Triyani’s Weblog

Tax Blogging and Sharing

Perubahan Tahun Buku

dari pertanyaan member Forum Pajak

Konon, ada sebuah perusahaan (PMA) yang baru berdiri pada bulan Juli 2007 yang ingin mengajukan perubahan tahun buku. Karena pada saat pendirian perusahaan para pemegang saham tidak/belum tahu kapan periode pembukuan yang harus mereka gunakan. Kemudian setelah perusahaan beroperasi, mereka berniat untuk mengajukan perubahan tahun buku sesuai dengan Induk perusahaannya di LN. Menurut AR perusahaan tsb, permohonan perubahan tahun buku tsb tidak dapat diproses, karena tidak ada lampiran SPT Tahunan tahun terakhir. Memang sesuai dengan SE-14 tahun 1991, salah satu syarat permohonan perubahan tahun buku adalah bahwa “SPT Tahunan tahun terakhir telah dimasukkan”.

Saran saya buat pak Dharmawan dibawah ini dg asumsi bahwa permohonan perubahan tahun buku baru diajukan bln Desember ini. Untuk alasan praktis saya sarankan agar permohonan perubahan tahun buku tsb diajukan kembali setelah SPT tahunan th 2007 dilaporkan, karena toh 31 Desember tinggal dalam hitungan hari 🙂 .

Tapi bagaimana halnya bila…–kita ngayal berandai-andai sedikit nih..  🙂 — :

  • Perusahaan didirikan bulan Juli 2007, karena kurangnya informasi pada saat penandatanganan akta periode pembukuan mengikuti th takwim. Pada bulan Juli juga perusahaan mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP.
  • Pada bulan Agustus 2007 management baru mengetahui bahwa periode pembukuan yang seharusnya mereka gunakan adalah mulai 1 Oktober s/d 30 September. Secara komersial perusahaan tsb juga baru mulai beroperasi sejak 1 Oktober 2007. Oleh karena itu perusahaan tsb segera mengajukan permohonan perubahan tahun buku ke KPP, dengan harapan sejak awal dimulainya kegiatan operasional sudah menggunakan periode pembukuan yang sama dengan Induk perusahaannya.
  • Jika permohonan perubahan tahun buku tsb juga harus dilampirkan dengan SPT Tahunan, rasanya sangat sedikit mengganggu yah 😛 . Artinya pada tahun 2007 perusahaan tsb secara fiskal tidak bisa menggunakan periode yang sama dengan periode pembukuan secara komersial. Jika SPT Tahunan tahunan WAJIB dilampirkan, maka permohonan perubahan tahun buku tsb baru bisa di ajukan paling cepat awal 2008.
  • Jika Permohonan disetujui dan mulai berlaku sejak Oct 2008 (th buku 2009), maka SPT tahunan yang harus dilapor perusahaan periode-nya sbb :
  1. Juli – Des 2007 [Th 2007];
  2. Jan – Sept 08 [Th 2008];
  3. Oc’08 – Sept’09 [Th 2009]
  • Jika secara komersial perusahaan tetap menggunakan periode 1 Okt s/d 30 Sept dalam pembukuan mereka sejak th 2007, maka periode pembukuan mereka secara komersial :
  1. Juli – Sept 2007 [pra operasi, mungkin blm ada pembukuan apa2]
  2. Oct 07 – Sept 08 [th 2008]
  3. Oct’08 – Sept 09 [th 2009]

setidaknya perusahaan harus melakukan penyesuaian [krn perbedaan periode] antara laporan keuangan komersial vs fiskal untuk th 2007 dan 2008.

Hmmm.. saya nggak tahu persis apakah memang harus demikian atau tidak. Seandainya SPT Tahunan memang syarat mutlak agar permohonan perubahan tahun buku disetujui, jika terjadi hal seperti dalam contoh khayalan saya diatas kira-kira apa komentar investor LN tsb yah ??

Hanya karena kurang teliti -kurang informasi- pada saat pendirian perusahaan, jadi ribet yah 🙂 . yaa.. mungkin itulah salah satu pentingnya kelengkapan informasi dan perencanaan sejak awal pendirian perusahaan.

tanya jawab dibawah ini dicopy paste dari diskusi di forum pajak

Triyani wrote :

Re: Butuh Sharing mengenai Perubahan Tahun Buku

Dear Pak Dharmawan;

Saran saya :
1) SPT Tahunan th 2007 (Juli 2007 – Desember 2007) segera dilaporkan
setelah closing bln Desember nanti. SPT Tahunan th 2007 mau tidak mau
masih harus mengikuti tahun takwim karena pada saat pendaftaran masih
menggunakan tahun takwim.

2) Setelah SPT Tahunan point 1 tersebut dilaporkan, buat surat
permohonan perubahan tahun buku dilengkapi dengan lampiran2nya.
Karena Anda tidak menginformasikan kapan periode tahun buku yang akan
digunakan perusahaan Anda, saya asumsikan tahun buku yang akan anda
gunakan periode 1 Juli s/d 30 Juni. Lampiran yang diperlukan dalam
surat permohonan tsb:

– Akta Pendirian dan perubahannya
– Copi SPT tahunan tahun 2007 [th terakhir]
– Surat pernyataan dari para pemegang saham yang menyatakan bahwa : a)
perubahan tahun buku tsb dikehendaki oleh para pemegang saham, b)
Permohonan tsb baru pertama kali dilakukan dan tidak ada niat untuk
melakukan perubahan lagi di tahun mendatang, c) Tidak ada maksud untuk
melakukan pergeseran rugi/laba perusahaan dg adanya perubahan th buku
tsb.

3) Selain itu perubahan th buku hanya akan disetujui bila Seluruh
utang pajak-nya telah dilunasi. Shg Anda harus memastikan pada saat
permohonan di ajukan perusahaan Anda tidak memiliki tunggakan utang
pajak 🙂

4) Dalam Jangka waktu 2 bulan KPP harus menerbitkan surat jawaban atas
permohonan tsb.

5) Setelah permohonan perubahan tahun buku tsb disetujui Anda juga
memiliki kewajiban untuk melaporkan SPT Tahunan periode (bagian tahun)
sebelum dimulainya tahun buku yang baru. Misalnya th buku baru dimulai
1 Juli 2008 maka SPT Tahunan bagian tahun pajak 2008 (Jan – Jun)
paling lambat di laporkan 30 Sept 2008.

Semoga Bermanfaat.

Salam,

Triyani

— In forum-pajak@yahoogroups.com, “Dharmawan Sutedjo”
<dharmawan.sutedjo@…> wrote:
Dear all,

Butuh pencerahan mengenai perubbahan tahun buku…..
Kita sudah mengajukan permohonan kepada KPP Pratama mengenai
perubahan tahunbuku dan sudah diterima oleh AR ybs. Tetapi menurut mereka tidak bisa sebelum kita memasukkan SPT tahunan sedangkan kita adalah perusahaan PMA
yang baru berjalan 6 bulan (NPWP berlaku sejak bulan Juli 2007).
Masalahnya dari awal pemegang saham yg berada di luar negeri tidak tahu bahwa
perusahaan kita di sini harus mengikuti tahun buku negara-nya sehingga kita
baru mengajukan perubahan tahun buku di pertengahan tahun pajak 2007
tidak di awal sewaktu membuat NPWP.

Kira2 ada rekan2 yang bisa bantu bagaimana solusi pengajuanperubahan tahun
buku ini?

Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas bantuannya…….
Best regards,
Dharmawan

Iklan

Desember 2, 2007 - Posted by | Ketentuan Umum Perpajakan, Pajak, sharing | , , ,

2 Komentar »

  1. Hai

    Kebetulan saya pernah ngurus perubahan tahun buku itu. Klien saya tersebut mo ngerubah tahun buku menjadi sampai dengan Maret.

    Secara garis besar memang ga bisa dihindari untuk ngelapor pajaknya sampai dengan Desember dulu. Baru setelah yang SPT Desember masuk kita kirim permohonan perubahan tahun buku.
    Jadi nanti dalam satu tahun buku WP melaporkan SPT Tahunan Badan 2x.

    Begitu garis besarnya d.

    Mudah2an bantu pencerahannya yach:)

    Komentar oleh Heny | Desember 17, 2007 | Balas

  2. #1. Benar Mba Heny. Memang demikian ketentuan yang berlaku.
    Dalam ‘khayalan’ saya diatas, seandainya ada WP yang benar2 baru berdiri kemudian mengajukan permohonan perubahan tahun buku -dengan alasan tertentu, misal salah akta, dll-, jadi terpaksa harus nunggu sampai setahun berikutnya karena tdk/blm punya file SPT Tahunan tahun terakhir, bahkan kewajiban menyampaikan SPT tahunannya memang blm jatuh tempo.

    Menurut saya, akan lebih baik jika dibedakan :
    – Untuk WP yang kewajiban menyampaikan SPT Tahunan-nya sudah jatuh tempo, maka SPT Tahunan tahun terakhir wajib dilampirkan dalam permohonan.
    – Tapi untuk WP baru [misal baru sebulan berdiri seperti yang saya contohkan] yang mengajukan permohonan perubahan tahun buku karena adanya “kesalahan” dalam membuat Akta, maka dikecualikan dari kewajiban melampiran SPT Tahunan tahun terakhir dalam permohonannya.

    just a thought.

    Komentar oleh triyani | Desember 18, 2007 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: