Triyani’s Weblog

Tax Blogging and Sharing

Profile

Konsultan Pajak Terdaftar (tingkat brevet C) berdasarkan surat ijin no : SI-1008/PJ./2004.  Anggota IKPI dan Pemegang Ijin Kuasa Hukum Pengadilan Pajak. 

Tinggal di Graha Raya – Serpong – Tangerang.

154 Komentar »

  1. nggak jadi deh dah kebales di email,,,,thank ya mbak

    Komentar oleh wahyu | Desember 4, 2007 | Balas

  2. assalamualaikum….
    mba tri boleh ngrepotin ga ya….
    aku mo nyusun skripsi tentang tranfer pricing….
    kalo boleh aku mo make tulisan mba jadi judulnya….
    opo yo…lupa aku, tentang polemik tranfer pricing dalam hal bagi saham bonus dalam MNC….

    kira-kira bisa ga mba problem itu di angkat jadi judul skripsi/…. kalo bisa nurut mba gimana ya gambaran abstaksinya…..

    aku penginnya seputar transfer pricing…. mohon dibantu ya mba….,

    pls di bales ke email aq….

    makasih sebelumnya…
    emul, depok jkt

    Komentar oleh emul | Desember 4, 2007 | Balas

  3. Assalamu Alaikum

    Hallo mbak Tri, perkenalkan. Nama saya Faisal, kebetulan sedang tinggal and study di Switzerland (beasiswa) and nyambi juga dikit jadi kuli di sebuah research institute lokal disini and kerja serabutan lainnya yg halal.
    saya nemu blog mbak setelag google soal npwp, kebetulan saya buta soal ini.

    saya ada pertanyaan ttg pajak nih mbak, kebetulan beberapa hari lalu orang tua saya dapat surat dari kantor pajak.

    ceritanya dimulai ketika setahun lalu, saya sempat mengirim sejumlah uang ke orang tua saya yg bermukim di Sulawesi untuk dibelikan rumah di Jakarta.
    jumlah uang yg terkirim cukup lumayan bagi kami (sekita 1,1 M) and sempat beberapa bulan terendap di bank and di depositokan sambil mencari rumah yg cocok.

    akhirnya oran tua menemukan rumah yg menurut mereka ideal (sampai saat ini saya belum pernah melihat rumah tsb secara langsung, hanya lewat foto) seharga kurang lebih yg jika di total biaya keseluruhan spt biaya notaris,aj and biaya balik nama, pajak perolehan hak atas tanah and bangunan dan macem-macem biaya lainnya, maka totalnya sekitar 1.1 M.
    Semua surat2 rumah, and PBB rumah yg baru dibeli ,dibuat atas nama saya (sewaktu pulang ke Indonesia kami semua sempat ke notaris untuk mengurus pelimpahan hak membeli rumah atas nama saya, karena dulu Cuma punya libur 2 minggu)

    kembali ke surat dari kantor pajak di sulawesi, katanya mereka menuntut agar orang tua saya punya nomor pendaftaran wajib pajak.

    saya agak bingung dengan hal ini karena uang 1.1M tsb pada prinsipnya kan bukan milik orang tua saya tapi titipan dari saya. kedua uang tsb sudah dibelikan property di jakarta (yg sekarang dittinggali oleh kakak disana) and surat2 lengkap atas nama saya. menurut saya malah, kalo ada seseorang yg wajib punya NPWP maka itu adalah saya and bukan orang tua saya.

    pertanyaan saya ;
    1.apa sih npwp itu? wajarkah bila kantor pajak sulawesi menuntut orang tua saya mempunyai npwp karena pernah memiliki sejumlah dana yg cukup besar di rekening mereka?(sedang ayah saya adalah pensiunan dengan jumlah pensiun yg menurut beliau belum wajib utk punya npwp?—katanya udah pernah ditanyain soal perlu tidaknya dgn jumlah pension tsb punya npwp)

    2. apakah saya sebagai pemilik property tsb wajib punya npwp di indonesia sedang saya sudah 5 tahunan ini bermukim di switzerland? (and maybe masih akan tinggal disini sampai beberapa tahun kedepan?) and disini juga bayar pajak penghasilan?

    3. apakah selain pajak bumi dan bangunan yg dibayar setiap tahun utk property yg saya miliki) ada lagi pajak lainnya yg harus dibayarkan (let say pajak memiliki barang mewah? atau semacamnya? apakah tdk termasuk dalam PBB)

    4.apakah punya NPWP berarti harus bayar sejumlah nominal tertentu ke kantor pajak?

    5. kalau toh dengan punya NPWP harus bayar pajak penghasilan, berapa nominal yg harus dibayar oleh orang tua saya? (note; orang pajak yg dihubungi bilang orang tua saya wajib punya NPWP tanpa mau perduli bahwa duit tsb hanya duit titipan dr saya)

    6.blognya keren..tp dasar saya buta akan soal pajak..saya nggak ngerti bacanya…wikipedia soal npwp juga nggak banyak bantu. so..pls..pls..pls..help me

    7.kalo bisa pm saya di alamat email yg saya beri ya mbak…

    makasih bgt udah menyediakan waktu utk membaca and menjawab pertanyaan saya

    salam dr Swiss

    Faisal

    Komentar oleh Faisal | Desember 4, 2007 | Balas

  4. Assalamu Alaikum

    sorry mbak 2 kali ngirim nih. emailnya tadi salah. yg ini yg bener

    ———————————————————–
    Hallo mbak Tri, perkenalkan. Nama saya Faisal, kebetulan sedang tinggal and study di Switzerland (beasiswa) and nyambi juga dikit jadi kuli di sebuah research institute lokal disini and kerja serabutan lainnya yg halal.
    saya nemu blog mbak setelag google soal npwp, kebetulan saya buta soal ini.

    saya ada pertanyaan ttg pajak nih mbak, kebetulan beberapa hari lalu orang tua saya dapat surat dari kantor pajak.

    ceritanya dimulai ketika setahun lalu, saya sempat mengirim sejumlah uang ke orang tua saya yg bermukim di Sulawesi untuk dibelikan rumah di Jakarta.
    jumlah uang yg terkirim cukup lumayan bagi kami (sekita 1,1 M) and sempat beberapa bulan terendap di bank and di depositokan sambil mencari rumah yg cocok.

    akhirnya oran tua menemukan rumah yg menurut mereka ideal (sampai saat ini saya belum pernah melihat rumah tsb secara langsung, hanya lewat foto) seharga kurang lebih yg jika di total biaya keseluruhan spt biaya notaris,aj and biaya balik nama, pajak perolehan hak atas tanah and bangunan dan macem-macem biaya lainnya, maka totalnya sekitar 1.1 M.
    Semua surat2 rumah, and PBB rumah yg baru dibeli ,dibuat atas nama saya (sewaktu pulang ke Indonesia kami semua sempat ke notaris untuk mengurus pelimpahan hak membeli rumah atas nama saya, karena dulu Cuma punya libur 2 minggu)

    kembali ke surat dari kantor pajak di sulawesi, katanya mereka menuntut agar orang tua saya punya nomor pendaftaran wajib pajak.

    saya agak bingung dengan hal ini karena uang 1.1M tsb pada prinsipnya kan bukan milik orang tua saya tapi titipan dari saya. kedua uang tsb sudah dibelikan property di jakarta (yg sekarang dittinggali oleh kakak disana) and surat2 lengkap atas nama saya. menurut saya malah, kalo ada seseorang yg wajib punya NPWP maka itu adalah saya and bukan orang tua saya.

    pertanyaan saya ;
    1.apa sih npwp itu? wajarkah bila kantor pajak sulawesi menuntut orang tua saya mempunyai npwp karena pernah memiliki sejumlah dana yg cukup besar di rekening mereka?(sedang ayah saya adalah pensiunan dengan jumlah pensiun yg menurut beliau belum wajib utk punya npwp?—katanya udah pernah ditanyain soal perlu tidaknya dgn jumlah pension tsb punya npwp)

    2. apakah saya sebagai pemilik property tsb wajib punya npwp di indonesia sedang saya sudah 5 tahunan ini bermukim di switzerland? (and maybe masih akan tinggal disini sampai beberapa tahun kedepan?) and disini juga bayar pajak penghasilan?

    3. apakah selain pajak bumi dan bangunan yg dibayar setiap tahun utk property yg saya miliki) ada lagi pajak lainnya yg harus dibayarkan (let say pajak memiliki barang mewah? atau semacamnya? apakah tdk termasuk dalam PBB)

    4.apakah punya NPWP berarti harus bayar sejumlah nominal tertentu ke kantor pajak?

    5. kalau toh dengan punya NPWP harus bayar pajak penghasilan, berapa nominal yg harus dibayar oleh orang tua saya? (note; orang pajak yg dihubungi bilang orang tua saya wajib punya NPWP tanpa mau perduli bahwa duit tsb hanya duit titipan dr saya)

    6.blognya keren..tp dasar saya buta akan soal pajak..saya nggak ngerti bacanya…wikipedia soal npwp juga nggak banyak bantu. so..pls..pls..pls..help me

    7.kalo bisa pm saya di alamat email yg saya beri ya mbak…

    makasih bgt udah menyediakan waktu utk membaca and menjawab pertanyaan saya

    salam dr Swiss

    Faisal

    Komentar oleh Faisal | Desember 4, 2007 | Balas

  5. #1.. heheheh.. ga jadi kok comment disini tho.. :)

    #2. Emul; boleh saja kalau mau pakai tulisan saya sbg referensi. tapi kalau soal transfer pricing.. itu bukan tulisan saya lho.. tag-nya artikel pajak lainnya khan? jadi “hak ciptanya” ada pada penulis asli. saya rasa ngga masalah di kutip, asal di cantumkan sumbernya.

    #3, 4. waduhh.. pertanyaannya panjang.. tunggu yah.. butuh waktu buat nulis jawabannya :)

    Terima kasih telah berkunjung ke blog saya.

    Komentar oleh triyani | Desember 5, 2007 | Balas

  6. mbak Triyani, perkenalkan nama saya daeni, wanita 35 tahun. saya sangat tertarik dengan websitenya mbak Triyani dan saya rasa saya perlu belajar banyak dari mbak. Boleh saya kirim email secara langsung ke mbak atau mungkin nomor telpon mbak jika mbak tidak keberatan?

    Terima kasih sebelumnya,
    daeni

    Komentar oleh daeni | Desember 6, 2007 | Balas

  7. #6 Salam Kenal Mba Daeni. Terima kasih telah berkunjung ke blog saya. Kita sama2 masih perlu belajar banyak kok mba dari siapapun. Saya bisa di hubungi via email di triyani08[at]yahoo[dot]com

    Komentar oleh triyani | Desember 6, 2007 | Balas

  8. Assalamu Alaykum Wr. Wb.

    Salam Kenal Mbak triyani, saya Fathia Saat ini status saya sebagai karyawan di sebuah Perushaan Swasta dan baru memulai usaha dengan suami di bidang printing . Ijin Usaha lengkap serta memiliki NPWP. Permasalahan saya adalah sebagai beriku :

    1. Barang yang saya supply.jual ke Misal “PT A” tidak ada Pajak Masukan dari proses pembelian material-proses-output
    sementara dari Pihak PBKP minta dikeluarkan Faktur Pajak Standar utk penjualan tersebut .

    2. “PT A” diatas yang saya maksud adalah Perusahaan di Kawasan berikat (EPTE) yg notabene dibebaskan dari PPN sesuai dgn Keputusan Menteri Keuangan

    2. Dengan kondisi tersebut diatas Saya dapat mengeluarkan Faktur Pajak Standar dengan Kode : 07 ( yakni tujuan jual utk PBKP yg bebas PPn ) dengan Stamp ” PPn/PPnBm tidak dikenakan sesuai dgn KepMenKeu”

    Pertanyaan Saya :

    ~ Jika Barang yg saya Jual tidak ada Pajak masukan, apakah saya tetap diwajibkan atas PPn (penjualan) ?
    ~ Berapakah minimum Nominal atas Penjualan Barang yg dikenakan Ppn ?
    ~ Bagaimana Cara Pelaporan PPn Nihil , dgn menggunakan Form ?

    Saya mohon pencerahan dari Mbak Triyani. Karena pengetahuan saya mengenai Pajak sangat minim.

    Wassalam,
    Fathia

    Ps : Apakah saya bisa direct konseling dengan mbak triyani via e-mail ?

    Komentar oleh Fathia | Desember 22, 2007 | Balas

  9. Assalamu’alaikum
    Salam kenal mbak… :)
    Web blognya sangat bermanfaat sekali, apalagi seperti saya orang teknik gak begitu ngerti masalah perpajakan.

    Komentar oleh Nanang Suryana | Desember 25, 2007 | Balas

  10. keren bLog nya,, sangat bermanfaat buat saya..

    Komentar oleh rifky firdaus | Desember 25, 2007 | Balas

  11. #8. Jawaban atas pertanyaan Anda, insya Allah saya akan kirim via japri.

    #9. Wa’alaikumussalam wr wb. Salam kenal pak Nanang. Terima kasih telah berkunjung ke blog saya.
    Hmmm.. enaknya jadi orang teknik (background pendidikan teknik), lebih mudah belajar ilmu sosial/ekonomi seperti perpajakan misalnya.. sebaliknya kalau orang dg background pendidikan ekonomi/sosial.. susah belajar teknik heheehh.. kidding pak.

    #10. Terima kasih atas kunjungannya Rifky, semoga succes dg study Anda. [Re : Email japri], mohon maaf saya blm bisa bantu hal tsb. untuk referensi kursus di jatim coba hubungi IAI wilayah (di Surabaya).

    Komentar oleh triyani | Desember 27, 2007 | Balas

  12. salam kenal bu

    Komentar oleh Anggara | Desember 28, 2007 | Balas

  13. Assalamu’alaikum

    Ibu Triyani, salam kenal,
    saya juga mau tanya tentang pajak, tapi nanti dulu deh
    siapa tahu sudah ada jawabannya di blog ini

    Wassalam

    Komentar oleh kakanda | Desember 29, 2007 | Balas

  14. 12. Salam Kenal Pak Anggara, Terima kasih atas kunjungannya.
    Boleh yaa pak kalau nanti saya tanya2 tentang masalah hukum :)

    13. Wa’alaikumussalam wr wb.
    Salam Kenal pak. Terima kasih atas kunjungannya.
    Semoga pertanyaan Anda sudah ada jawabannya :)

    Komentar oleh triyani | Desember 29, 2007 | Balas

  15. Halo mbak Tri, blognya bagus dan sangat memberi manfaat! Selamat ya…

    Komentar oleh bi a: | Januari 4, 2008 | Balas

  16. #15. upsss… ada om BR mampir ke blog aku..
    apa kabar nih pak, udah lama jarang ngobrol (emang pernah hehehe? :)

    Thanks alot pak atas kunjungan dan apresiasinya

    Komentar oleh triyani | Januari 4, 2008 | Balas

  17. saat blogwalking, wah seneng neeh ‘nemu-in’ konsultan pajak. makasih ilmunya mbak. sukses dengan spesialisasinya..aku di HIKMAH..salam kenal

    Komentar oleh Hajj Omra Service | Januari 6, 2008 | Balas

  18. #17. Terima kasih atas kunjungannya. Salam kenal.
    Amin. Semoga kita sama2 sukses.

    Komentar oleh triyani | Januari 8, 2008 | Balas

  19. Lha, ini halaman apa? kok isinya cuma komentar thok? :D

    Komentar oleh Mardies | Januari 15, 2008 | Balas

  20. #19. heheheh.. ga tau jg kenapa di halaman kosong ada yg mau buka dan kasih komentar.. :) , so.. ga perlu tipu-tipu demi trafik hihihihi *nyindir mode ON* :D

    Komentar oleh triyani | Januari 15, 2008 | Balas

  21. Pagi, mbak

    Saya mau minta informasi tentang kewajiban & hak perpajakan sebagai pihak pembeli atas pungutan PPH Ps. 22 yang di pungut oleh Badan Usaha Tertentu (Pt. Indocement).
    Apakah bukti potong yang saya terima itu harus saya laporkan atau cukup saya simpan ?
    form pajak yang mana yang harus saya gunakan untuk melaporkan bukti potong PPh Ps.22 bersangkutan ?

    Terima kasih banyak atas bantuan nya

    Thanks,
    Yohanes

    Komentar oleh Yohanes | Januari 22, 2008 | Balas

  22. #21. Dear Pak Yohanes,
    Bukti Pemungutan PPh 22 (yg tidak final) dapat dikreditkan dalam SPT Tahunan PPh Badan. Sementara disimpan dulu, nanti pada saat menyampaikan SPT Tahunan dimasukkan dalam daftar kredit pajak. Biasanya akan diminta pada saat dilakukan pemeriksaan pajak.

    Salam,
    Triyani

    Komentar oleh triyani | Januari 22, 2008 | Balas

  23. pagi mbak tri.

    mbak saya mau tanya tentang peraturan baru untuk pengembang perumahan nanti akan dikenakan pph final 5% saya cari peraturannya tidak ketemu ya.. bisa tau gak ya mbak peraturannya nomor berapa?

    terima kasih

    susanto

    Komentar oleh susanto | Januari 30, 2008 | Balas

  24. # 23, sepertinya PP mengenai hal tsb belum terbit.

    Komentar oleh triyani | Januari 30, 2008 | Balas

  25. mbak, tulisannya mbak tri kan sudah sering dimuat di majalah jurnal perpajakan, saya sendiri belum pernah baca/lihat majalah tsb, jadi masalahnya begini mbak, kantor saya ditelpon oleh seorang bapak yg mengaku dr kantor pajak dan minta partisipasi perusahaan saya untuk “mencantumkan nama perusahaan” di salah satu halaman majalah tsb dengan membayar sejumlah uang sesuai besarnya space halaman , karena majalah tsb gratis dan fungsinya utk sosialisasi perpajakan di indonesia. Yg jadi pertanyaan saya, apakah benar dalam majalah tsb terdapat halaman-halaman khusus utk perusahaan? Karena saya pernah dengar beberapa kasus penipuan dengan mengatasnamakan perusahaan penerbit yellow pages. Jadi sebelum saya bertemu muka langsung dr pihak mereka (dan menanyakan beberapa hal utk meyakinkan saya), saya ingin memastikan hal ini dari mbak tri. Terima kasih sebelumnya.

    Komentar oleh vita | Februari 13, 2008 | Balas

  26. #25. wahh.. itu dulu mba.. waktu saya masih rajin ngirim tulisan ke JPI (Jurnal Perpajakan Indonesia); udah lama ga lagi :) , skrg kalo sempet nulis masukin di blog saja :)
    majalah JPI dijual mba. sama seperti media2 lainnya.

    mengenai tawaran ‘iklan’ yg Anda terima, itu sama saja dg “penjual space iklan”; jika perusahaan Anda memang berminat utk memasang iklan dan sesuai budget perusahaan tdk ada salahnya. Saya tdk yakin penelopon tsb benar dari kantor pajak. kalopun benar org tsb dari ktr pajak, mestinya tdk ada kebijakan kantor pajak mengenai hal tsb. Anda benar, harus cross cek hal2 semacam ini, jangan mudah percaya dg penelepon yang mengaku2 dari instansi tertentu dan memaksa perusahaan Anda (kita) utk melakukan hal yang tidak seharusnya

    Komentar oleh triyani | Februari 17, 2008 | Balas

  27. Mau comment di pajak jelas saya gak pinter pajak, jadi ngisi buku tamu aja deh. Mbak makasih atas segala do’a untuk saya selama ini.

    -Ade-

    Komentar oleh Sayap KU | Februari 19, 2008 | Balas

  28. eh ada Ade di sini, kok belum nongol di oot ? udah masuk or masih di rumah ? ntar fordis ke-2 harus ikut loh…

    Komentar oleh wisnuharjantho | Februari 19, 2008 | Balas

  29. wahh.. senangnya dikunjungi selebblog hehehe..
    Semoga makin sehat yaa mba. Thanks atas kunjungannya :)

    Salam,
    Triyani

    Komentar oleh triyani | Februari 19, 2008 | Balas

  30. Salam kenal mbak Triyani.
    Terima kasih atas kunjungannya.
    Salam sukses.

    Komentar oleh triwoko | Februari 20, 2008 | Balas

  31. Dear mbak triyani,
    salam kenal,senang kunjungi blog mbak.
    Mbak saya mau tanya, boleh? perusahaan saya bergerak paja jasa konsultan bisnis dan management,akhir2 ini kami mendapatkan projec dari LN dan akan mendapatkan fee/pendapatan.yang saya mau tanyakan, bagaimana perlakuan untuk fee/pendapatan dari LN tsb,apakah cukup dengan memotong 4.5% seperti pendapatan yang kami lakukan seperti biasa?. terima kasih

    Komentar oleh Emilia | Februari 22, 2008 | Balas

  32. #30. Terima kasih pak Triwoko. Semoga kita sama2 sukses. Amin.

    #31. Atas pendapatan jasa konsultan yg diterima/diperoleh dari LN tsb bukan merupakan obyek PPh 23, shg tidak boleh dipotong PPh 23.

    Namun karena menyangkut transaksi antar dua negara, sebaiknya mengacu pada tax treaty (jika berasal dari negara treaty partner). Pemotongan pajak di Luar Negeri, tergantung tax treaty atau aturan domestik LN tsb, siapa tahu di negara tsb jg menganut asas withholding tax seperti disini.

    Komentar oleh triyani | Februari 22, 2008 | Balas

  33. alow mbak triyani,
    salam kenal ya,saya mau belajar pajak nih ma mbak..
    maklum masih buta pajak he he he…
    saya mau nanya, kantor saya bergerak di Production House di bidang jasa perfilman iklan, perusahaan saya ada kontrak dengan klien membuat film dengan nilai kontrak 2,5 milyar,
    saya membuat invoice senilai 2.5 milyar, tetapi klien meminta potongan 500 juta untuk mereka (klien)
    yg saya tanyakan adalah itu yg 500 juta saya bikin pajak nya ke pph mana …dan bagus nya yg 500 juta saya bukukan sebagai apa…

    terima kasih sebelum nya ya mbak triyani

    budi moral

    Komentar oleh themoral | Februari 25, 2008 | Balas

  34. allow pak Budi;
    jika 500 juta-nya merupakan Potongan harga, maka bisa dibukukan sebagai discount. Jangan lupa dalam faktur pajak juga dicantumkan nilai discount tsb.
    Atas discount tsb tidak perlu dipotong PPh.

    Lain lagi jika ternyata 500juta tsb sesungguhnya bukan merupakan discount, tapi Agency fee, misalnya.

    btw, sepertinya dlm blogroll Anda ada salah tulis link blog saya. :)

    Komentar oleh triyani | Februari 25, 2008 | Balas

  35. Mbak sharing aja tapi tolong direspon cepet ya, soalnya lagi nanggung bikin spt bos neh.

    Bos tuh kan karyawan asing, dia kerja gak setahun, april dah keluar. Nah karena balik ke ln kan di spt pph 21 disetaunkan to.. Ya tau sendirilah.. pasti pajaknya jadi besar.

    Nah kesulitannya adalah ketika bikin spt pph 1770 s, nah..kok gak akomodir yang disetaunin ya.

    Bos gak mau tuh beda ama 1721 a1, yang nihil, tapi di spt 1770 s kan jadinya lb, dia nggak mau LB gimana caranya ya mbak.

    Jadi gimana mbak?

    >> Wah.. maaf nih, saya telat sekali reply pertanyaan Anda. Penghasilan yang harus diisikan dalam SPT 1770-S adalah julmlah penghasilan netto sebenarnya, tidak disetahunkan; hanya saja jumlah PPh terutang dihitung berdasarkan penghasilan neto yang telah disetahunkan. Dengan demikian PPh yang terutang akan sama dg PPh 21 yang telah dipotong. ga ada lebih bayar khan?

    Komentar oleh Adit | Februari 27, 2008 | Balas

  36. Assalamualaikum mbak Triyani,

    Saya mau nanya nech mbak tentang bukti potong pph-23 non final. perusahaan kami perusahaan kostruksi dan memotong pph 23 ke customer kami dan mereka memberikan bukti potong pph23 yang asli kepada perusahaan kami, pertanyaannya, kadang ada beberapa customer yang suka telat kasi bukti pemotongan pph23 ke kami, bahkan untuk invoice di akhir tahun 2007, mereka baru bisa memberikan kepada kami pada bulan April 2008 dengan alasan2 tertentu atas keterlambatannya. Gimana itu mbak??? kan udah harus dilapor SPt tahunannya di Maret 2008..bagaimana masalah pengkreditan pajak di SPT badan tahun 2007??? Tolong diberikan pencerahan ya mbak. Terimakasih sebelum dan sesudahnya.

    >> Kalo Bukti potong yang telat diterima tsb akan dikreditkan, Anda harus membuat pembetulan SPT Tahunan. kalau ga mau pembetulan, terpaksa PPh yang telah dipotong tsb tdk dapat dikreditkan, kecuali kalo saat pemeriksaan pajak pemeriksanya mau koreksi negatif dan memperhitungkan tambahan kredit pajak tsb… :)

    Komentar oleh Nova | Februari 27, 2008 | Balas

  37. Ass. Wr. Wb.
    Selamat siang Mba,,apa kabar??

    Saya Firmansyah, 22 thn tinggal di Pamulang – Kab. Tangerang. Saya bekerja di sebuah perusahaan swasta nasional di bagian Accounting & Tax Dept dan saat ini saya melanjutkan pendidikan S1 (Ekstensi) Adm. Fiskal di UI – Depok. Informasi yang diberikan di blog Mba bagus untuk menambah wawasan saya mengenai perpajakan, terutama info-info penting yang update. Seandainya saya ingin konsultasi, baik itu untuk urusan kantor atau kuliah, seperti skripsi, paper atau makalah tolong di bantu ya Mba…

    Terima kasih…

    Firmansyah

    >> Wa’alaikumusalam wr wb. Terima kasih atas kunjungannya. Kalau mau konsultasi boleh saja.. khan memang kerjaan saya sbg konsultan. Tapi, syarat dan ketentuan berlaku. lho? :D

    Komentar oleh Firmansyah | Februari 27, 2008 | Balas

  38. Assalamualaikum
    Saya Budiman. mau nanya nih mba..Ada artikel tentang pajak pelayaran gak? cara pelaporan bulanan hingga SPT tahunannya.
    Thanks

    >> Wa’alaikumussalam wr wb. Maaf ga ada artikel dimaksud :). Cara pelaporan, hampir sama saja seperti WP pada umumnya.

    Komentar oleh Budi | Maret 1, 2008 | Balas

  39. Mbak Tri, salam kenal ya.

    Aku tadi kebetulan nemu blognya Mbak dan baca mengenai penghapusan NPWP. Waduh cucok banget tuh, ayah aku sudah meninggal Maret 1997 dan aku dah berkali-kali kirim surat untuk pencabutan NPWPnya tapi baru dapat tanggapan 1x di bln des 2004 yang isinya minta aku untuk bersabar sampai surat pencabutan keluar. Habis itu ga da apa2 lagi sampai sekarang.
    Waktu itu aku kirim surat2nya ke KPP.
    Kalau aku baca UU no. 28 pasal 2 ayat 6, permohonan diajukan ke Dirjen Pajak apa betul ? Kalau betul ditujukan ke siapa / bagian apa ya ?

    Tolong Mbak, aku bingung banget ngurusin pencabutan ini.

    Terimakasih banyak ya.

    >> Mba Ningsih; Permohonan penjabutan dimasukkan ke KPP tempat almarhum Ayah Anda terdaftar (via loket TPT)

    Komentar oleh Ningsih | Maret 11, 2008 | Balas

  40. assalamualaikum mbak triyani
    saya mo tanya mbak,dimana saya bisa ngecek ijin praktek konsultan pajak baik dari dirjen pajak maupun dari ikpi,karena saya ingin menggunakan jasa konsultan….
    dan bisa tidak saya melihat daftar konsultan pajak yg telah memiliki ijin praktek dari website pajak….
    serta SE/KMK yg memuat lampiran nama konsulta pajak tsb…
    harap kirim balasan ke email saya
    nind4h@yahoo.co.id
    please bantu saya mbak…atas bantuannya saya ucapkan terima kasih banyak,
    wassalam,
    wassalam,

    >> Salah satunya bisa via http://ortax.org ada direktori konsultan pajak.
    dulu sih IKPI pernah menerbitkan buku daftar anggota. tapi sudah lama saya ga dapat info lagi.

    Komentar oleh nindah | Maret 12, 2008 | Balas

  41. assalamualaikum….
    perkenalkan mbak, saya DODOK 19 tahun….

    saya anak prodip DI dan sekarang sedang magang….
    saya magang di kanwil Manado…
    blm modern c, tapi ya gitu…

    jujur nih, orang tua saya saja blu pernah kasih duit segitu banyak…
    tapi begitu masuk sini semuanya seperti mimpi yang terwujud, baru2 ini saya (angkatan saya) mendapdat uang rapelan…. yah lumayan….

    tapi menurut saya, saya belum berbobot tentang masalah pajak…. jadi, maksud saya, saya bisa berbincang2 dengan mbak sekaligus menambah pengetahuan saya…

    untuk perkenelan saja, saya belum bisa mengisi SPT masa dan Tahunan…. apalagi yang laen2….

    trima kasih….

    priambodo.arief@gmail.com

    >> Seneng donk banyak duit skrg hehehehe.
    Saat ini anda bekerja di kanwil DJP , tentunya bisa jg belajar pajak dan langsung praktek di kantor :) Terima kasih atas kunjungannya

    Komentar oleh Dodock | Maret 13, 2008 | Balas

  42. Mbak Triyani,

    Blognya sangat padat dan informatif. Terus berkarya Mbak..

    Saya dan beberapa teman sedang mencari informasi tentang status wajib pajak kami dan kaitannya dengan kewajiban pelaporan SPT tahunan. Mohon penjelasan kalau berkenan.

    Kami punya NPWP sewaktu bekerja di Indonesia. Kami karyawan yang tinggal dan bekerja di Australia sejak 2 tahun lalu dan berniat tinggal dan bekerja lebih lama disini.

    Pertanyaannya:
    1. apakah kami termasuk wajib pajak luar negeri dan non-BUT dimana kami tidak wajib melaporkan SPT tahunan?
    2. Kalau perlu lapor SPT, berarti hanya ada penghasilan luar negeri, bagaimana perhitungan pajaknya?
    3. Ada saran yang menganjurkan untuk menonaktifkan/menghapuskan NPWP karena sudah tinggal di luar negeri. Apakah ini saran yang baik? Kalau ya, bagaimana caranya.

    Terima kasih banyak sebelumnya.

    Salam,
    Lim

    Komentar oleh Lim Setiawan | Maret 21, 2008 | Balas

  43. Halo Mbak Tri,

    Blog-nya bermanfaat banget terutama buat orang-orang yang baru mendalami pajak seperti saya ini.
    Mbak Tri, ada yang mau saya tanyakan :
    Ibu saya, Janda beranak 4. Masing-masing berumur : 36, 33, 31 dan 20. Sekarang ini Buka usaha kecil-kecilan di rumah berupa Rental Permainan anak ( Playstation )
    Ibu saya tiap tahun buat SPT Tahunan, yang saya ingin tanyakan
    mengenai JENIS USAHA DAN KLU yang harus saya isi di SPT tahunannya. Trus kalo memakai norma penghitungan, kena berapa persen yah ? Soal nya saya cari dalam Daftar Pemakaian Norma kok tidak ada Jasa Penyewaan Permainan.

    Sebelumnya saya ucapkan Terima kasih.

    Salam,

    Weny

    Komentar oleh weny | Maret 24, 2008 | Balas

  44. Assalamulaikum Mb Tri,

    Salam kenal ya… akhirnya saya menemukan juga tempat untuk bertanya-tanya lebih banyak soal pajak, mudah2an mb bisa ngebantu saya, soalnya kalau minta bantuan langsung ke KPP lebih sering tidak mendapatkan jawaban yg jelas mengenai pertanyaan-pertanyaan saya.

    Mb, saya bekerja di perusahaan yg bergerak di bidang internet. selama ini kita membeli jasa internet lagi dari dalam negri (pihak k-3) dimana dikenakan Ppn dn kita potong pph 23 pd mereka, tpi semenjak ada peraturan Ditjen Pajak no PER70/PJ/2007 ttg revisi pemotongan atas jasa dalam negri (pph psl 23)(1) Jasa internet dibebaskan dari potongan Pph 23.

    yang mau saya tanyakan, bagaimana kalau kita membeli dari luar negri dgn kondisi (harga tidak ada Ppn-nya, qt tdk bisa potong memperhitungkan sbg pajak masukan) dan bagaimana dgn Pph 23 nya? apakah peraturan yg baru ini juga berlaku untuk vendor dari luar negeri?

    Terima kasih banyak atas informasinya ya mb.

    Komentar oleh eL | Maret 24, 2008 | Balas

  45. HHmmm … ini moment yang tepat ini …
    Saya tinggal di daerah sekitar Pondok Cabe …
    Kira-kira kantor pajak mana ya .. yang enak untuk masukin SPT tahunan …
    Baru pertama kali nih saya …
    tgl 31 batesnya kan ?
    Makasih ..
    dan salam kenal

    http://theordinarytrainer.wordpress.com

    Komentar oleh nh18 | Maret 24, 2008 | Balas

  46. Ass.wr.wb.
    Halo Ibu Triyani…
    Wuah… udah buka praktek ya..
    Sukses ya….

    Masih aktif di Sunda Kelapa ?

    Komentar oleh Aswan | Maret 25, 2008 | Balas

  47. Assalamualaikum Mba Tri….
    Salam kenal dan langsung aja ya mba… kira2 pernah menulis tentang faktor2 apa yang membuat WP (OP/Badan) mengajukan keberatan atas suatu SKP ga mba? Kalo mba tahu mohon informasinya.

    Terima kasih mba….

    Komentar oleh peter | Maret 26, 2008 | Balas

  48. Assalamualaikum…

    Saya belum sempat lapor pajak ni, klo saya mau kirim SPT lewat Pos, bisa mba? apa saja yg mesti saya kirimkan, dan ditujukan kpd seksi apa? lalu tanda terimanya gimana?

    mohon bantuannya mba….

    terimakasih

    Komentar oleh Tien | Maret 26, 2008 | Balas

  49. Assalamualaikum…
    Sebelumnya salam kenal ya Mbak Tri.
    Saya pengen sekali memahami perpajakan di indonesia, tp klo ikut kursus biayanya mahal dan makan waktu.
    saya ingin belajar secara otodidak saja. minimal utk saya memahami bagaimana ya mbak?
    atau mbak tri punya modul apalah utk saya dpt memperolehnya, krn saya sangat ingin tahu pajak.

    Komentar oleh kiky | Maret 27, 2008 | Balas

  50. Ass.Wr.Wb.
    Bu, mohon bantuan perihal contoh Lap.SPT Tahunan Rumah Sakit (atau referensi di mana saya harus mendapatkannya).
    Hatur nuhun pisan…Bu..
    Wass.Wr.Wb.

    Komentar oleh ricky | Maret 27, 2008 | Balas

  51. Assalamualaikum wr. wb.
    Salam kenal..
    Mbak tri mau ngerepotin ni. Saya awam dengan pajak dan istilah-istilahnya. saya sedang belajar pajak pph 21. Apakah mbak punya contoh2 cara perhitungan pajak baik untuk karyawan borongan, tetap , expatriat beserta bonus yg di dapatkan karyawan tersebut. ataupun perhitungan pajak bagi karyawan yang masuk di tengah tahun atau keluar di tengah tahun.
    Mohon bantuannya
    Sebelumnya saya ucapkan terimakasih.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    Komentar oleh Anto | April 7, 2008 | Balas

  52. makasih banyak karena telah membantu tugas-tugas dan menambah pengetahuan

    Komentar oleh ahmad fathoni | April 7, 2008 | Balas

  53. Mbak Tri, maaf ditulis lagi takutnya saya salah nulis kolom.

    mbak,kantorku perusahaan baru,kartu npwp terbit tgl 29 feb 08,lagi mau bikin laporan pajak bulanan nih,ada beberapa pertanyaan:
    1.KPP di kebayoran lama – brp kode cabangnya ya itu u/ pengisian form 1195,krn belon ada penjualan jadi Nihil semua kan diisinya?betul tidak,mbak?

    2.ijin sentralisasi bisa dilihat di mana ya,di srt ket terdaftar/kartu npwp ga ada?

    3.bagaimana dgn NPPKP?efeknya apa kalo ga daftar sekarang?kalo belum di atas 600jt,ktnya ga perlu bikin NPPKP?

    4.Untuk menerbitkan faktur pajak,kode dan nomor serinya gimana?

    5.laporan spt masa pph21 yg hrs dilaporkan tiap bulan formnya cuma SPT masa PPh21&26 aja kan?kalo daftar bukti potong dan bukti potong PPh21&26,dilaporkan kapan?tahunankah?

    7.tambah lagi ya mbak,kalau ntuk merek usaha kl di srt ket terdaftarnya kosong,ga perlu diisi ya di form 1195 nya?lalu kl jenis usahanya cuma ditulis perdangangan besar lainnya di srt ket terdaftar,di form 1195 ditulis misalnya:perdagangan komputer?

    8.lalu ada form2 lain tdk yg perlu dibuat tiap blnnya ya?

    terima kasih atas perhatiannya,maaf banyak pertanyaannya,udah pernah tanya ke ktr pjk tp penjelasannya kurang memuaskan(ngambang) gitu lho,kalau mba berkenan,bisa kirimkan jawabannya ke email saya di @gmail.com.Sekali lagi,thanks dan senang menemukan blog mbak.

    Komentar oleh angel | April 9, 2008 | Balas

  54. Mbak Tri makasih banyak ya atas infonya.

    Salam

    Komentar oleh Ningsih | April 11, 2008 | Balas

  55. Ass wr wb
    bisa kerjasama untuk membantu client diperpajakan.
    saya cukup pengalaman di perpajakan tapi karena kesibukan belum sempat mengurusi ijin, akan tetapi saya punya client sekarang ini dalam proses banding. saya terbentur untuk sidang harus menunjukkan surat ijin, bisa dibantu ..

    Wasalam
    Ahmad Husin Aprianto

    Wa’alaikumussalam wr wb..
    Kerjasama?.. Bisa sekali pak :) , terima kasih sebelumnya. saya contact via japri ya pak.

    Komentar oleh ahmad husin aprianto | April 18, 2008 | Balas

  56. Salut sama mbak triyani yang upto date banget soal perpajakan. Mungkin ngalahin pegawai2 pajak kali ya. he..he..he..
    Saya cuma mau ngucapin salam kenal aja. Senang ada orang yang begitu care mensosialisasikan pajak ke tengah masyarakat.
    Semoga sukses dan bermanfaat buat semuanya.

    salam

    >> terima kasih atas kunjungan dan apresiasinya. Salam kenal pak.
    ehh iya.. btw, yang paling update soal aturan tentunya yang menerbitkan aturan tsb.. rasanya tiap hari ada saja yang baru heheheh..

    Komentar oleh gatot wibisono | April 18, 2008 | Balas

  57. Selamat siang, mbak triyani. Saya mau ucapin salam kenal…Saya sering banget browsing ke web mbak tri…Eh, sepertinya saya sering melihat mbk triyani ada di Adena Loh..saya merasa gak asing.Benarkah? Saya bisa curhat2 langsung ke rumah dong? :). Wah pokok’e top buanget lah mbak…sukses selalu

    Komunitas GRA 2 SR: 18/10
    (boleh gak mbak via e.mail)

    >> Waahhh.. Suprised nih… Ada tetangga yg lebih sering berkunjung di rumah maya daripada rumah tinggal hehhehe. Terima kasih jg karena sudah mengenali saya. Iya , betul bu, saya salah satu warga adena… :) tapi maaf mungkin saya masih kurang gaul jadi blm kenal dg bu Ranti. (hmmm… perasaan sih sudah sering “beredar” di seputar adena). Ditunggu di SA07/03 (aka. warung, agen laundry dan aqua hehehhehe )

    Komentar oleh rinta | April 18, 2008 | Balas

  58. Ass.wr.wb
    Salam kenal mbak try,sangat senang sekali baca blog mbak try yang sangat bagus2, dan cara pemecahan masalah sangat baik sekali,mbak boleh tanya nich.mbak dalam spt persh terdapat pos rugi kurs yang berasal dari ayat silang rek US$ ke rek Rupiah,apakah dalam menghitung angsuran pph psl 25 harus dikeluarkan(dikoreksi)?,dan ini terjadi berulang -ulang ( jan – des),kalau saya melihat kep 537.pj/2000 ini termasuk penghasilan teratur dan bukan dari utang/piutang.mohon pencerahannya mbak,terima kasih
    Wassalam.

    >> Wa’alaikumussalam wr wb.
    Terima kasih atas kunjungan dan apresiasinya.

    Pada dasarnya adalah apakah selisih kurs tsb merupakan kriteria penghasilan/kerugian yang teratur atau tidak. Jika merupakan kriteria penghasilan/kerugian teratur maka dalam menghitung PPh 25 penghasilan/kerugian tsb tidak perlu dikeluarkan. Sebaliknya jika merupakan kriteria penghasilan/kerugian tdk teratur, dalam menghitung PPh 25 harus dikeluarkan.

    Komentar oleh Koeswanto | April 23, 2008 | Balas

  59. Salam kenal, mbak

    saya mau tanya kenapa sih, kantor pajak sering sekali mengganti peraturan perpajakan? mana setiap pergantian sepernya menyusahka orang lain.

    >> Salam kenal Fifi.
    hehehh.. pajak khan berusaha mengikuti perkembangan jaman juga perkembangan dunia bisnis. yaa kadangkala perubahan tsb memang merepotkan, tapi banyak juga perubahan yang sebetulnya tujuannya untuk memudahkan wajib pajak jg, hanya saja yang namanya perubahan khan butuh adaptasi. Dg kondisi seperti ini, kita memang dituntut untuk selalu update dan selalu belajar.

    Komentar oleh Fifi | April 26, 2008 | Balas

  60. Saya pusing sama Form-form isian untuk pajak. Salam.

    >> ada petunjuk pengisiannya kok pak :) Salam kenal dan terima kasih atas kunjungannya.

    Komentar oleh ubadbmarko | Juni 12, 2008 | Balas

  61. Assalammualaikum,

    Salam kenal mbak dari saya di Ciamis Jabar. Lagi liat-liat nih mbak, siapa tau yang cocok dengan hati, karena sama saya juga adalah wajib pajak.

    Kalo ada waktu silahkan mampir ke rumah saya yah mbak, buat refrensing sekalian.

    Wassalam
    Shanny ratman

    http://shannyratman.co.cc

    >>Wa’alaikumussalam wr wb.
    Terima kasih atas kunjungannya. Salam kenal juga. Terima kasih atas undangannya. Insya Allah, mudah2an suatu saat saya bisa berkunjung ke Ciamis dan mampir ke Rumah pak Shanny :)

    Komentar oleh mang shanny | Agustus 4, 2008 | Balas

  62. Assalammualaikum,

    Salam kenal dari saya.

    >> Wa’alaikumussalam wr wb. Salam kenal kembali

    Komentar oleh Jenny | Agustus 8, 2008 | Balas

  63. Ass Mba Triyani,,

    Saya Firman,,sedang cari bahan tuk Skripsi. Saya berminat tuk mengambil topik Aspek PPh terhadap CSR Perusahaan (PMDN/PMA) yang terikat Perjanjian PKP2B dan KKS.
    Mohon bantuannya ya Mbak. Klo Mbak berminat,,saya akan hub Mbak.Thanks!

    Regards,

    Firman

    FYI : Saya online di YM dengan alamat yg sama dgn e-mail saya.

    >> Wa’alaikumussalam wr wb. Mohon maaf saya tidak berminat.. ;) upss.. maksudnya saya bukan orang yang tepat untuk membantu skripsi Anda. Semoga Sukses yah .

    Komentar oleh Firmansyah | Agustus 13, 2008 | Balas

  64. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Salam kenal dari saya Mbak Tri. Saya edo, berdomisili di Palembang. Saya bersyukur sekali pada Allah SWT karena menemukan blog ini, karena udah nemuin tempat sharing tentang pajak. Mbak Tri, saya ingin sekali jadi konsultan pajak yg beregister (BKP). Sejauh ini saya sudah menghubungi (via telepon) IKPI pusat untuk menanyakan syarat-syarat dan biaya pendaftaran untuk mengikuti USKP tapi info yang diberikan oleh mereka minim sekali, sementara IKPI cabang Palembang tidak begitu aktif. Oleh karena itu saya ingin menanyakan info tentang USKP dan syarat-syarat menjadi Konsultan Pajak yang beregister. Terima kasih

    Wassalam.

    edo

    >> Wa’alaikumussalam wr wb. Salam kenal pak Edo. Insya Allah, jika ada kesempatan kapan2 saya akan posting info tentang USKP dan syarat2 menjadi konsultan pajak. Sebagai bahan Referensi, Anda dapat membaca KMK-485/KMK.03/2003 Jo PMK Nomor : 98/PMK.03/2005 Tentang Konsultan Pajak Indonesia (filenya bisa diakses di web DJP atau di

    Komentar oleh Wandestarido (edo) | Agustus 16, 2008 | Balas

  65. mbak blognya bagus banget, gimana sih cara buatnya soalnya aku termasuk gol gaptek.. kasiaan deh aku, boleh ga konsultasi langsung lewat email,ngomong2 jogjanya dijl apa mbak?

    >> Terima kasih. Gampang kok buatnya, aku juga gaptek heheh.. tenang aja bloger lain banyak yang canggih2 dan bersedia sharing ttg cara membuat blog kok :). Saya bukan orang Jogja. Ke Jogja sekali2 pas ada kerjaan atau lg main aja. :)

    Komentar oleh alini | Agustus 29, 2008 | Balas

  66. salam kenal ya mbak… :)

    >> Salam kenal kembali. Terima kasih atas kunjungannya.
    BTw, kok bisa sih masih hapal ejaan lama :)

    Komentar oleh Arsyad Salam | September 1, 2008 | Balas

  67. Thanks sebelumnya buat Mbak Triyani dan Blog-nya. Salam kenal dari saya.

    Pertama kali saya menemukan blog ini gara-garanya saya mencari SE-05/PJ.03/2008 yang merupakan penegasan dari PP. 51 tentang Jasa Konstruksi.

    Saya sangat tertarik dengan blog ini, karena membeikan informasi dan pengetahuan perpajakan edukatif dan terbuka, saya harap dengan adanya blog Mbak Tri ini, dapat menyadarkan masyarakat tentang dunia perpajakan dan seluk beluknya.

    Go Mbak Triyani…!!!

    ***akhoe***

    jakarta

    >> Salam kenal, terima kasih atas apresiasinya.

    Komentar oleh akhoe | September 12, 2008 | Balas

  68. Salam kenal juga Mbak Triani,
    Minta ijin Triyani’s Weblog aku masukin daftar link http://www.klinik-pajak.com ya..

    Salam,

    >> Salam kenal pak Rudi. Terima kasih.

    Komentar oleh Rudi | September 13, 2008 | Balas

  69. salam kenal mba… saya yoki, juga dari tangerang…
    Kalo berkenan kita bisa tukeran linknya :)

    http://www.dhinata.com

    trims

    >> Salam kenal mas Yoki. OK Insya Allah saya tambahkan. btw, udah gabung di KBVC blm ya?

    Komentar oleh Yoki Dhinata | September 22, 2008 | Balas

  70. mbak tri salam kenal…
    aku Bambang Susilo…aku kuliah di D3 Pajak di Jogja..aku udah lulus…sekarang aku dijakarta gabung dengan organisasi penyandang cacat..aku baru balik dr bangkok…
    dan aku pengen nyalurin ilmu yang aku dapat…kalo boleh bisa bergabung dengan mbak tri…oya mbakkkk aku penyandang cacat folio..dan aku bisa aktivitas seperti masyarakat pada umumnya….aku lagi bingung nic mbak…makasih atas kesempatannya

    >> Salam kenal. Semoga sukses yah, mohon maaf kalau saat ini saya blm bisa membantu.

    Komentar oleh Bambang Susilo | Oktober 22, 2008 | Balas

  71. halo mba…

    aku murid brevet mba..angkatan 63 pagi di iai..
    wah blog nya bagus..sukses ya mba..

    -vivi-

    >> Halo mba Vivi, apa kabar. Terima kasih masih ingat saya. Semoga sukses juga yah :)

    Komentar oleh vivi novita rachman | Oktober 27, 2008 | Balas

  72. Salam kenal, mbak. Blog yg bagus banget, terutama informatif. Kl ada pertanyaan2an, boleh e-mail2an khan? Btw aku sdh add yahoo-nya ke yahoo aku (sorry gak sopan ya). Thanks.

    >> Salam kenal.

    Komentar oleh Sujadi | Oktober 28, 2008 | Balas

  73. Salam kenal,
    Saya sekarang sedang belajar membuat Blog, tapi belum sebagus Blog anda, Bila anda berkenan, tolong memberikan Tip bagaimana caranya membuat blog yang bagus, apa buku panduannya ?, terima kasih atas bantuannya.

    Hormat saya,

    Edih Daud

    >> Salam kenal. Mengenai blog, saya juga sedang belajar pak. Untuk belajar blog bisa mengunjungi blog2 yang memberikan tutorial blogging. Googling saja pak, pasti banyak pilihan.

    Komentar oleh Edih Daud | November 3, 2008 | Balas

  74. Assalamualaikum wrwb

    Yang ingin saya tanyakan , apakah hubungan antara pajak dan zakat, didalam islam jelas jelas zakat disebutkan bekali-kali didalam alquran. sedangkan pajak saya belum pernah mendapatkan kata-kata tentang pajak di alquran.

    Mungkin ukhti dapat memberikan literatur sudut pandang pajak didalam islam.

    Syukron.Wasalam
    Ahmad Husin Aprianto

    >> Wa’alaikumussalam wr wb.
    Mohon maaf saya bukan orang yang tepat untuk menjawab pertanyaan ini.

    Komentar oleh ahmad husin aprianto | November 4, 2008 | Balas

  75. Assalamualaikum wrwb,,

    mbak triyani,, saya lulusan prodip 3 pajak STAN tahun 2008, saya berkeinginan untuk magang di kantor konsultan pajak, apa di kantor mbak buka lowongan magang?
    terima kasih.

    >> Wa’alaikumussalam wr wb.
    Mohon maaf belum bisa membantu

    Komentar oleh handono | November 6, 2008 | Balas

  76. mba triyani,,,,
    icha ada rencana mau buat forum pajak,,, mba mau jadi moderator ngga? jawaban mba di email ke icha aja yah mba,,,
    thx alot mba,,,,

    >> Forum pajak dimana mba?

    Komentar oleh Icha | November 9, 2008 | Balas

  77. forum di web mba,,,

    Komentar oleh Icha | November 13, 2008 | Balas

  78. alow mbak Tri…

    salam kenal, nama saya yuli. saya bekerja di sebuah perusahaan swasta asing di jakarta, posisi saya sebagai staf accounting dan pajak, sebetulnya saya kurang memahami mengenai masalah perpajakan terlebih kepada penghitungannya namun karena di perusahaan sebelumnya saya pernah terjun langsung di bagian PPN setidaknya otodidak sedikit mengerti, maka dari itu di perusahaan sekarang saya diposisikan sebagai staf untuk pajak, dan tidak menghitung PPN lagi melainkan PPh 21, 23 dan 4 (2) yang sebelumnya saya buta soal itu.
    Setelah mencari untuk perhitungan PPh 23, 4 (2) untuk menghitung tahun pajak 2003 saya menemukan blog ini, dan saya ingin sekali menjadi bagian dari blog ini agar saya bisa belajar banyak dari masukan/ komentar yang ada di blog ini, dan yang pastinya pengetahuan mba Tri lebih banyak mengenai perpajakan.
    Yang ingin saya tanyakan mba, mengenai PPh 23 dan 4 (2) berapa besar tarif yang digunakan untuk menghitung pajak tahun 2003 sehubungan dengan sunset policy, dan peraturan pemerintah / Undang-Undang no. berapa yang bisa dijadikan acuan.

    Terima kasih atas perhatiannya, jawaban mba akan sangat membantu saya.

    Salam,
    yuli

    >> Terima kasih, Mba Yuli.
    PPh 23 dan PPh pasla 4 (2) yang dapat diperhitungkan dalam sunset policy sesuai dg yang telah dipotong oleh pemberi penghasilan saja (sesuai dg bukti potong).

    Komentar oleh yuli | November 19, 2008 | Balas

  79. Mbak Triyani, mba ini Konsultan Pajak kan?

    saya mau konsultasi Pajak, tapi secara profesional aja, maksud saya, saya mau hire Mba Triyani sebagai Konsultan Pajak Pribadi. bisa saya dapet kontak numbernya?

    soalnya saya lagi bingung untuk pajak sebagai SPLN yang bukan WPLN.

    Terima kasih ya.

    >> Betul, pak Yus. Info sudah saya kirim Japri yah.

    Komentar oleh Yuyus | November 26, 2008 | Balas

  80. mba, salam kenal. mo tanya nih aku kan baru dpt npwp di tempat aku kerja nah kebetulan akhir tahun ini aku mo berhenti untuk studi di luar negeri hanya setaun berarti aku untuk setaun kedepan tidak ada pemasukan. apa yang harus aku lakukan? menonaktifkan npwp? (setauku susah untuk proses ‘nonaktif’ npwp) sedangkan sekembalinya dari ln kan aku belum tentu langsung bekerja kembali. dan aku harus lapor k kpp mana y mba?
    trims banget buat infonya mba.harap cepat dibales karena aku udah bingung sekali ni..

    >> Salam kenal. Meskipun Anda telah memiliki NPWP, jika Anda tidak memperoleh penghasilan di atas PTKP maka Anda tidak memiliki kewajiban untuk melaporkan SPT Tahunan.

    Komentar oleh ayu | November 26, 2008 | Balas

  81. mbak triyani pernah kerja di pajak gak? dulu kuliahe dimana?

    >> ya sekarang kerja di pajak (sbg konsultan pajak maksudnya), tapi saya tidak pernah kerja di DJP/KPP.

    Komentar oleh nawam | November 27, 2008 | Balas

  82. mbak triyani
    saya kepingin konsultasi secara profesional (untuk konsultasi pajak pribadi)
    bisakah saya berkonsultasi langsung? (domisili saya di Malang, jawa timur)
    bagaimana caranya?

    Komentar oleh Azizah | Desember 14, 2008 | Balas

  83. Salam kenal mba’….

    aq juga dari Tangerang

    >> Salam kenal jg. Gabung donk di KBBC :)

    http://dhawi1986.wordpress.com

    Komentar oleh Muwahhidin Firdaus | Desember 16, 2008 | Balas

  84. Assalamu’alaikum WR. WB

    Salam kenal mba tri, Subhanallah artikelnya bermanfaat semua…bisa jadi tempat nimba ilmu
    kalau boleh bisa mengenal sosok mba tri lebih jauh, saya sangat berterimakasih sekali.
    Ohya mba tri buka konsultan pajak di mana ya?
    terimakasih…jzk khoir

    >> Salam kenal jg. Alhamdulillah jika bermanfaat. Saya konsultan pajak di Serpong.

    Komentar oleh ifani | Desember 18, 2008 | Balas

  85. Salam kenal, Mba.
    alhamdulillah, ketemu juga Blog yang saya cari2. Mba mau minta sarannya nih, Perusahaanan sy baru buka 4 bulan (Sept. 2008), untuk SPT tahunannya perlu dibuat engga ya kan usahanya baru empat bulan dan belum ada income.
    Maksih ya.

    Komentar oleh Mahfudin | Januari 5, 2009 | Balas

  86. halo halo…
    kok bisa tau si?
    piye carane?

    >> hehehe.. rahasianya udah tak kasih tau di email yah. ngaku deh gw :)

    Komentar oleh mnrp | Januari 6, 2009 | Balas

  87. trims mba tri buat jawaban yg sebelumnya ["Meskipun Anda telah memiliki NPWP, jika Anda tidak memperoleh penghasilan di atas PTKP maka Anda tidak memiliki kewajiban untuk melaporkan SPT Tahunan"]. terkait dengan pertanyaan faisal yg no 2, saya jadi penasaran.pertanyaan saya:

    1. berapa besar penghasilan di atas PTKP?

    >> utk th 2008 Rp 13.200.000/th ; utk th 2009 : 15.840.000/th

    2. nah klo di luar negeri sambil nyambi kerja serabutan dan
    bukti gaji tidak ada ato tidak stabil bagaimana?

    >> Kalau menetap di LN mungkin malah tdk kena pajak di Indonesia ya

    trims sekali mba atas bantuan jawabannya. saya jadi bersemangat untuk membaca dan semakin ingin tahu tentang kewajiban saya dalam membayar pajak. ^^!

    Komentar oleh ayu | Januari 6, 2009 | Balas

  88. maaf ketinggalan mba satu lagi, jika orang tersebut tidak bekerja berarti kan tidak ada penghasilan lalu tidak wajib melaporkan spt tahunan nah itu musti lapor ke kpp setempat menjelaskan klo kita tidak bekerja ato gmn? (maaf saya masih awam tentang pajak, kemaren sih seneng2 aja waktu urus npwpnya gampang karena ada sunset policy, tp sekarang bingung dengan mengisi dan ketentuan2nya)

    trims n maaf sudah merepotkan.

    >> Tentunya KPP tdk tahu apakah seseorang berpenghasilan di atas PTKP atau tidak tanpa adanya pemberitahuan dari WP. Jika sudah punya NPWP, WP tdk melaporkan SPT Tahunan (meskipun krn penghasilan tidak lebih dari PTKP) ada kemungkinan KPP akan menerbitkan Surat Tegoran. Untuk menghindari hal tsb, lebih baik memberitahukan ke KPP jika penghasilan tdk lebih dari PTKP.

    Komentar oleh ayu | Januari 6, 2009 | Balas

  89. Wah Mbak Yani konsultan yaw..

    Makanya saya ga mudeng sama sekali apa yang diposting..

    Namun sangat menarik sekali, Mbak Yani konsisten mengisi BLOG ini dengan masalah seputar pajak jadi orang akan dengan mudah datang ke sini untuk permasalahan pajak(termasuk saya ini he he he, tapi sekarang saya emank lum butuh sich)

    >> hehehe..makasih atas kunjungannya.

    Komentar oleh bocahbancar | Januari 20, 2009 | Balas

  90. assalam
    mba, saya prodip3 baru lulus ni, skrg magang di kpp madya tangerang
    belakangan ini saya baru mulai aktivitas blogging, trus coba2 nyari penghasilan dari situ
    tapi malah kepikiran aspek pajaknya (dasar orang pajak, hehehe)
    mksdnya saya ingin nulis blog yang ngupas tentang aturan perpajakan bisnis-online, karena saya lihat2 potensi pajaknya besar, sekaligus edukasi jg bwt temen2 blogger yang kerja di bisnis ini
    yang terpikir oleh saya
    1. UU PPh pasal berapa yang dpt dikenakan untuk bisnis online?
    2. untuk affiliasi apa bisa dikenakan PPh 21 atas komisi?
    3. untuk penyedia jasa periklanan, domain,dll.. apa bisa dikenakan PPh 23?
    4. wajibkah pebisnis online lapor PPh25?
    mgkn itu dulu yang terpikir oleh saya, mohon bantuannya untuk saya jadikan rujukan untuk artikel blog saya
    makasi mba =)

    >> Wa’alaikumussalam wr wb.
    Idenya bagus jg, tinggal diriset aja, masih fresh grad mesti lebih semangat :) Hmmm.. anak prodip pajak mestinya sudah byk belajar soal pajak :)
    btw, Kalau ga salah ingat pak Dudy sudah menulis mengenai hal ini, silahkan dicek barangkali bisa menambahkan info.

    Komentar oleh aul | Januari 27, 2009 | Balas

  91. Ass..
    mbak, kebetulan pas iseng2 nyari aturan-nemu blog nya embak..
    maw nanya y mbak.., kan ptkp th 04 ama 05 beda, tapi penerimaan pajak op kq turunnya di tahun 06, bukan 05 y? apa karena wp udah terlanjur bayar 25 masa maka byar g’ diperiksa dia mending “sama”dengan tahun 04 dengan knskwnsinya peredaran bruto 05 dinaikkan? jadi di th 06 dia baru nyesuaiin dg ptkp baru..
    apa ada penjelasan ilmiahnya mbak..?
    makasih sebelumya y mbak…

    >>Wahh soal penerimaan pajak dari WPOP yang turun khan bukan semata2 dari PTKP saja.

    Komentar oleh shakti | Januari 27, 2009 | Balas

  92. Senang berkenalan dengan Anda

    Budiman Sudharma ,S.H.
    http://www.budimansudharma.com
    http://www.infobuddhis.com
    http://www.fkub.or.id

    >> Saya jg senang berkenalan dg Anda, pak Budiman :) .

    Komentar oleh budimansudharma | Januari 29, 2009 | Balas

  93. mba tri telah menginspirasi saya membuat blog tentang pajak walaupun masih belajar, link nya boleh saya add ya :(

    >> Terima kasih, Pak Mantri :) Welcome to the blogspere.
    Silahkan di-add link saya. Setelah sempat update link nanti saya add jg di daftar blogroll saya.

    Komentar oleh rahman | Februari 3, 2009 | Balas

  94. nah, tulisan/blognya Pa Dudi yg mana mba?
    bs kasi alamat blognya g?
    oya semangat bikin bukunya ya mba
    ntar kalo KBBC ngumpul mo tanya2 soal pajak ah

    >>Aduhh.. lupa link tulisan tsb, maaf. blognya di blogroll saya
    ehh iya, kemarin blm dapat email/telp yang posting email, lupa cari pula :)
    Jangan lupa gabung dg acara donor darah bulan Feb ini :)

    Komentar oleh aul | Februari 5, 2009 | Balas

  95. Hi Mbak Tri,

    Salam kenal dulu yach :)
    Boleh minta tolong Mbak jelaskan kasus pembagian deviden?
    Perusahaan saya pma 100% dgn pemegang sahamnya perusahaan spore and finlandia. Gimana sih Mbak prosedur pembagian deviden dan peraturan perpajakan apa saja yang terkait dengan pembagian deviden ini.
    Kalo deviden 2008, diaccrued lewat audit adjustment di bulan Mar’09, bayar pajak kapan yach dan berapa tarifnya?
    Makasih ya Mbak Tri atas jawabannya.

    Komentar oleh aurend | Februari 5, 2009 | Balas

  96. Mbak triyani saya mohon ijin menggunakan presentasi anda

    terima kasih

    toto w

    >> Silahkan

    Komentar oleh toto | Februari 11, 2009 | Balas

  97. Mbak Triyani, salam Kenal saya Jamil Azhari, pemerhati dan sering membuka Blog Mbak Yani.terimakasih sebelumnya.
    Saya mau tanya bagaimana caranya bisa contact mbak Yani. saya berencana untuk mengusulkan ke Pimpinan saya untuk menghire mbak Yani sebagai konsultan Pajak kami. Jika masih memungkinkan bolehkah saya dapat no telp mbak Yani. Perusahaan kami adalah perusahaan perikanan, dan berlokasi di Jakut.
    atas bantuan dan kerjasama mbak Yani saya sampaikan terimaksih
    Jamil Az

    >> Salam kenal Pak Jamil. Terima kasih atas perhatian, apresi serta rekomendasinya. Saya bisa dihubungi melalui email [triyani] [08] at dot [com]. Semoga kita bisa bekerja sama :)

    Komentar oleh Jamil Az | Februari 12, 2009 | Balas

  98. asslkm
    wah sip ni, kpn2 bisa nanya2 tentang pajak

    salam kenal mbak, by nurrahman

    >> Salam kenal, terima kasih atas kunjungannya

    Komentar oleh nurrahman18 | Februari 15, 2009 | Balas

  99. Mbak Triyani,

    Salam kenal mbak. Mau nanya nih mbak

    Bila pegawai lokal/indonesia bekerja proyek yang didanai oleh UNDP( organisasi internasional yang bukan merupakan Subyek PPH), apakah atas penghasilan yang diterimanya terhutang PPh ?
    Bila iya, bagaimana mekanisme pemungutan dan pembayarannya? karena pemberi kerja bukan Subyek PPh. Terimakasih

    >> Organisasi International yang bukan subyek pajak tsb bukan merupakan pemotong PPh 21, sehingga tidak memotong PPh 21 atas gaji dan tunjangan yang dibayarkannya. Namun demikian, penghasilan yang diterima staff lokal yang bekerja di NGO tsb, merupakan obyek PPh. Pajak yang terutang dihitung dan dibayar sendiri oleh staff tsb melalui angsuran PPh 25.

    Komentar oleh anna s | Februari 25, 2009 | Balas

  100. Hai….mbak salam kenal,

    Seneng sekali saya bisa menemukan blog mbak.saya menemukan blog mbak secara gak sengaja karena saya mencari tentang undang2 perpajakan mengenai yayasan.karena jarang banget yang membahas tentang perpajakan utk yayasan, waktu saya menemukan dan membaca isi blognya wahhhh sangat membantu banget…..kayaknya bakal sering aku kunjungi blognya
    terima kasih ya mbak…terus berkarya :)

    >>Terima kasih atas apresiasinya.

    Komentar oleh Mariati | Februari 26, 2009 | Balas

  101. Ass.wr.wb
    Mba Triyani, apakah bantuan (dana pembinaan)kepada pengurus cabang olah raga yang diberikan oleh Komite Olahraga merupakan objek Pajak? Trims, ditunggu balasannya…

    >> Mestinya sih enggak yah. Ini penyaluran dana saja khan?

    Komentar oleh Abdurachman Aji | Februari 27, 2009 | Balas

  102. Assalamu’alaikum mba…
    Sy azka, mahasiswi akuntansi. Sy mohon bantuanya tentang penghitungan pajak. Sy ambil data mengenai aplikasi gaji pokok pegawai (gpp) 2008 di Instansi Departemen. Didlm aplikasi semua instant. Jadi, sy bingung dlm penghitungan manualnya.
    Sy ambil contoh rincian daftar gaji salah satu pegawai bulan Juli 2008 :
    Pegawai gol. II/a belum kawin.
    I. Penghasilan
    Gajipokok Rp. 1.165.200
    T.istri/suami –
    T.anak –
    T.umum Rp. 180.000
    T.beras Rp. 41.580
    Pembulatan Rp. 40
    T.khusus pajak Rp. 6.212
    =Penghasilan kotor Rp. 1.393.032

    II.Potongan
    IWP Rp. 116.520
    Pajak Penghasilan Rp. 6.212
    Taperum Rp. 5.000
    =Jumlah potongan Rp. 127.723
    Jadi, penghasilan bersih Rp. 1.265.300

    Yg jd pertanyaan sy, darimana didapat Rp. 6.212??? Ktnya itu hanya subsidi pemerintah, makanya setelah didapat pada kolom tunjangan ada juga pada kolom potongan. Tapi tetap saja menjadi masalah bagi sy, karena sudah sy coba dg penghitungan PPh21, PTKP WP 13,2 jt/thn, tapi tetap tidak sama hasilnya dg Rp. 6.212.
    Mohon bantuannya mba triyani…
    Sy sudah deadline sekali… Trimaksih sebelumnya…Mohon balasan penjelasannya…
    Wassalam.

    Komentar oleh azka | Maret 9, 2009 | Balas

  103. Mba bs minta no.teleponnya?kantor atw HP?
    mhn kirim ke alamat email sya ya…trims

    Komentar oleh Abdurachman Aji | Maret 10, 2009 | Balas

  104. Mbak… saya mau tanya nih..
    kebetulan aku lagi audit…
    dan transaksi yang terkait dengan pembelian barang ada di tahun 2005 – 2006…
    aku ada minta espt PPN 1195 dan didapati beberapa kolom yang aku gak ngerti bisa gak dibantu?

    mungkin datanya bisa aku email?

    Komentar oleh Sur | Maret 17, 2009 | Balas

  105. Mbak mau nanya nih,
    Contoh kasusnya begini, perusahaan A membeli jasa dari perusahaan B di Singapore senilai Rp 10.000.000. Perusahaan A memotong Rp. 1.000.000 untuk PPN, sehingga hanya membayar Rp 9.000.000 ke perushaan B. Pertanyaanya, apakah perusahaan A berhak mengkreditkan PPN In dari sejuta ini?
    Mudah2an jelas, makasih sebelumnya ya Mba n salam kenal.

    Komentar oleh adi | Maret 18, 2009 | Balas

  106. Mba, saya mau nanya…saya kerja mulai Desember 2008 dg gaji Rp 1.500.000,-. Perusahaan saya tidak memotong PPh 21 dr gaji saya, saya hrs bayar sendiri ppHnya. Saya sudah daftar online, trus dikenai PPh 25 & 29. Pertanyaan saya, apakah sebelum 31 Maret 2009 ini saya harus lapor pajak yg cuma 1 bulan di bulan Desember 2008 itu? trus gimana cara pengisian SPT pajak utk yg kena PPh 25 &29 ini, ada panduan pengisiannya ngga mba? yg saya liat contoh2 di internet banyakkan Pph 25 untuk badan,bukan orang gajian seperti saya. Terima kasih untuk penjelasannya ya mba, saya tunggu…

    >> Jiika status Anda adalah karyawan, seharusnya perusahan memotong PPh terutang dan membuatkan bukti potong PPh 21. Pada umumnya karyawan yang tidak punya penghasilan lain tdk memiliki kewajiban PPh 25. pemenuhan kewajiban PPh 29 dilakukan dg mengisi SPT Tahunan terlebih dahulu.

    Komentar oleh Anggi | Maret 19, 2009 | Balas

  107. Ass,mba…saya buat usaha interior design dan bangunan dg teman2. Perusahaan kami baru berjalan mulai November 2008 ini.Gaji saya tiap bulan 3jt (start November 2008). Saya tidak punya penghasilan lain selain kerja di usaha ini. Bulan Februari 2009 saya daftar NPWP. Saya dikenai PPh 25,29. Apa sy hrs lapor pajak yg bulan November & Desember 2008 di bulan Maret ini? Saya bingung,apakah sy seharusnya kena PPh 21?Perusahaan tidak memotong gaji untuk bayar pajak.Klo saya juga yg punya usaha sekaligus karyawannya dg gaji per bulan 3 jt, gimana ya itu mba, kena PPh 21 atau 25?
    Trima kasih sebelumnya…

    Komentar oleh diah | Maret 24, 2009 | Balas

  108. Assallamu’alaikum Wr. Wb.

    Mbak, saya mau tanya bisa nggak aku dikirimi tabel tentang ketentuan tarif pajak terbaru di tahun 2009 dan saya tanya tentang perlakuan pph pasal 25 dan 29 dalam penyajian laporan keuangan. terima kasih atas perhatiannya.

    Wassallamu’alaikum Wr. Wb

    Ady_BLitar

    Komentar oleh WA_ONE | April 4, 2009 | Balas

  109. Saya salut. Blog ini memang canggih sekali.

    Ramzy

    Komentar oleh Ramzy Kasri | April 16, 2009 | Balas

  110. mbak, ada referensi kuasa hukum pajak ga?
    aku ada masalah dengan SPKPBM dan butuh bantuan dari orang yang benar-benar menguasai kepabeanan…makasih sebelumnnya…

    Komentar oleh joshua | Mei 4, 2009 | Balas

  111. Salam Kenal Mbak…

    Sampeyan Alumni SMUN 1 Purworejo ya mbak? angk brp?
    Saya jg alumni situ, lulusan th. 1999.
    Baca Blog ini bermanfaat banget, bangga dech punya kakak kelas yg hebat…

    >> Salam kenal Mas Teguh,
    Saya Alumni SMEAN Kutoarjo,bukan SMUN 1

    Komentar oleh Teguh AP | Mei 25, 2009 | Balas

    • Wah gpp dech, sesama anak purworejo bangga juga kok. Boleh minta pembahasan ujian USKP yg kemaren mei ’09 ini ga he..he..saya barusan ikut yg USKP A (baru dasar banget ya)…dibanding mbak Tri yg udah certified C, jauh banget. Kl udah dibahas saya bisa mendapatkan di mana? atau japri aja. Email saya di: t_agus@yahoo.com makasih ya….

      Komentar oleh Teguh AP | Mei 31, 2009 | Balas

  112. assalamualaikum
    maaf merepotkan nih mba tri
    1.saya mau bertanya tentang bagaimana cara pengisian SPT tahunan Pajak penghasilan WP orang pribadi.
    2. Untuk Butir 15 di Form 1770, isi tersebut saya dapat dari Form 1770-II dan isi dari Form tersebut saya dapat dari Form 1721-A1 butir ke 24 atau 23 ya?
    terima kasih ya mba.

    Komentar oleh Hendra | Mei 28, 2009 | Balas

  113. Salam kenal ya Mbak….Saya mau nanya nih..Sodara saya diperiksa pajak PPN karena lebih bayar yang diperiksa masa Desember 2008. Masalahnya adalah pemeriksa meminta seluruh bukti pembukuan satu tahun januari-desember. Apakah hal ini relevan? bukannya yang diperiksa cuman masa desember? Saya pikir pemeriksa agak mencari-cari…gimana pendapat mbak? ada gak aturan yang mengatakan saya harus menyediakan seluruh bukti satu tahun? Please help me…

    Komentar oleh ilham.wicaksono | Mei 29, 2009 | Balas

  114. Saya komentar lagi nih Mbak, mungkin saya salah kirim entah salah ketik maklum GAPTEK!! kirim via email juga nggak balas (Aku bukan SPAM). Ngggak dijawab-jawab pertanyaan komentarku ini. Mungkin Mbak nggak ketemu jawabannya.. kalu gitu makasihlah.. susah juga Taat Pajak. Masyarakat khususnya awam nggak dikasih tahu peraturan & tatacara perpajakan dikira Nggak Taat & Penggelap.

    Komentar oleh yanastree astree | Juni 1, 2009 | Balas

  115. Gitu aja kok REPOT.., mendingan menenk baeklah..ora weroeh..he he he.

    Komentar oleh yanastree astree | Juni 1, 2009 | Balas

  116. Dear Mbak Tri,

    Saya baru di bidang perpajakan dan hendak menanyakan masalah dasar, yaitu metode perhitungan PPh 21. Kalo gak salah ada beberapa macam metode (Gross, Net, Gross Up).
    Nah yang ingin saya tanyakan, apakah di Indonesia ini mengenal metode perhitungan PPh 21 dengan cara “Combination of Tax Treatment (i.e. individual payment which need to on net basis) ?
    Kalo ada mohon penjelasan dan pencerahan bagaimana step2 penghitungan PPh 21 dengan metode tersebut.

    Terima kasih sebelumnya.

    Uwiey

    Komentar oleh uwiey | Juni 24, 2009 | Balas

  117. mbak salam kenal. ok

    Komentar oleh indra | Juni 25, 2009 | Balas

  118. assalamu’alaikum mba triyani, salam kenal :)
    kata pertama nama lengkap kita sama lho, makanya bisa mampir kesini :D boleh tuker link mba?

    salam,
    yani

    Komentar oleh yani | Juli 7, 2009 | Balas

  119. Mba Tri, mau tanya seputar perlakuan dan pelaksanaan PER-28/PJ/2009 mengenai Pembayaran PPh Atas Penghasilan dari Pengalihan Hak Atas Tanah dan Bangunan.
    beberapa kasus yang ingin saya tanyakan…
    1. PT. X bangun properti tahun 19XX diatas tanah a/n PT.X
    2. Tahun 19XY terjadi Force majuer, pembangunan terhenti
    3. Tahun 20XX melanjutkan dengan menggandeng PT.Y dan membentuk KSO (Kerjasama Operasi) share 50%-50%
    4. Tahun 20XY PT.X mengundurkan diri dari KSO, PT.Y melanjutkan pembangunan dan penjualan properti tetap dengan bentuk KSO karena Tanah masih a/n PT.X
    5. Penjualan properti masih atas nama PT.X (AJB dan pengalihan hak atas properti) Tapi PT.X memberikan kuasa kpd PT.Y utk melakukan penandatanganan AJB
    6. Penerimaan atas penjualan tetap di KSO
    Bagaimana perlakuan PPh dari penghasilan atas pengalihan hak atas tanah dan bangunannya mengingat penerima penghasilan adalah KSO (yang notabene share sdh 100% PT.Y) tetapi AJB masih atas nama PT.X
    NB : biaya balik nama tanah yang besar merupakan alasan utama PT.Y tidak melakukan balik nama tanah.

    Mohon sekiranya balasan bisa diemail ya mba.
    Regards

    Rully

    Komentar oleh Rully | Agustus 6, 2009 | Balas

  120. Tri, apa kabar ? tadi lagi googling cari konsultan pajak eh ketemu blogmu … hehehe …

    Aku pengen nich gabung ama konsultan pajak, nanti aku berguru ama kamu ya …

    Thanks
    Ros

    Komentar oleh Ros-Voith | Agustus 19, 2009 | Balas

  121. numpang promosi, mari bergabung di :

    http://groups.google.com/group/blogger-purworejo

    info lengkap di :

    http://nurrahmanarif.wordpress.com/2009/09/17/milis-blogger-purworejo/

    >> OK. tapi sepi gitu heheh

    Komentar oleh nurrahman18 | September 18, 2009 | Balas

  122. Selamat Idul Fitri 1430 H, maaf lahir batin ya… mudah2an kita dipertemukan dgn Ramadhan berikutnya, amiin.
    View card from C.E.R.I.T.A

    >> Sama2. Amin

    Komentar oleh yani | September 19, 2009 | Balas

  123. maaf, bolehkah saya mau pasang iklan banner ukuran 150×75 diblog anda http://triyani.wordpress.com? Saya tawar dengan harga Rp.50.000 perbulan. Jika tertarik, kirim ke email saya. Terima kasih

    >> Makasih

    Komentar oleh Tommy | September 26, 2009 | Balas

  124. Ass Wr WB. Mbak saya mau tanya donk. Kalo kita mau jual rumah biasanya ada pph psl 23 final 5%. Bagaimana hukumnya dengan perhiasan dan emas logam mulia? Apakah dikenakan PPh Psl 23 final ? Kalo iya berapa persen? bgmn juga hukumnya kalo dapat dividen dari perusahaan bagi wpop dan perusahaan itu sendiri? Apakah pajaknya final ? en berapa persentasenya? Tolong dijawab yah Mbak.

    >> Kalau jual perhiasan dan emas/logam mulia dikenakan PPh dari capital gainnya saja. Laba penjualannya nanti dilaporkan dalam SPT Tahunan (laba dari penjualan harta) dan digabung dg Penghasilan yang merupakan obyek PPh tidak Final lainnya (misal : Penghasilan dari pekerjaan (Gaji, tunjangan dll), Penghasilan dari kegt usaha).

    Komentar oleh Lena | September 29, 2009 | Balas

  125. Ass wr wb,salam kenal mbak Tri. boleh nggak saya dikasih no telp atau alama mbak utk konsultasi? wass. Jenny

    >> Salam Kenal, bu Jenny. untuk konsultasi bisa melalui email di triyani08 [at] yahoo.com atau telp saya di 021-68025708
    Thx

    Komentar oleh jenny | Oktober 6, 2009 | Balas

  126. Salam kenal mba Tri…

    Wah blog yang bagus, keren… mba mau dong minta ilmunya? :D Dan kalau tidak keberatan artikel yang mba buat bisa di publish di Web perusahaan tempat saya bekerja. boleh minta email pribadi mba Tri ngga?

    >> Salam Kenal, Mba Erna.
    Terima kasih atas apresiasinya. Silahkan, artikel yang dipublish di blog ini bebas di re-publish kemanapun. Terima kasih jika Anda menyebutkan sumbernya :) , email saya triyani08 [at] yahoo [dot] com

    Komentar oleh Erna | Oktober 7, 2009 | Balas

  127. Yth ;
    Ibu Tryani

    Dh,
    Boleh ya koresponden untuk mengetahui tentang pajak lebih banyak.

    Salam,

    Ary F

    Komentar oleh Ary Fitanto | November 2, 2009 | Balas

  128. Terima kasih mbak Tri,

    Baru memulai usaha sendiri di bidang nursery tanaman, hilir mudik saya browsing web pajak, maklum awam banget mbak, jadi bisanya ya browsing setiap ada permasalahan pajak yang saya nggak paham.

    Namun setulusnya saya bilang, web ini benar-benar blog yang lugas, … saya mohon ijin, kalau boleh saya publish blog ini di FB saya.

    Salam,
    Edi – Malang Jatim

    Komentar oleh Yustinus Edi | Desember 17, 2009 | Balas

  129. assalamualaikum
    Salam kenal mbak. Maaf kebetulan namanya seperti nama istri saya… Btw salam kenal dari Public Crews Media Utama :

    http://korantarget.wordpress.com

    http://fakta12.wordpress.com

    Komentar oleh korantarget | Januari 19, 2010 | Balas

  130. Salam kenal non! numpang baca-baca blognya… salam :) dari Cilacap

    Komentar oleh Rychan | Januari 21, 2010 | Balas

  131. asslm,
    mbak saya mau tanya soal perhitungan peg. tidak tetap yang dibayar secara bulanan akan diperhitungan sesuai sama seperti peg.tetap tapi tidak dipot.biaya jabatan yang saya mau tanyakan.
    1. apakah ada perhitungan ulang jika peg. tidak tetap berhenti atau akhir tahun?
    2. bedasarka per 31/pj/2009 peg.tidak tetap dibayar bulanan berdasarkan contohnya penghasilan dikali 12 lalu dibagi 12 dapat pajak 1 bulannya. jika dia tidak bekerja selama satu tahun apakah juga harus dikali 12dibagi 12 krn jika ada perhitungkan pada akhir tahun akan ada kelebihan bayar?Jika berdasarkan waktu kerja boleh,saya mau tau diatur di undang-undang perpajakan mana ya?
    3. jika berdasarkan contoh di per 31 pada saat karyawan melaporkan pajak pribadinya mereka akan tahu kelebihan atau kekurangan bayar.jika kelebihan bayar pasti mereka akan tanya keperusahaan kenapa lebih bayar. gmn ya mbak cara mengatasinya.

    Komentar oleh dia | Januari 23, 2010 | Balas

  132. Assalamualaikum wr wb,
    Yth Ibu Triyani, Bagaimana pertimbangan untuk penggunaan accurate accounting softwarenya..
    Saya Tunggu informasinya ya Ibu..
    Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

    Komentar oleh wachyu hidayat | Februari 2, 2010 | Balas

  133. Assalmu’alaikum, salam ukhwah
    Silaturahmi ke http://hndika.co.cc

    Komentar oleh handikas | Februari 19, 2010 | Balas

  134. Yth Ibu Triyani,

    Saya ada pertanyaan mengenai jasa outsourcing. Apakah karyawan Asing bisa di outsource ? Kalau bisa adakah perbedaan perlakuan perpajakan terhadap jasa outsourcing tenaga kerja asing dengan tenaga kerja lokal ? Apakah ada hal – hal yang harus lebih diperhatikan, dari segi pajak, mengenai perlakuan perpajakan terhadap TKA mengingat perlakuannya berbeda antara TKA dan TKI, misalnya dari segi jumlah gaji yang diterima ? Terima kasih

    Komentar oleh annika | Februari 22, 2010 | Balas

  135. Assalamualaikum Bu Triyani..semoga sehat dan selalu berbagi ilmu kepada siapapun..
    Salam kenal, saya tinggal di tenggarong kaltim,smg berkenan jika saya berdiskusi tentang pajak via email ya bu…
    terima kasih
    wassalam

    Komentar oleh mulyono dwiantoro | April 20, 2010 | Balas

  136. Yth Ibu Triyani,

    Sy mau menanyakan tentang perhitungan PPh 25.
    Karna berhubung sy sedang dlm proses perhitungan..
    berhubung hasil perhitungan sy NIHIL, apakah kita diharuskan membayar PPh 25 sesuai dengan nominal tahun lalu?
    Trims.

    Komentar oleh fera yang | April 21, 2010 | Balas

  137. Salam kenal Bu,..
    Mohon Ijin Link Ke blognya..

    Salam

    Komentar oleh ecooce | Juni 12, 2010 | Balas

  138. Mbak….
    Keren bgt webnya, jadi bener2 jelas dan bisa ngerti bgt soal pajak…
    aku punya kasus nih…
    kebetulan staff aku melakukan pemotretan, kemudian membayar upah 3 orang pekerja lighting sebesar 1.500.000, nah begitu aku melakukan realisasi ke bagian keuangan ternyata mereka memerlukan bukti potong pph 23 atas upah yang mereka kerjakan.
    namun karena sudah terlanjur dibayarkan dan yang bersangkutan tidak punya npwp, jadi otomatis perusahaan yang harusnya menanggung. nah yang aku mau tanya gima rumus gross up supaya hasil gross up jika dikurangi dengan pph 23 tetap 1.500.000.
    terima kasih sebelumnya…
    balas via chatting juga boleh ko…
    fransiska_laksmi@yahoo.com
    fransiskainside@gmail.com

    Komentar oleh Siska | Juli 5, 2010 | Balas

  139. Mbak Tri,

    Saya mau tanya bagaimana jika saya mau import dengan gunakan nama perusahan orang lain karena saya belum punya API,lalu dari perusahan tersebut keluarkan Faktur Pajak 10% dan katanya bisa di alihkan ke NPWP dan barang bisa jual ke client dengan dikenakan PPN 10% kepada client.

    Yang menjadi pertanyaan saya :

    Apakah ini tidak terjadi double setoran PPN 10%
    Jika benar,bagaimana harusnya supaya tidak double PPN 10%.

    apakah setor PPN di kurangi dengan yang sudah saya bayar atau bayar penuh PPN nanti restitusi.

    Mohon penjelasan dari Mbak Tri soalnya saya bingung

    salam
    Recky

    Komentar oleh recky dirk | Agustus 28, 2010 | Balas

  140. lagi cari aturan ngisi SPT…dll.

    Komentar oleh iklanmuslim.com | Februari 28, 2011 | Balas

  141. Assalamu”alaikum Wr.Wb.

    Salam Kenal
    Bu Triyani….

    Nama saya Adela, ingin konsultasi seputar e-SPT PPN dalam hal perkembangan praktek perpajakan di Indonesia.

    Bila tidak keberatan, boleh ga…. saya minta no tel dan email Bu Triyani.

    Sebelum dan seduahnya saya ucapkan terimakasih.

    Komentar oleh Adela | Maret 14, 2011 | Balas

  142. Assalamu”alaikum Wr.Wb.
    Salam kenal Bu Triyani…

    Saya Adela, setelah membaca blog Ibu, saya sangat tertarik di dunia perpajakan dan sangat bermanfaat bagi pemahaman perpajakan diIndonesia.

    Terimakasih banyak Bu Triyani…. yang telah memberikan ilmu via blog ini tanpa henti hentinya dan semoga dpat bermanfaat di kemudian hari.

    Wassalam,

    Adela.

    Komentar oleh Adela | Maret 14, 2011 | Balas

  143. hallo mba.. saya inka, kebetulan saya mahasiswa jurusan keuangan dan perpajakan. Saya dapat tempat Praktek Kerja Lapangan di konsultan pajak. Dapat kasus untuk menghitung PPh OPDN, saya ingin tahu apakah cara menghitung saya sudah benar. Klien pimpinan saya seorang dokter di sebuah RS dan klinik juga sebagai staff dosen pengajar yg sudah pensiun. Penghasilan dari pensiunan sebesar Rp. 39.791.000, penghasilan dari RS Rp. 686.153.000, dari klinik Rp. 9.300.000. Status Kawin belum memiliki anak. PPh yg sudah dipotong oleh pemberi kerja sebesar Rp. 57.033.650. Saya menghitung untuk yg suaminya saja, suami istri tsb. memiliki satu NPWP.
    maka:
    jumlah penghasilan: Rp.735.244.400
    PTKP: Rp. 17.160.000
    PKP: Rp. 718.084.400 dibulatkan ke bawah= Rp. 718.084.000
    PPh Pasal 21: Rp. 160.425.200
    PPh yang sudah dipotong: Rp. 57.033.650
    Kurang Bayar : Rp. 103.391.550
    angsuran per bulan : Rp. 8.615.962,50
    jika ada kesalahan mohon beritahu saya
    trims

    salam
    inka

    Komentar oleh Inka | Maret 17, 2011 | Balas

  144. Salam Kenal Bu Tri

    Komentar oleh Joni | Juni 27, 2011 | Balas

  145. Salam kenal Bu, Mohon Ijin Link ke Blog

    Komentar oleh Joni | Juni 27, 2011 | Balas

  146. assalamualaikum Ibu Triyani… salam kenal.. saya Ratna Tinggal di tangerang, kebetulan saya masih menjadi majasiswa di PT di jakarta, saya mengambil jurusan perpajakan. dan diakhir smester ada percobaan untuk magang. yang saya ingin tanyakan, apakah saya bisa magang di tempat Konsultan Ibu Triyani ??? dan kalo pun bisa bagaimana prosedurnya?? makasih .
    wassalamualaikum wr wb.

    Komentar oleh Ratna | Januari 9, 2012 | Balas

  147. Mba, salam kenal saya Ikhsan…

    Saya bekerja di perusahan yg bergerak di bidang tour & travel untuk membuat pph badan psl 29 n 25 apa aja yg harus saya kerjakan…. untuk laporan harian… saya pernah ngobrol sama konsultan pajak di kantor pajak, katanya saya harus buat laporan keuangan n neraca keuangan, baru saya bisa mengisi form pajak 25 & 29…. yg saya mo tanya gmn cara membuat lap. keuangan n neraca…. thanks

    Komentar oleh Ikhsan | Februari 16, 2012 | Balas

  148. Salam kenal mbak Tri. Mau bertanya status saya menikah dan menetap di luar Indonesia, apakah saya bisa menonaktifkan NPWP saya? karena saya membayar pajak di negara tempat saya tinggal kini, saya coba daftar online di http://www.pajak.go.id sampai saat ini tidak mendapat balasan. Apakah saya harus melapor setiap tahun untuk status “NIHIL” pajak saya?

    Komentar oleh pursuingmydream | Maret 15, 2012 | Balas

  149. Assalamualaykum..
    mbak.. mau tanya nih :
    1. jika Tn. Nyoman adalah WP OP yang melakukan usaha mulai tahun 2007, telah memiliki NPWP. oleh karena peredaran bruto Tn. Nyoman sampai Mei 2007 adalah Rp.650.000.000, maka Tn. Nyoman menggunakan pembukuan untuk menghitung penghasilan netto.
    pertanyaannya, BENARKAH TINDAKAN Tn.Nyoman tersebut ?

    2.hasil akhir dari pencatatan yang dilakukan oleh WP adalah laporan keuangan yang berupa laporan Laba Rugi dan Neraca.
    pertanyaannya, BENARKAH itu mbak?

    3.prinsip konservatif dalam menghitung PPh secara umum tidak diperkenankan, tetapi terdapat pengecualian, misalkan cadangan piutang tak tertagih untuk usaha perbankan yaitu sebesar 2,5 % dari saldo rata-rata piutang.
    Benarkah itu ?

    4. firma Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang transportasi darat. Pada tanggal 4 Maret tersebut termasuk kelompok 2. Benarkah itu mbak ?

    5.Perusahaan menggunakan sistem periodik dalam menghitung harga perolehan, pada tanggal 31 desember terdapat pembelian sebesar Rp.100.000.000,- atas pembelian tersebut belum dijurnal dan belum dimasukkan dalam persediaan. bila kesalahan tersebut diperbaiki, maka PKP tetap sama.
    BENAR atau SALAH?

    Komentar oleh Lusi | April 26, 2012 | Balas

  150. Assalamu’alaikum,

    Perkenalkan mbak, saya Jimmy.
    Begini mbak, say ada permasalahan mengenai perpajakan. Saya adalah seorang tunanetra, saya akan membeli beberapa peralatan alat bantu untuk tunanetra dari Amerika . Itu berupa mesin ketik braille dan alat tulis braille. Berdasarkan peraturan pemerintah, peralatan untuk tunanetra tidak terkena pajak. Namun, pengalaman teman saya mengimpor alat tersebut, ia tetap terkena pajak yang jumlahnya lumayan besar, seperti barang lain pada umumnya. Saya sudah pernah menelepon beacukai, mereka bilang saya harus punya surat dari kementrian perdagangan, dan saya kesulitan mendapatkannya.

    Nah, apa yang harus saya lakukan mbak? Supaya saya bisa mendapatkan hak saya untuk bebas pajak impor?

    Tolong ya mbak balasannya, saya sudah pusing nih, cari jalan keluar ndak ketemu2. Makasih banyak ya mbak.

    Komentar oleh Jimmy | Juni 26, 2012 | Balas

  151. Assalamu’alaikum,

    Salam kenal mbak Tri,

    Sy sdh menyetor dan melaporkan SPT, dan ternyata terjadi kekeliruan atas pajak yg sudah sy setor dan laporkan tersebut. Langkah2 apa sj yang perlu sy lakukan untuk pembetulannya ?

    Terima kasih.

    Salam,
    shofianie.meccca@gmail.com

    >> Wa’alaikumussalam wr wb. Salam kenal jg.
    Untuk pembetulan tinggal mengisi SPT yang akan dibetulkan dengan memberi kode Pembetulan dan mengisi sesuai data yang benar.

    Komentar oleh mecca | Juli 17, 2012 | Balas

    • nambahin :D
      kalau maksud mba shoffie salah setor SSP, mba shoffie tinggal mengajukan permohonan pemindahbukuan ke KPP dimana SSP tersebut diadministrasikan.

      Komentar oleh iqbal | November 20, 2012 | Balas

  152. Apakah diizinkan pembaca berkirim artikel ke blog ini, dan apa saja syaratnya? Apakah ada persyaratan tertentu yang wajib ditaati oleh pengirim tulisan?

    Atas kesempatannya kami ucapkan terimakasih.

    >> mohon maaf karena ini blog pribadi, jadi selama ini belum pernah menerima artikel dari pembaca. tapi pernah juga saya re-posting komentar dari pembaca dalam bentuk posting tersendiri karena panjang. silahkan coba dikirim dalam kolom komen.

    Komentar oleh Pelatihan Online | November 6, 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 188 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: