Triyani’s Weblog

Tax Blogging and Sharing

Sidang Banding Putusan Bea Cukai (part-1)

Alhamdulillah hari ini (tadi siang) saya bisa menghadiri undangan sidang di pengadilan pajak untuk mendampingi client yang sedang mengajukan banding atas keputusan DJBC setelah melalui berbagai ‘keribetan’.

Bukan proses sidangnya yang ribet, namun keribetan saya dalam mengatur waktu karena berbagai schedule yang mendadak dan nyaris bersamaan, ditambah hari ini tanggal 19 menjelang deadline penyampaian SPT Masa. Tgl 19 ini, saya jadi ikutan sibuk menyiapkan SPT Masa, karena sementara ini saya harus handle pekerjaan ex teman ktr yang kabur ehh resign mendadak maksudnya. Semula pekerjaan tsb saya rencanakan bisa saya kerjakan saat libur kemarin, tapi sayangnya saya lupa utk copy data yg diperlukan dari server. Menjadi sempurna-lah keribetan ini😀

Biasanya, hari Selasa adalah hari dimana saya hanya akan beredar di seputar Serpong dengan kesibukan yang biasa-biasa saja😀 , tapi tidak untuk Selasa kali ini. Tentu saja hal ini karena hari ini merupakan hari kerja pertama di awal pekan ini. Sejak hari Kamis minggu lalu, ketika saya diundang meeting di kantor salah satu client, saya agak khawatir kalau tidak bisa memenuhi undangan tersebut. Namun karena jadwal client tsb juga sangat ketat dan mereka sudah menjadwalkan untuk ke Jakarta pada hari ini (mereka dari Luar Kota), akhirnya saya setujui jadwal meeting tsb. Saya pikir masih bisa meeting dengan mereka pagi hari s/d Jam 11 dan kemudian siang kembali ke Serpong untuk menyelesaikan pekerjaan yg tertunda.

Sampai kemudian hari Sabtu sore saya mendapat telp dari client lain -iya, sabtu pas menjelang long weekend😛 –  yang meminta untuk bertemu di seputar Sudirman hari Senin (180808). Karena hari Senin saya sudah terlanjur janji ketemu teman-teman yang akan belajar bareng untuk USKP di BSD Junction, dan ada beberapa pekerjaan yang harus saya lakukan, saya tidak bisa memenuhi undangan tersebut. Hari Minggu pagi saya SMS ke client untuk Minta maaf karena hari Senin saya tidak bisa ketemu dan minta supaya jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut via telp/ email saja dulu. Mingggu siangnya saya baru diinformasikan bahwa sebetulnya mereka ingin bertemu untuk membahas masalah panggilan sidang dan menentukan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Akhirnya saya minta agar surat undangan Sidang dikirim by email/fax. Senin Sore baru saya terima Fax surat tsb.  Biasanya saya lebih suka ke pengadilan pajak pagi2 sehingga mendapat nomor urut sidang lebih awal.

Mau minta reschedule jadwal meeting dg client-1, rasanya ga  mungkin karena saat itu libur, apalagi jadwal meeting telah lebih dulu disepakati. Meskipun saya sudah mengetik SMS utk minta reschedule jadwal meeting, Alhamdulillah saat itu saya masih ragu untuk mengirim dan hanya saya simpan di draft folder. Aha… tiba2 ada ide yg terlintar. sepertinya OK jg.  Alhamdulillah muncul ide untuk minta ke client-2 agar mereka menyiapkan semua dokumen yang diperlukan dan datang ke Pengadilan pajak sekitar jam 9.30 untuk absen dan mengambil nomor urut. Dari beberapa kali sidang di pengadilan pajak, saya perkirakan jika dapat nomor urut 5 atau 6 mungkin dapat panggilan masuk ke  ruang sidang diatas jam 11. 00 am, saya perkirakan dengan datang ke PP jam 9.30 akan dapat nomor urut 6 atau lebih. Dengan harapan meeting dg client-1 bisa selesai jam sebelum jam 11.00, kemudian saya bisa pergi ke pengadilan pajak sebelum sidang dimulai hehehehe.

OK, Jadwal sudah disusun dengan rapi nih, jadi bisa tenang🙂 Senin malam bisa tidur dengan nyenyak tanpa memikirkan jadwal yang bentrok😀.

Demi menghindari kemacetan di tol Tomang, tadi berusaha agar bisa berangkat dini hari -sebelum jam 6.30 maksudnya- Alhamdulillah jam 7.15 sudah sampai di seputar gatsu. Rencananya mau nunggu jam 9.00 di warung makan -yg udah buka- sambil membalas beberapa email. Sempat ke Gd Patra, tapi karena masih pagi cafe di lobby Gd Patra masih tutup. Ketika balik lagi dan menuju jembatan penyeberangan saya lihat di pom bensin ada bright cafe, jadi bisa numpang kerja sambil menunggu.

Jam 8.45 saya menuju ke kantor client-1 di sebrang pom bensin tsb. Alhamdulillah semua berjalan lancar, jam 9.00 tepat meeting sudah dimulai. Ditengah2 meeting ada SMS menginformasikan dapat nomor urut 9. Wahhh.. lebih tenang dehh karena prediksi saya nomor urut 9 itu kira2 masuknya setelah jam 12.  Meeting berlanjut ke topik lainnya dengan tenang… SMS lagi “mba sekarang yg sidang sudah nomor urut 6”. Wahh… mulai panic dehh heheheh .. krn lebih cepat dari prediksi sebelumnya, apalagi meeting juga lagi seru2nya😀 . Hampir Jam 11.30 meeting selesai, basa-basi dikit kemudian ijin pulang dan cepat2 turun, tujuan utama cari ojek yang bisa nganterin ke lap Banteng dengan cepat dan dengan harga yang ‘murah’. Baru di lift SMS lagi info bahwa peserta no 7 sudah masuk sidang. Pas keluar pintu gerbang ada sekumpulan tukang ojek, menawar ke salah seorang yg menawarkan “bang ke Lap Banteng berapa ” ; dijawab “lap banteng tuh sebelah mana yahh.. ” aku jawab lagi ‘ deket gambir sana’  “ya udah 40 ribu” … haaaaaa… dari patra ke lap banteng 40rb OMG. Karena ragu jangan2 tukang ojek ini ga tau jalan ke lap banteng akhirnya tidak jadi transaksi. Jalan sedikit ketemu tukang ojek lain yang sendirian dan juga menawarkan jasanya. Ketika saya menyebutkan tujuan ke Lap Banteng, beliau menawarkan harga 25rb. Dalam hati bilang ‘ok deh’ tapi masih iseng nawar ’20 ribu aja ya’…😀. “Wahh ga bisa neng, macet kesana”. OK deh.. baru naik ojek sudah ditelp krn no urut 8 sudah masuk ruang sidang.

Alhamdulillah akhirnya saya sampai ke Lt 10 Gd D dan masuk ke ruang sidang (meski sedikit terlambat krn sidang sudah di mulai).  Setelah memperkenalkan diri -sambil minta maaf ke Majelis Hakim- saya  menyerahkan kartu identitas kuasa hukum sebagai salah satu kelengkapan formal permohonan banding. oh ya, rupanya pihak terbanding tidak ada yang mewakili sehingga hanya saya dan staff dari client yang merupakan pemohon banding.

Sidang pertama adalah sidang dengan pemeriksaan acara cepat. Tahap pertama yang dilakukan oleh majelis hakim adalah melakukan pengecekan kelengkapan formal permohonan dan membandingkan dengan dokumen asli, apakah penandatangan surat keberatan adalah orang yang berwenang, apakah ada surat kuasa -jika dikuasakan-, apakah penerima kuasa adalah kuasa hukum yang sah dan bisa mewakili pemohon banding, apakah pembayaran 50% dari pajak terutang telah dilakukan, apakah surat permohonan banding masih dalam batas waktu yang ditentukan dan hal-hal formal lainnya. Setelah kelengkapan formal terpenuhi baru akan dilanjutkan ke materi sengketa.

Dalam persidangan tadi, masih ada satu hal yang perlu diklarifikasi yaitu tentang tanggal cap pos dari SK keberatan, karena amplop dari Surat Keputusan Keberatan tidak kami bawa. Oleh karena itu sidang ditunda sampai seminggu ke depan. Jam 12.30 sudah selesai dan langsung meluncur ke BSD dengan jasa sopir taxi.

wahh.. maaf nih baru sempat posting intermezzo saja…🙂

Moral dari cerita ini adalah😀

Kalo waktu terbatas, maka ojek-lah solusi paling tepat untuk sampai ke tempat tujuan heheheh..trus jangan lupa “Simpan baik-baik amplop pembungkus surat2 keputusan atau surat apapun dari Bea Cukai (juga dari kantor pajak) dan jangan dipisahkan dari Surat keputusan yang bersangkutan. Lebih baik jika dalam pengarsipan surat2 putusan dari pajak / bea cukai, amplopnya juga dilekatkan dengan surat tsb.🙂

– T

Agustus 19, 2008 - Posted by | Iseng, Pajak | , , , ,

3 Komentar »

  1. […] Dari artikel sebuah blog yang di copy paste dari sumber aslinya https://triyani.wordpress.com/2008/08/19/sidang-banding-putusan-bea-cukai-part-1/ […]

    Ping balik oleh Sidang Banding Putusan Bea Cukai (Part-1) « Infobeacukai | September 1, 2008 | Balas

  2. mohon ijin…. postingannya saya copy paste di blog saya http://infobeacukai.wordpress.com
    mudah2an bisa memberi manfaat bagi banyak orang terutama memberi inspirasi baru
    matur nuwun…. (ijin belum di jawab udah aku copy paste), mudah2an berkenan.

    >> OK. No problm.

    Komentar oleh infobeacukai | September 1, 2008 | Balas

  3. mba triyani aku mau tanya dong
    kita dari mahasiswa FEUI

    mau nanya dong , kasus masalah bea cukai ini sebenarnya disebabkan oleh apa ?
    apakah client yang bersangkutan tidak terima atas Pajak yang dibebankan ?

    terimakasih🙂

    risza ashary

    Komentar oleh Risza | April 10, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: