karyawan)atau kalo ga situs yang bahas masalah itu..maksh sblmnya
wassalam
#25. Salam kenal pak Cahyo. Terima kasih atas kunjungannya
#26. Cara itung jamsostek, tergantung Prosentase iuran di masing2 perusahaan. Besarnya % Iuran kali gaji yang menjadi dasar perhitungan (biasanya menggunakan gaji pokok)
#27. Maaf Pak Denny, saya tdk punya informasi ini.
Assalamualaikum
Salam kenal mbak Triyani.Mohon ijin saya add ke blogroll saya.
terima kasih
Assalamualaikum
Salam kenal mba Tri,
Salut ngliat blog yg isinya ilmu smua, manfaat bgt nich mba terutama buat karyawan dibid pajak yg baru seperti saya. (baru 3 bln kerja di KKP)
thx buat semua info n artikelnya..
#29. Wa’alaikumussalam wr wb. Silahkan di add kalau dirasa perlu. Terima kasih
#30. Salam kenal. Terima kasih. Semoga success dg pekerjaan Anda.
Mbak tryani mo nanya nih.
Kalo bloom punya NPWP tapi punya total pendapatan
diatas 30 jt setahun mesti bayar pajak juga kah?
trims
Rudy
#32. Mestinya iya. Jika penghasilan tsb berasal dari gaji, seharusnya PPh yang terutang telah dipotong oleh pemberi kerja.
Sore mbak triyatni, saya mau tanya mengenai pajak , kebetulan saya baru bekerja di perusahaan ini di tempat saya ada konsultan asing yang berasal dari satu induk perusahaan, tapi dia menikah dengan wni dan sudah punya anak 2 (status K/2) akan tetapi dia tdk memiliki npwp, sudah tinggal lebih dari 183 hari, pembayaran gaji diberikan dari tempat saya bekerja dengan metode gross up misalnya sebesar 39jt, dan angsuran pajak penghasilan yang telah dilakukan sebesar 16.022.575 setelah saya menghitung ulang dengan metode gross up ternyata angsuran pajaknya seharusnya sebesar 9.881.250, o yah dia mulai bekerja dari bulan Juni 07, yang saya mau tanyakan adalah apakah perhitungan saya tersebut sudah benar mbak?kalo memang benar atas kelebihan pembayaran yang telah dibayarkan apakah bisa saya kompensasikan ? terimakasih mbak sebelumnya
>> Maaf, reply saya ini pasti terlambat
Expatriate baru datang dan mulai kerja Jun 2007, Gaji 39 Jt, Status K/2. diberikan tunjangan pajak sebesar PPh terutang (PPh 21 di gross up). Menurut Saya, besarnya PPh 21 yang terutang utk tahun 2007 seharusnya sebesar Rp 111.027.538 (Atau Rp 15.861.077/ bulan, sejak Jun 2007 s/d Des 2007). Krn ini Expatriate maka penghasilan neto-nya disetahunkan.
salam kenal Mba,
saya deki bekerja di ASP yang ditnjuk DJP sebagai support aplikasi espt dan efiling.
kapan2 boleh ga kita sharing tentang pajak..
terimakasih
>> Salam kenal Deki. Terima kasih atas kunjungannya.
Boleh saja
wah..coba dari dulu saya tau dengan blog mba, jadi saya ga susah-susah lagi cari artikel perpajakan buat tugas kuliah saya…dan mencar persen pajak yang harus disetor kepemerintah dalam pembelian barang dalam kontrak….
>> heehehe.. lebih baik tahu blognya sekarang khan jadi lebih berkesan buat artikelnya karena berjuang lebih keras
Salam!
Senang singgah di blog, Mbak.
Aku jadi tahu banyak tentang pajak.
Ternyata ribet juga.
Ntar, aku singgah lagi buat belajar ngitung-ngitungnya.
Tabik!
>> Terima kasih atas kunjungannya. Salam kenal
Selamat malam Mbak Tri,
Saya baru surfing di web nya mbak, ijin kan saya nanya, bila sebelumnya perusahaan saya menggunakan metode perhitungan PPh 21 gross up method, sekarang di bulan Mei ini mau ganti jadi Net Method, apakah secara perpajakan sah saja? karena menurut saya hal ini belum diatur, asalkan PPh21 yang saya bayar tidak boleh menjadi biaya. akan saya koreksi fiskal secara positif. Terimakasih Mbak. Tanggapannya saya harapkan banget. Sekali lagi terima kasih.
>> terima kasih atas kunjungannya
Menurut saya perubahan tsb tidak masalah. Perusahaan (WP) punya hak dan wewenang untuk itu, dan tidak ada larangan.
contoh :
1. Jan - Maret memberikan tunjangan pajak ke karyawan (PPh 21 Gross up)
2. Mulai April merubah policy dg tidak memberikan tunjangan pajak ke karyawan, namun PPh 21 ditanggung perusahaan.
3. Atau bahkan bisa jg berubah, PPh 21 ditanggung Karyawan (dipotong dari gaji).. [kalo yang ini
mungkin kary yang complain :)]
ga ada yang salah dg keputusan (perubahan) tsb, krn metode perhitungan PPh 21 bukan termasuk dalam prinsip akuntansi yang harus dijaga konsistensinya. meskipun memang adakalanya fiscus akan menanyakan kenapa berubah dst. Cukup berikan penjelasan/alasan perubahan dan argument yang mendukung.
Salam,
Triyani
Mbak mau tanya….
gmn cara menghitung pajak secara mix…
untuk pajak bulanan saya menghitung pajak secara nett,
namun ada penghasilan yg pajaknya ingin di tanggung oleh perusahaan alias gross up. bisa kasi contoh mbak.
Tolong di balas ya mbak… Trims..
>> ya yaa.. nanti saya buat contohnya dalam posting tersendiri. maaf yaa kalo telat reply
kalau bisa ada tulisan tentang konsolidasi lahan (Land Readjusment) juga…
trims… tulisannya bagus…
>> Land readjustment itu apa yaa? saya baru denger malahan.. hiks ga gaul banget aku
Terima kasih atas kunjungan dan apresiasinya.
mbak Triyani kalau tidak keberatan minta tolong blog saya di add di blogroll. blog saya juga tentang pajak, tapi masih baru.. Trims
http://hitungpajak.wordpress.com
>>Done. Keep blogging yah
Assalamualaikum mbak?
wah hebat ya mbak tulisan2nya, mbak aq kan masih kuliah di islamic boarding college of accounting, aq mau nyari artikel tentang tax ratio di indonesia tapi kesulitan kira-kira mbak bisa bantu inne gak?
kalau bisa jazakumullah ya mbak, thanks banget,,,,,
udah sebulan inne nyari gak ada2.. kalau bisa bantu inne ni alamat email inne mbak, ine_kotasorong@yahoo.com
oh ya mbak tinggal dimana?
lam kenal aja
senang berkenalan ma orang yang pinter seperti mbak, mudah2an bisa jadi temen yang watawa saubil haq watawa saubissabr… AMIN…
>> Wa’alaikumussalam wr wb. wahh saya ga punya artikel ttg tax-ratio,
tapi coba klik ini, artikelnya pak Gunawan Setiyaji, semoga bisa membantu. http://gsetiyaji.wordpress.com/2007/09/11/ruwetnya-urusan-tax-ratio/
Amin, terima kasih atas do’anya. Semoga sukses dengan studi Anda.
Mbak Triyani kalau tidak keberatan minta tolong blog saya di add di blogroll. blog saya tentang terjemahan termasuk terjemahan soal pajak dan lain-lain.. Tapi masih baru.. Trims
>> URL-nya apa pak?