Triyani’s Weblog

Tax Blogging and Sharing

Pembahasan RUU PPh tersendat-sendat

Berita ini dicopy paste dari web-nya DJP.

comment : sepertinya sampai tahun depan masih akan berstatus RUU juga.. :( , belum lagi tahun depan Pemerintah (juga DPR) sudah mulai lebih sibuk dengan kampanye buat thn 2009 :P. kalo disahkan th 2008, kemudian th berikutnya pemerintahan ganti rezim.. mungkin ganti lagi deh UU tsb :D

ehhmm kalo RUU PPh dan PPN yang baru belum bisa berlaku th 2008, gimana nasib UU KUP yg baru (UU No 28 th 2007) itu yah.. ?? hmm… siap2 nunggu aturan tentang penundaan masa berlakunya UU no 28 th 2007 nih :P

————–

Pembahasan RUU PPh tersendat-sendat

Tak satu pun dari daftar inventarisasi masalah (DIM) RUU Pajak Penghasilan yang disepakati di rapat Panitia Kerja RUU PPh yang berlangsung di Gedung DPR Jakarta, kemarin.

Rapat tertutup yang dihadiri Dirjen Pajak Darmin Nasution dan timnya itu membahas DIM No. 111-183 yang jadi materi Pasal 4 RUU PPh. Total DIMnya sendiri mencapai 770 DIM, yang disepakati atau yang tidak berubah 378 DIM, yang dibahas 392 DIM.

DIM No. 111-182 mengatur pemajakan badan atau pribadi yang punya penghasilan di luar negeri (world wide income tax). Termasuk di sini usul pembebasan pajak pensiunan dari F-PAN.

DIM No. 183, atau yangjadi materi pasal 4 ayat (2), mengatur pemajakan hibah dan warisan, termasuk pengenaan pajak reksa dana. “Ya, tidak ada DIM yang disepakati,” kata Melchias Markus Mekeng (F-PG), Ketua Pansus RUU PPh, usai rapat tersebut.

Untuk DIM No. 111-182, rapat memutuskan menunda atau menghentikannya sementara. Keputusan itu diambil karena 70 DIM tersebut dianggap punya kekhususan terkait beberapa bagiannya yang potensial menjadi kunci penyelesaian DIM berikutnya.

Sementara itu, untuk DIM No.183, rapat gagal menyelesaikan perbedaan pendapat antara sikap pemerintah yang mengusulkan pemajakan pada hibah dan warisan pada satu garis keturunan dengan,sebagian besar fraksi yang menolaknya.

Dalam rapat itu, kata Melchi, ‘pemerintah berargumen pemajakan tersebut semata bertujuan untuk menggali potensi pajak pejabat dan konglomerat yang biasa memindahkan kepemilikan atas hibah yang diterimanya kepada kerabatnya guna menghindari tagihan pajak.

Atas argumen ini, fraksifraksi bisa memahami. Tapi, mereka meminta agar pemerintah bisa merumuskan kembali usulan itu’ secara lebih rinci agar pada pelaksanaannya nanti maksud baik tersebut tidak malah merugikan masyarakat secara luas.

Pansus juga masih belum bisa menerima argumen pemerintah dalam usul pemajakan untuk reksa dana. Lebih banyak anggota Pansus yang berpendapat, kebijakan itu akan memicu sentimen negatif di industri reksadana. Imbal hasil akan turun, dan suku bunga naik.

Sulit direalisasikan Menurut Melchy, target penyelesaian RUU PPh sebelum 2007 agar bisa berlaku 1 Januari 2008 makin sulit direalisasikan. Sebab, di samping perdebatannya yang masih sangat alot, Badan Musyawarah DPR hanya memberi kesempatan ke panja untuk bersidang lima kali.

Kesempatan lima kali terhitung mulai 5 November 2007 sampai 8 Desember 2007. itu adalah dua kali yakni masingmasing di pekan pertama dan ketiga November, serta satu kali di pekan pertama Desember.

“Besok kita mau rapat internal. Kita akan tentukan ini. Sebab, kalau mau dikejar terus setelah Desember juga percuma. Jadi, kalau RUU PPh ini mau diundangkan 1 Januari 2008, mau difasilitasi seperti apa, ya harus diparipurnakan sebelum 8 Desember,” kata Melchi.

Bisnis Indonesia; Jumat, 9 Nov 2007

About these ads

November 12, 2007 - Posted by | Pajak

6 Komentar »

  1. Udah ngga heran..orang indon senangnya menunda terus! :mrgreen:

    Komentar oleh benbego | November 12, 2007 | Balas

  2. Dear, Mbak Triyani.

    Mbak, Mbak Triyani ada soft copynya UU No. 28 Th. 2007 itu nggak yaaa?… kalau tidak salah ada batang tubuhnya dan ada penjelasanya juga ..Kalau ada boleh doonk saya minta dikirimin. Thanks yaa Mbak Triyani sebelumnya?.. salam Kenal (Jalu).

    Komentar oleh Jalu | Januari 5, 2008 | Balas

  3. [...] PPh Terkatung-katung Seperti dikutip disini, beberapa waktu yl (nov07) BI memberitakan bahwa pembahasan RUU PPh tersendat-sendat dan sekarang Investor Daily memberitakan bahwa pembahasan RUU PPh [...]

    Ping balik oleh RUU PPh Terkatung-katung « Triyani’s Weblog | Januari 24, 2008 | Balas

  4. [...] berita sebelumnya selama 3 bln terakhir seputar nasib RUU PPh : RUU PPh Terkatung-katung ; Pembahasan RUU PPh Tersendat-sendat . Hmm.. apalagi kalau dikumpulin berita-berita seputar mundurnya pembahasan RUU PPh sejak awal [...]

    Ping balik oleh Lagi, Rapat RUU PPh Batal « Triyani’s Weblog | Maret 18, 2008 | Balas

  5. Jadi baiknya gimana nich bikin npwp tahun ini nggak yaaaa?
    kalo berlakunya per 2009 mending tunggu ntar aja kali yaaa…

    >> Lebih baik bikin NPWP segera pak, ga usah nunggu RUU disahkan :)

    Komentar oleh khusen | April 8, 2008 | Balas

  6. Halo Mbak Tri,
    Punya draft RUU PPh yang baru tidak mbak? Boleh ya mbak dikirim ke aku. Maaf ngrepotin. Makasih

    Komentar oleh Asih | Juli 4, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 177 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: