Profile
Konsultan Pajak Terdaftar (tingkat brevet C) berdasarkan surat ijin no : SI-1008/PJ./2004
Tinggal di Graha Raya - Serpong - Tangerang
Konsultan Pajak Terdaftar (tingkat brevet C) berdasarkan surat ijin no : SI-1008/PJ./2004
Tinggal di Graha Raya - Serpong - Tangerang
Personal webblog yang berisi tentang artikel dan berita dibidang perpajakan, baik yang ditulis sendiri maupun dari berbagai sumber serta opini pribadi tentang isue-isue terkini dibidang perpajakan. Selain itu, blog ini juga kadang-kadang diisi dengan cerita-cerita iseng, curhat maupun hal-hal lain yang ingin saya tulis.
Isi dari blog ini semuanya sebagian berasal dari blog lama. Artikel dan opini pribadi yang terkesan agak serius dikelompokkan dalam tag “Artikel pajak-ku“. Artikel yang bersumber dari pihak lain dikelompokkan dalam “Artikel pajak-lainnya“.
Penafsiran suatu ketentuan perpajakan dalam artikel tersebut sepenuhnya merupakan pendapat pribadi penulis yang mungkin tidak sama dengan pendapat pihak lain, termasuk petugas pajak. Resiko yang mungkin timbul akibat diterapkannya pendapat pribadi dalam blog ini -atas suatu kasus perpajakan yang mungkin mirip- dalam praktek, sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak yang menerapkan pendapat tersebut…
Tulisan yang telah dipublish dalam blog ini, termasuk artikel perpajakan seringkali diedit. Pengeditan mungkin disebabkan karena melanjutkan tulisan yang belum selesai, adanya salah ketik/salah tulis, maupun karena adanya perubahan pendapat penulis dalam menafsirkan suatu ketentuan perpajakan.
Penulis dapat dihubungi melalui email di “triyani08 [at] yahoo [dot] com”.
(keywords : Blog Pajak, Blog Perpajakan, Konsultasi Pajak, Konsultan Pajak, Pajak di Indonesia, Perpajakan Indonesia)
nggak jadi deh dah kebales di email,,,,thank ya mbak
assalamualaikum….
mba tri boleh ngrepotin ga ya….
aku mo nyusun skripsi tentang tranfer pricing….
kalo boleh aku mo make tulisan mba jadi judulnya….
opo yo…lupa aku, tentang polemik tranfer pricing dalam hal bagi saham bonus dalam MNC….
kira-kira bisa ga mba problem itu di angkat jadi judul skripsi/…. kalo bisa nurut mba gimana ya gambaran abstaksinya…..
aku penginnya seputar transfer pricing…. mohon dibantu ya mba….,
pls di bales ke email aq….
makasih sebelumnya…
emul, depok jkt
Assalamu Alaikum
Hallo mbak Tri, perkenalkan. Nama saya Faisal, kebetulan sedang tinggal and study di Switzerland (beasiswa) and nyambi juga dikit jadi kuli di sebuah research institute lokal disini and kerja serabutan lainnya yg halal.
saya nemu blog mbak setelag google soal npwp, kebetulan saya buta soal ini.
saya ada pertanyaan ttg pajak nih mbak, kebetulan beberapa hari lalu orang tua saya dapat surat dari kantor pajak.
ceritanya dimulai ketika setahun lalu, saya sempat mengirim sejumlah uang ke orang tua saya yg bermukim di Sulawesi untuk dibelikan rumah di Jakarta.
jumlah uang yg terkirim cukup lumayan bagi kami (sekita 1,1 M) and sempat beberapa bulan terendap di bank and di depositokan sambil mencari rumah yg cocok.
akhirnya oran tua menemukan rumah yg menurut mereka ideal (sampai saat ini saya belum pernah melihat rumah tsb secara langsung, hanya lewat foto) seharga kurang lebih yg jika di total biaya keseluruhan spt biaya notaris,aj and biaya balik nama, pajak perolehan hak atas tanah and bangunan dan macem-macem biaya lainnya, maka totalnya sekitar 1.1 M.
Semua surat2 rumah, and PBB rumah yg baru dibeli ,dibuat atas nama saya (sewaktu pulang ke Indonesia kami semua sempat ke notaris untuk mengurus pelimpahan hak membeli rumah atas nama saya, karena dulu Cuma punya libur 2 minggu)
kembali ke surat dari kantor pajak di sulawesi, katanya mereka menuntut agar orang tua saya punya nomor pendaftaran wajib pajak.
saya agak bingung dengan hal ini karena uang 1.1M tsb pada prinsipnya kan bukan milik orang tua saya tapi titipan dari saya. kedua uang tsb sudah dibelikan property di jakarta (yg sekarang dittinggali oleh kakak disana) and surat2 lengkap atas nama saya. menurut saya malah, kalo ada seseorang yg wajib punya NPWP maka itu adalah saya and bukan orang tua saya.
pertanyaan saya ;
1.apa sih npwp itu? wajarkah bila kantor pajak sulawesi menuntut orang tua saya mempunyai npwp karena pernah memiliki sejumlah dana yg cukup besar di rekening mereka?(sedang ayah saya adalah pensiunan dengan jumlah pensiun yg menurut beliau belum wajib utk punya npwp?—katanya udah pernah ditanyain soal perlu tidaknya dgn jumlah pension tsb punya npwp)
2. apakah saya sebagai pemilik property tsb wajib punya npwp di indonesia sedang saya sudah 5 tahunan ini bermukim di switzerland? (and maybe masih akan tinggal disini sampai beberapa tahun kedepan?) and disini juga bayar pajak penghasilan?
3. apakah selain pajak bumi dan bangunan yg dibayar setiap tahun utk property yg saya miliki) ada lagi pajak lainnya yg harus dibayarkan (let say pajak memiliki barang mewah? atau semacamnya? apakah tdk termasuk dalam PBB)
4.apakah punya NPWP berarti harus bayar sejumlah nominal tertentu ke kantor pajak?
5. kalau toh dengan punya NPWP harus bayar pajak penghasilan, berapa nominal yg harus dibayar oleh orang tua saya? (note; orang pajak yg dihubungi bilang orang tua saya wajib punya NPWP tanpa mau perduli bahwa duit tsb hanya duit titipan dr saya)
6.blognya keren..tp dasar saya buta akan soal pajak..saya nggak ngerti bacanya…wikipedia soal npwp juga nggak banyak bantu. so..pls..pls..pls..help me
7.kalo bisa pm saya di alamat email yg saya beri ya mbak…
makasih bgt udah menyediakan waktu utk membaca and menjawab pertanyaan saya
salam dr Swiss
Faisal
Assalamu Alaikum
sorry mbak 2 kali ngirim nih. emailnya tadi salah. yg ini yg bener
frizalz@gmail.com
———————————————————–
Hallo mbak Tri, perkenalkan. Nama saya Faisal, kebetulan sedang tinggal and study di Switzerland (beasiswa) and nyambi juga dikit jadi kuli di sebuah research institute lokal disini and kerja serabutan lainnya yg halal.
saya nemu blog mbak setelag google soal npwp, kebetulan saya buta soal ini.
saya ada pertanyaan ttg pajak nih mbak, kebetulan beberapa hari lalu orang tua saya dapat surat dari kantor pajak.
ceritanya dimulai ketika setahun lalu, saya sempat mengirim sejumlah uang ke orang tua saya yg bermukim di Sulawesi untuk dibelikan rumah di Jakarta.
jumlah uang yg terkirim cukup lumayan bagi kami (sekita 1,1 M) and sempat beberapa bulan terendap di bank and di depositokan sambil mencari rumah yg cocok.
akhirnya oran tua menemukan rumah yg menurut mereka ideal (sampai saat ini saya belum pernah melihat rumah tsb secara langsung, hanya lewat foto) seharga kurang lebih yg jika di total biaya keseluruhan spt biaya notaris,aj and biaya balik nama, pajak perolehan hak atas tanah and bangunan dan macem-macem biaya lainnya, maka totalnya sekitar 1.1 M.
Semua surat2 rumah, and PBB rumah yg baru dibeli ,dibuat atas nama saya (sewaktu pulang ke Indonesia kami semua sempat ke notaris untuk mengurus pelimpahan hak membeli rumah atas nama saya, karena dulu Cuma punya libur 2 minggu)
kembali ke surat dari kantor pajak di sulawesi, katanya mereka menuntut agar orang tua saya punya nomor pendaftaran wajib pajak.
saya agak bingung dengan hal ini karena uang 1.1M tsb pada prinsipnya kan bukan milik orang tua saya tapi titipan dari saya. kedua uang tsb sudah dibelikan property di jakarta (yg sekarang dittinggali oleh kakak disana) and surat2 lengkap atas nama saya. menurut saya malah, kalo ada seseorang yg wajib punya NPWP maka itu adalah saya and bukan orang tua saya.
pertanyaan saya ;
1.apa sih npwp itu? wajarkah bila kantor pajak sulawesi menuntut orang tua saya mempunyai npwp karena pernah memiliki sejumlah dana yg cukup besar di rekening mereka?(sedang ayah saya adalah pensiunan dengan jumlah pensiun yg menurut beliau belum wajib utk punya npwp?—katanya udah pernah ditanyain soal perlu tidaknya dgn jumlah pension tsb punya npwp)
2. apakah saya sebagai pemilik property tsb wajib punya npwp di indonesia sedang saya sudah 5 tahunan ini bermukim di switzerland? (and maybe masih akan tinggal disini sampai beberapa tahun kedepan?) and disini juga bayar pajak penghasilan?
3. apakah selain pajak bumi dan bangunan yg dibayar setiap tahun utk property yg saya miliki) ada lagi pajak lainnya yg harus dibayarkan (let say pajak memiliki barang mewah? atau semacamnya? apakah tdk termasuk dalam PBB)
4.apakah punya NPWP berarti harus bayar sejumlah nominal tertentu ke kantor pajak?
5. kalau toh dengan punya NPWP harus bayar pajak penghasilan, berapa nominal yg harus dibayar oleh orang tua saya? (note; orang pajak yg dihubungi bilang orang tua saya wajib punya NPWP tanpa mau perduli bahwa duit tsb hanya duit titipan dr saya)
6.blognya keren..tp dasar saya buta akan soal pajak..saya nggak ngerti bacanya…wikipedia soal npwp juga nggak banyak bantu. so..pls..pls..pls..help me
7.kalo bisa pm saya di alamat email yg saya beri ya mbak…
makasih bgt udah menyediakan waktu utk membaca and menjawab pertanyaan saya
salam dr Swiss
Faisal
#1.. heheheh.. ga jadi kok comment disini tho..
#2. Emul; boleh saja kalau mau pakai tulisan saya sbg referensi. tapi kalau soal transfer pricing.. itu bukan tulisan saya lho.. tag-nya artikel pajak lainnya khan? jadi “hak ciptanya” ada pada penulis asli. saya rasa ngga masalah di kutip, asal di cantumkan sumbernya.
#3, 4. waduhh.. pertanyaannya panjang.. tunggu yah.. butuh waktu buat nulis jawabannya
Terima kasih telah berkunjung ke blog saya.
mbak Triyani, perkenalkan nama saya daeni, wanita 35 tahun. saya sangat tertarik dengan websitenya mbak Triyani dan saya rasa saya perlu belajar banyak dari mbak. Boleh saya kirim email secara langsung ke mbak atau mungkin nomor telpon mbak jika mbak tidak keberatan?
Terima kasih sebelumnya,
daeni
#6 Salam Kenal Mba Daeni. Terima kasih telah berkunjung ke blog saya. Kita sama2 masih perlu belajar banyak kok mba dari siapapun. Saya bisa di hubungi via email di triyani08[at]yahoo[dot]com
Assalamu Alaykum Wr. Wb.
Salam Kenal Mbak triyani, saya Fathia Saat ini status saya sebagai karyawan di sebuah Perushaan Swasta dan baru memulai usaha dengan suami di bidang printing . Ijin Usaha lengkap serta memiliki NPWP. Permasalahan saya adalah sebagai beriku :
1. Barang yang saya supply.jual ke Misal “PT A” tidak ada Pajak Masukan dari proses pembelian material-proses-output
sementara dari Pihak PBKP minta dikeluarkan Faktur Pajak Standar utk penjualan tersebut .
2. “PT A” diatas yang saya maksud adalah Perusahaan di Kawasan berikat (EPTE) yg notabene dibebaskan dari PPN sesuai dgn Keputusan Menteri Keuangan
2. Dengan kondisi tersebut diatas Saya dapat mengeluarkan Faktur Pajak Standar dengan Kode : 07 ( yakni tujuan jual utk PBKP yg bebas PPn ) dengan Stamp ” PPn/PPnBm tidak dikenakan sesuai dgn KepMenKeu”
Pertanyaan Saya :
~ Jika Barang yg saya Jual tidak ada Pajak masukan, apakah saya tetap diwajibkan atas PPn (penjualan) ?
~ Berapakah minimum Nominal atas Penjualan Barang yg dikenakan Ppn ?
~ Bagaimana Cara Pelaporan PPn Nihil , dgn menggunakan Form ?
Saya mohon pencerahan dari Mbak Triyani. Karena pengetahuan saya mengenai Pajak sangat minim.
Wassalam,
Fathia
Ps : Apakah saya bisa direct konseling dengan mbak triyani via e-mail ?
Assalamu’alaikum
Salam kenal mbak…
Web blognya sangat bermanfaat sekali, apalagi seperti saya orang teknik gak begitu ngerti masalah perpajakan.
keren bLog nya,, sangat bermanfaat buat saya..
#8. Jawaban atas pertanyaan Anda, insya Allah saya akan kirim via japri.
#9. Wa’alaikumussalam wr wb. Salam kenal pak Nanang. Terima kasih telah berkunjung ke blog saya.
Hmmm.. enaknya jadi orang teknik (background pendidikan teknik), lebih mudah belajar ilmu sosial/ekonomi seperti perpajakan misalnya.. sebaliknya kalau orang dg background pendidikan ekonomi/sosial.. susah belajar teknik heheehh.. kidding pak.
#10. Terima kasih atas kunjungannya Rifky, semoga succes dg study Anda. [Re : Email japri], mohon maaf saya blm bisa bantu hal tsb. untuk referensi kursus di jatim coba hubungi IAI wilayah (di Surabaya).
salam kenal bu
Assalamu’alaikum
Ibu Triyani, salam kenal,
saya juga mau tanya tentang pajak, tapi nanti dulu deh
siapa tahu sudah ada jawabannya di blog ini
Wassalam
12. Salam Kenal Pak Anggara, Terima kasih atas kunjungannya.
Boleh yaa pak kalau nanti saya tanya2 tentang masalah hukum
13. Wa’alaikumussalam wr wb.
Salam Kenal pak. Terima kasih atas kunjungannya.
Semoga pertanyaan Anda sudah ada jawabannya
Halo mbak Tri, blognya bagus dan sangat memberi manfaat! Selamat ya…
#15. upsss… ada om BR mampir ke blog aku..
apa kabar nih pak, udah lama jarang ngobrol (emang pernah hehehe?
Thanks alot pak atas kunjungan dan apresiasinya
saat blogwalking, wah seneng neeh ‘nemu-in’ konsultan pajak. makasih ilmunya mbak. sukses dengan spesialisasinya..aku di HIKMAH..salam kenal
#17. Terima kasih atas kunjungannya. Salam kenal.
Amin. Semoga kita sama2 sukses.
Lha, ini halaman apa? kok isinya cuma komentar thok?
#19. heheheh.. ga tau jg kenapa di halaman kosong ada yg mau buka dan kasih komentar..
, so.. ga perlu tipu-tipu demi trafik hihihihi *nyindir mode ON* 
Pagi, mbak
Saya mau minta informasi tentang kewajiban & hak perpajakan sebagai pihak pembeli atas pungutan PPH Ps. 22 yang di pungut oleh Badan Usaha Tertentu (Pt. Indocement).
Apakah bukti potong yang saya terima itu harus saya laporkan atau cukup saya simpan ?
form pajak yang mana yang harus saya gunakan untuk melaporkan bukti potong PPh Ps.22 bersangkutan ?
Terima kasih banyak atas bantuan nya
Thanks,
Yohanes
#21. Dear Pak Yohanes,
Bukti Pemungutan PPh 22 (yg tidak final) dapat dikreditkan dalam SPT Tahunan PPh Badan. Sementara disimpan dulu, nanti pada saat menyampaikan SPT Tahunan dimasukkan dalam daftar kredit pajak. Biasanya akan diminta pada saat dilakukan pemeriksaan pajak.
Salam,
Triyani
pagi mbak tri.
mbak saya mau tanya tentang peraturan baru untuk pengembang perumahan nanti akan dikenakan pph final 5% saya cari peraturannya tidak ketemu ya.. bisa tau gak ya mbak peraturannya nomor berapa?
terima kasih
susanto
# 23, sepertinya PP mengenai hal tsb belum terbit.
mbak, tulisannya mbak tri kan sudah sering dimuat di majalah jurnal perpajakan, saya sendiri belum pernah baca/lihat majalah tsb, jadi masalahnya begini mbak, kantor saya ditelpon oleh seorang bapak yg mengaku dr kantor pajak dan minta partisipasi perusahaan saya untuk “mencantumkan nama perusahaan” di salah satu halaman majalah tsb dengan membayar sejumlah uang sesuai besarnya space halaman , karena majalah tsb gratis dan fungsinya utk sosialisasi perpajakan di indonesia. Yg jadi pertanyaan saya, apakah benar dalam majalah tsb terdapat halaman-halaman khusus utk perusahaan? Karena saya pernah dengar beberapa kasus penipuan dengan mengatasnamakan perusahaan penerbit yellow pages. Jadi sebelum saya bertemu muka langsung dr pihak mereka (dan menanyakan beberapa hal utk meyakinkan saya), saya ingin memastikan hal ini dari mbak tri. Terima kasih sebelumnya.
#25. wahh.. itu dulu mba.. waktu saya masih rajin ngirim tulisan ke JPI (Jurnal Perpajakan Indonesia); udah lama ga lagi
, skrg kalo sempet nulis masukin di blog saja 
majalah JPI dijual mba. sama seperti media2 lainnya.
mengenai tawaran ‘iklan’ yg Anda terima, itu sama saja dg “penjual space iklan”; jika perusahaan Anda memang berminat utk memasang iklan dan sesuai budget perusahaan tdk ada salahnya. Saya tdk yakin penelopon tsb benar dari kantor pajak. kalopun benar org tsb dari ktr pajak, mestinya tdk ada kebijakan kantor pajak mengenai hal tsb. Anda benar, harus cross cek hal2 semacam ini, jangan mudah percaya dg penelepon yang mengaku2 dari instansi tertentu dan memaksa perusahaan Anda (kita) utk melakukan hal yang tidak seharusnya
Mau comment di pajak jelas saya gak pinter pajak, jadi ngisi buku tamu aja deh. Mbak makasih atas segala do’a untuk saya selama ini.
-Ade-
eh ada Ade di sini, kok belum nongol di oot ? udah masuk or masih di rumah ? ntar fordis ke-2 harus ikut loh…
wahh.. senangnya dikunjungi selebblog hehehe..
Semoga makin sehat yaa mba. Thanks atas kunjungannya
Salam,
Triyani
Salam kenal mbak Triyani.
Terima kasih atas kunjungannya.
Salam sukses.
Dear mbak triyani,
salam kenal,senang kunjungi blog mbak.
Mbak saya mau tanya, boleh? perusahaan saya bergerak paja jasa konsultan bisnis dan management,akhir2 ini kami mendapatkan projec dari LN dan akan mendapatkan fee/pendapatan.yang saya mau tanyakan, bagaimana perlakuan untuk fee/pendapatan dari LN tsb,apakah cukup dengan memotong 4.5% seperti pendapatan yang kami lakukan seperti biasa?. terima kasih
#30. Terima kasih pak Triwoko. Semoga kita sama2 sukses. Amin.
#31. Atas pendapatan jasa konsultan yg diterima/diperoleh dari LN tsb bukan merupakan obyek PPh 23, shg tidak boleh dipotong PPh 23.
Namun karena menyangkut transaksi antar dua negara, sebaiknya mengacu pada tax treaty (jika berasal dari negara treaty partner). Pemotongan pajak di Luar Negeri, tergantung tax treaty atau aturan domestik LN tsb, siapa tahu di negara tsb jg menganut asas withholding tax seperti disini.
alow mbak triyani,
salam kenal ya,saya mau belajar pajak nih ma mbak..
maklum masih buta pajak he he he…
saya mau nanya, kantor saya bergerak di Production House di bidang jasa perfilman iklan, perusahaan saya ada kontrak dengan klien membuat film dengan nilai kontrak 2,5 milyar,
saya membuat invoice senilai 2.5 milyar, tetapi klien meminta potongan 500 juta untuk mereka (klien)
yg saya tanyakan adalah itu yg 500 juta saya bikin pajak nya ke pph mana …dan bagus nya yg 500 juta saya bukukan sebagai apa…
terima kasih sebelum nya ya mbak triyani
budi moral
allow pak Budi;
jika 500 juta-nya merupakan Potongan harga, maka bisa dibukukan sebagai discount. Jangan lupa dalam faktur pajak juga dicantumkan nilai discount tsb.
Atas discount tsb tidak perlu dipotong PPh.
Lain lagi jika ternyata 500juta tsb sesungguhnya bukan merupakan discount, tapi Agency fee, misalnya.
btw, sepertinya dlm blogroll Anda ada salah tulis link blog saya.
Mbak sharing aja tapi tolong direspon cepet ya, soalnya lagi nanggung bikin spt bos neh.
Bos tuh kan karyawan asing, dia kerja gak setahun, april dah keluar. Nah karena balik ke ln kan di spt pph 21 disetaunkan to.. Ya tau sendirilah.. pasti pajaknya jadi besar.
Nah kesulitannya adalah ketika bikin spt pph 1770 s, nah..kok gak akomodir yang disetaunin ya.
Bos gak mau tuh beda ama 1721 a1, yang nihil, tapi di spt 1770 s kan jadinya lb, dia nggak mau LB gimana caranya ya mbak.
Jadi gimana mbak?
>> Wah.. maaf nih, saya telat sekali reply pertanyaan Anda. Penghasilan yang harus diisikan dalam SPT 1770-S adalah julmlah penghasilan netto sebenarnya, tidak disetahunkan; hanya saja jumlah PPh terutang dihitung berdasarkan penghasilan neto yang telah disetahunkan. Dengan demikian PPh yang terutang akan sama dg PPh 21 yang telah dipotong. ga ada lebih bayar khan?
Assalamualaikum mbak Triyani,
Saya mau nanya nech mbak tentang bukti potong pph-23 non final. perusahaan kami perusahaan kostruksi dan memotong pph 23 ke customer kami dan mereka memberikan bukti potong pph23 yang asli kepada perusahaan kami, pertanyaannya, kadang ada beberapa customer yang suka telat kasi bukti pemotongan pph23 ke kami, bahkan untuk invoice di akhir tahun 2007, mereka baru bisa memberikan kepada kami pada bulan April 2008 dengan alasan2 tertentu atas keterlambatannya. Gimana itu mbak??? kan udah harus dilapor SPt tahunannya di Maret 2008..bagaimana masalah pengkreditan pajak di SPT badan tahun 2007??? Tolong diberikan pencerahan ya mbak. Terimakasih sebelum dan sesudahnya.
>> Kalo Bukti potong yang telat diterima tsb akan dikreditkan, Anda harus membuat pembetulan SPT Tahunan. kalau ga mau pembetulan, terpaksa PPh yang telah dipotong tsb tdk dapat dikreditkan, kecuali kalo saat pemeriksaan pajak pemeriksanya mau koreksi negatif dan memperhitungkan tambahan kredit pajak tsb…
Ass. Wr. Wb.
Selamat siang Mba,,apa kabar??
Saya Firmansyah, 22 thn tinggal di Pamulang – Kab. Tangerang. Saya bekerja di sebuah perusahaan swasta nasional di bagian Accounting & Tax Dept dan saat ini saya melanjutkan pendidikan S1 (Ekstensi) Adm. Fiskal di UI – Depok. Informasi yang diberikan di blog Mba bagus untuk menambah wawasan saya mengenai perpajakan, terutama info-info penting yang update. Seandainya saya ingin konsultasi, baik itu untuk urusan kantor atau kuliah, seperti skripsi, paper atau makalah tolong di bantu ya Mba…
Terima kasih…
Firmansyah
>> Wa’alaikumusalam wr wb. Terima kasih atas kunjungannya. Kalau mau konsultasi boleh saja.. khan memang kerjaan saya sbg konsultan. Tapi, syarat dan ketentuan berlaku. lho?
Assalamualaikum
Saya Budiman. mau nanya nih mba..Ada artikel tentang pajak pelayaran gak? cara pelaporan bulanan hingga SPT tahunannya.
Thanks
>> Wa’alaikumussalam wr wb. Maaf ga ada artikel dimaksud :). Cara pelaporan, hampir sama saja seperti WP pada umumnya.
Mbak Tri, salam kenal ya.
Aku tadi kebetulan nemu blognya Mbak dan baca mengenai penghapusan NPWP. Waduh cucok banget tuh, ayah aku sudah meninggal Maret 1997 dan aku dah berkali-kali kirim surat untuk pencabutan NPWPnya tapi baru dapat tanggapan 1x di bln des 2004 yang isinya minta aku untuk bersabar sampai surat pencabutan keluar. Habis itu ga da apa2 lagi sampai sekarang.
Waktu itu aku kirim surat2nya ke KPP.
Kalau aku baca UU no. 28 pasal 2 ayat 6, permohonan diajukan ke Dirjen Pajak apa betul ? Kalau betul ditujukan ke siapa / bagian apa ya ?
Tolong Mbak, aku bingung banget ngurusin pencabutan ini.
Terimakasih banyak ya.
>> Mba Ningsih; Permohonan penjabutan dimasukkan ke KPP tempat almarhum Ayah Anda terdaftar (via loket TPT)
assalamualaikum mbak triyani
saya mo tanya mbak,dimana saya bisa ngecek ijin praktek konsultan pajak baik dari dirjen pajak maupun dari ikpi,karena saya ingin menggunakan jasa konsultan….
dan bisa tidak saya melihat daftar konsultan pajak yg telah memiliki ijin praktek dari website pajak….
serta SE/KMK yg memuat lampiran nama konsulta pajak tsb…
harap kirim balasan ke email saya
nind4h@yahoo.co.id
please bantu saya mbak…atas bantuannya saya ucapkan terima kasih banyak,
wassalam,
wassalam,
>> Salah satunya bisa via http://ortax.org ada direktori konsultan pajak.
dulu sih IKPI pernah menerbitkan buku daftar anggota. tapi sudah lama saya ga dapat info lagi.
assalamualaikum….
perkenalkan mbak, saya DODOK 19 tahun….
saya anak prodip DI dan sekarang sedang magang….
saya magang di kanwil Manado…
blm modern c, tapi ya gitu…
jujur nih, orang tua saya saja blu pernah kasih duit segitu banyak…
tapi begitu masuk sini semuanya seperti mimpi yang terwujud, baru2 ini saya (angkatan saya) mendapdat uang rapelan…. yah lumayan….
tapi menurut saya, saya belum berbobot tentang masalah pajak…. jadi, maksud saya, saya bisa berbincang2 dengan mbak sekaligus menambah pengetahuan saya…
untuk perkenelan saja, saya belum bisa mengisi SPT masa dan Tahunan…. apalagi yang laen2….
trima kasih….
priambodo.arief@gmail.com
>> Seneng donk banyak duit skrg hehehehe.
Terima kasih atas kunjungannya
Saat ini anda bekerja di kanwil DJP , tentunya bisa jg belajar pajak dan langsung praktek di kantor
Mbak Triyani,
Blognya sangat padat dan informatif. Terus berkarya Mbak..
Saya dan beberapa teman sedang mencari informasi tentang status wajib pajak kami dan kaitannya dengan kewajiban pelaporan SPT tahunan. Mohon penjelasan kalau berkenan.
Kami punya NPWP sewaktu bekerja di Indonesia. Kami karyawan yang tinggal dan bekerja di Australia sejak 2 tahun lalu dan berniat tinggal dan bekerja lebih lama disini.
Pertanyaannya:
1. apakah kami termasuk wajib pajak luar negeri dan non-BUT dimana kami tidak wajib melaporkan SPT tahunan?
2. Kalau perlu lapor SPT, berarti hanya ada penghasilan luar negeri, bagaimana perhitungan pajaknya?
3. Ada saran yang menganjurkan untuk menonaktifkan/menghapuskan NPWP karena sudah tinggal di luar negeri. Apakah ini saran yang baik? Kalau ya, bagaimana caranya.
Terima kasih banyak sebelumnya.
Salam,
Lim
Halo Mbak Tri,
Blog-nya bermanfaat banget terutama buat orang-orang yang baru mendalami pajak seperti saya ini.
Mbak Tri, ada yang mau saya tanyakan :
Ibu saya, Janda beranak 4. Masing-masing berumur : 36, 33, 31 dan 20. Sekarang ini Buka usaha kecil-kecilan di rumah berupa Rental Permainan anak ( Playstation )
Ibu saya tiap tahun buat SPT Tahunan, yang saya ingin tanyakan
mengenai JENIS USAHA DAN KLU yang harus saya isi di SPT tahunannya. Trus kalo memakai norma penghitungan, kena berapa persen yah ? Soal nya saya cari dalam Daftar Pemakaian Norma kok tidak ada Jasa Penyewaan Permainan.
Sebelumnya saya ucapkan Terima kasih.
Salam,
Weny
Assalamulaikum Mb Tri,
Salam kenal ya… akhirnya saya menemukan juga tempat untuk bertanya-tanya lebih banyak soal pajak, mudah2an mb bisa ngebantu saya, soalnya kalau minta bantuan langsung ke KPP lebih sering tidak mendapatkan jawaban yg jelas mengenai pertanyaan-pertanyaan saya.
Mb, saya bekerja di perusahaan yg bergerak di bidang internet. selama ini kita membeli jasa internet lagi dari dalam negri (pihak k-3) dimana dikenakan Ppn dn kita potong pph 23 pd mereka, tpi semenjak ada peraturan Ditjen Pajak no PER70/PJ/2007 ttg revisi pemotongan atas jasa dalam negri (pph psl 23)(1) Jasa internet dibebaskan dari potongan Pph 23.
yang mau saya tanyakan, bagaimana kalau kita membeli dari luar negri dgn kondisi (harga tidak ada Ppn-nya, qt tdk bisa potong memperhitungkan sbg pajak masukan) dan bagaimana dgn Pph 23 nya? apakah peraturan yg baru ini juga berlaku untuk vendor dari luar negeri?
Terima kasih banyak atas informasinya ya mb.
HHmmm … ini moment yang tepat ini …
Saya tinggal di daerah sekitar Pondok Cabe …
Kira-kira kantor pajak mana ya .. yang enak untuk masukin SPT tahunan …
Baru pertama kali nih saya …
tgl 31 batesnya kan ?
Makasih ..
dan salam kenal
http://theordinarytrainer.wordpress.com
Ass.wr.wb.
Halo Ibu Triyani…
Wuah… udah buka praktek ya..
Sukses ya….
Masih aktif di Sunda Kelapa ?
Assalamualaikum Mba Tri….
Salam kenal dan langsung aja ya mba… kira2 pernah menulis tentang faktor2 apa yang membuat WP (OP/Badan) mengajukan keberatan atas suatu SKP ga mba? Kalo mba tahu mohon informasinya.
Terima kasih mba….
Assalamualaikum…
Saya belum sempat lapor pajak ni, klo saya mau kirim SPT lewat Pos, bisa mba? apa saja yg mesti saya kirimkan, dan ditujukan kpd seksi apa? lalu tanda terimanya gimana?
mohon bantuannya mba….
terimakasih
Assalamualaikum…
Sebelumnya salam kenal ya Mbak Tri.
Saya pengen sekali memahami perpajakan di indonesia, tp klo ikut kursus biayanya mahal dan makan waktu.
saya ingin belajar secara otodidak saja. minimal utk saya memahami bagaimana ya mbak?
atau mbak tri punya modul apalah utk saya dpt memperolehnya, krn saya sangat ingin tahu pajak.
Ass.Wr.Wb.
Bu, mohon bantuan perihal contoh Lap.SPT Tahunan Rumah Sakit (atau referensi di mana saya harus mendapatkannya).
Hatur nuhun pisan…Bu..
Wass.Wr.Wb.
Assalamualaikum wr. wb.
Salam kenal..
Mbak tri mau ngerepotin ni. Saya awam dengan pajak dan istilah-istilahnya. saya sedang belajar pajak pph 21. Apakah mbak punya contoh2 cara perhitungan pajak baik untuk karyawan borongan, tetap , expatriat beserta bonus yg di dapatkan karyawan tersebut. ataupun perhitungan pajak bagi karyawan yang masuk di tengah tahun atau keluar di tengah tahun.
Mohon bantuannya
Sebelumnya saya ucapkan terimakasih.
Wassalamualaikum wr.wb.
makasih banyak karena telah membantu tugas-tugas dan menambah pengetahuan
Mbak Tri, maaf ditulis lagi takutnya saya salah nulis kolom.
mbak,kantorku perusahaan baru,kartu npwp terbit tgl 29 feb 08,lagi mau bikin laporan pajak bulanan nih,ada beberapa pertanyaan:
1.KPP di kebayoran lama - brp kode cabangnya ya itu u/ pengisian form 1195,krn belon ada penjualan jadi Nihil semua kan diisinya?betul tidak,mbak?
2.ijin sentralisasi bisa dilihat di mana ya,di srt ket terdaftar/kartu npwp ga ada?
3.bagaimana dgn NPPKP?efeknya apa kalo ga daftar sekarang?kalo belum di atas 600jt,ktnya ga perlu bikin NPPKP?
4.Untuk menerbitkan faktur pajak,kode dan nomor serinya gimana?
5.laporan spt masa pph21 yg hrs dilaporkan tiap bulan formnya cuma SPT masa PPh21&26 aja kan?kalo daftar bukti potong dan bukti potong PPh21&26,dilaporkan kapan?tahunankah?
7.tambah lagi ya mbak,kalau ntuk merek usaha kl di srt ket terdaftarnya kosong,ga perlu diisi ya di form 1195 nya?lalu kl jenis usahanya cuma ditulis perdangangan besar lainnya di srt ket terdaftar,di form 1195 ditulis misalnya:perdagangan komputer?
8.lalu ada form2 lain tdk yg perlu dibuat tiap blnnya ya?
terima kasih atas perhatiannya,maaf banyak pertanyaannya,udah pernah tanya ke ktr pjk tp penjelasannya kurang memuaskan(ngambang) gitu lho,kalau mba berkenan,bisa kirimkan jawabannya ke email saya di @gmail.com.Sekali lagi,thanks dan senang menemukan blog mbak.
Mbak Tri makasih banyak ya atas infonya.
Salam
Ass wr wb
bisa kerjasama untuk membantu client diperpajakan.
saya cukup pengalaman di perpajakan tapi karena kesibukan belum sempat mengurusi ijin, akan tetapi saya punya client sekarang ini dalam proses banding. saya terbentur untuk sidang harus menunjukkan surat ijin, bisa dibantu ..
Wasalam
Ahmad Husin Aprianto
Wa’alaikumussalam wr wb..
, terima kasih sebelumnya. saya contact via japri ya pak.
Kerjasama?.. Bisa sekali pak
Salut sama mbak triyani yang upto date banget soal perpajakan. Mungkin ngalahin pegawai2 pajak kali ya. he..he..he..
Saya cuma mau ngucapin salam kenal aja. Senang ada orang yang begitu care mensosialisasikan pajak ke tengah masyarakat.
Semoga sukses dan bermanfaat buat semuanya.
salam
>> terima kasih atas kunjungan dan apresiasinya. Salam kenal pak.
ehh iya.. btw, yang paling update soal aturan tentunya yang menerbitkan aturan tsb.. rasanya tiap hari ada saja yang baru heheheh..
Selamat siang, mbak triyani. Saya mau ucapin salam kenal…Saya sering banget browsing ke web mbak tri…Eh, sepertinya saya sering melihat mbk triyani ada di Adena Loh..saya merasa gak asing.Benarkah? Saya bisa curhat2 langsung ke rumah dong? :). Wah pokok’e top buanget lah mbak…sukses selalu
Komunitas GRA 2 SR: 18/10
(boleh gak mbak via e.mail)
>> Waahhh.. Suprised nih… Ada tetangga yg lebih sering berkunjung di rumah maya daripada rumah tinggal hehhehe. Terima kasih jg karena sudah mengenali saya. Iya , betul bu, saya salah satu warga adena…
tapi maaf mungkin saya masih kurang gaul jadi blm kenal dg bu Ranti. (hmmm… perasaan sih sudah sering “beredar” di seputar adena). Ditunggu di SA07/03 (aka. warung, agen laundry dan aqua hehehhehe )
Ass.wr.wb
Salam kenal mbak try,sangat senang sekali baca blog mbak try yang sangat bagus2, dan cara pemecahan masalah sangat baik sekali,mbak boleh tanya nich.mbak dalam spt persh terdapat pos rugi kurs yang berasal dari ayat silang rek US$ ke rek Rupiah,apakah dalam menghitung angsuran pph psl 25 harus dikeluarkan(dikoreksi)?,dan ini terjadi berulang -ulang ( jan - des),kalau saya melihat kep 537.pj/2000 ini termasuk penghasilan teratur dan bukan dari utang/piutang.mohon pencerahannya mbak,terima kasih
Wassalam.
>> Wa’alaikumussalam wr wb.
Terima kasih atas kunjungan dan apresiasinya.
Pada dasarnya adalah apakah selisih kurs tsb merupakan kriteria penghasilan/kerugian yang teratur atau tidak. Jika merupakan kriteria penghasilan/kerugian teratur maka dalam menghitung PPh 25 penghasilan/kerugian tsb tidak perlu dikeluarkan. Sebaliknya jika merupakan kriteria penghasilan/kerugian tdk teratur, dalam menghitung PPh 25 harus dikeluarkan.
Salam kenal, mbak
saya mau tanya kenapa sih, kantor pajak sering sekali mengganti peraturan perpajakan? mana setiap pergantian sepernya menyusahka orang lain.
>> Salam kenal Fifi.
hehehh.. pajak khan berusaha mengikuti perkembangan jaman juga perkembangan dunia bisnis. yaa kadangkala perubahan tsb memang merepotkan, tapi banyak juga perubahan yang sebetulnya tujuannya untuk memudahkan wajib pajak jg, hanya saja yang namanya perubahan khan butuh adaptasi. Dg kondisi seperti ini, kita memang dituntut untuk selalu update dan selalu belajar.
Saya pusing sama Form-form isian untuk pajak. Salam.
>> ada petunjuk pengisiannya kok pak
Salam kenal dan terima kasih atas kunjungannya.