Triyani’s Weblog

Tax Blogging and Sharing

Proses Keberatan Pasca PER-01/PJ./2007

seperti pernah aku posting disini bahwa ada ketentuan baru yang mengatur tentang penanganan surat keberatan . Setelah diterbitkannya PER-01 tersebut petunjuk pelaksanaan untuk memproses permohonan keberatan WP diatur secara lebih detail.

Sejak keluar peraturan baru tsb aku sedikit lega karena dengan adanya juklak tentang keberatan step-step proses permohonan keberatan menjadi lebih jelas. Aku juga berharap dengan adanya ketentuan baru tersebut, penanganan permohonan keberatan akan diproses dengan cara yang lebih baik dan lebih fair, meski masih ditangani oleh institusi yang sama dg penerbit SKP -sama2 DJP – 🙂

Akhirnya ada juga permohonan keberatan yang harus aku kerjakan setelah terbitnya PER-01, meski bukan project pribadi hehehe. Tgl 22 November kemarin permohonan sudah dimasukkan ke KPP.

Suprised… tgl 23 keesokan harinya aku dapat fax (dari KPP) yang isinya konfirmasi atas permohonan keberatan yang diterima KPP sudah memenuhi syarat formal sehingga dapat diproses lebih lanjut. Selain pemberitahuan bahwa Surat Keberatan telah memenuhi ketentuan formal, juga diberitahukan bahwa untuk memproses permohonan keberatan wajib pajak, Pihak DJP (mungkin nantinya kanwil yang akan handle) dalam waktu dekat akan meminta data-data yang diperlukan untuk memproses permohonan tersebut sehingga WP diminta menyiapkan data-data dan dokumen yang ada baik dalam bentuk hardcopi maupun softcopi.

Meski masih banyak hal lain yang kadang2 masih jauh dari harapan aku (maupun WP pada umumnya :P) ; Hal tersebut diatas merupakan perkembangan yang bagus, dan tentu saja patut di appresiasi. Thanks to DJP.
Sedikit flashback ke masa lalu (masa lalu tuh kapan tho heheheh.. ); tidak sedikit permohonan keberatan WP yang ditolak karena tidak memenuhi ketentuan formal tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Kalaupun ada pemberitahuan -mungkin- diberikan setelah lewat waktu..shg WP tidak lagi memiliki kesempatan untuk memperbaiki permohonan keberatan yang tidak memenuhi ketentuan formal dan DJP lebih mudah untuk menolak permohonan tersebut. 😛

Semoga proses selanjutnya akan lebih baik 🙂 ; tunggu saja perkembangan selanjutnya.

PS : Sekali-kali nulis yang bagus tentang DJP biar lebih imbang.. dan ga dicomplain karena sering nulis yang jelek2 heheheh 🙂

Posting yang relevan :

1. Aturan Baru Lagi – PER-01_PJ_2007

2. Bagaimana mempersiapkan keberatan dan banding

November 30, 2007 - Posted by | Ketentuan Umum Perpajakan, Pajak, Pajak lainnya, sharing | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: