Triyani’s Weblog

Tax Blogging and Sharing

Perubahan SPT Masa PPh 23/26, PPh 22 dan PPh Final

Hari ini saya mendapat informasi bahwa ada perraturan baru ttg perubahan form SPT Masa PPh 23/26, PPh 22, dan PPh Final pasal 4 (2). Awalnya saya pikir ini kemajuan pesat dari DJP. Semula saya mengira bahwa DJP sekarang proaktif sekali, Perubahan UU PPh 2008 baru saja diundangkan, tiba2 sudah menerbitkan juklak yang terkait langsung dg pemenuhan kewajiban pajak bulanan. Sayangnya, saya terlalu banyak berharap heheheh.

Perubahan form tsb berlaku sejak tgl ditetapkan (mulai masa Oktober). Lalu, bagian mana yang berubah dari form SPT Masa tsb ? saya baru lihat sepintas, sepertinya tidak banyak berbeda, selain :

1. Kode MAP menyesuaikan dg ‘MAP baru’ (6 digit),

2. Untuk PPh 23, menyesuaikan dg PER-70/PJ./2007

Pertanyaan saya, kenapa baru sekarang dirubahnya? kalau untuk menyesuaikan dg kode MAP baru (6 digit) mestinya sudah sejak th 2006. Atau jika perubahan tsb untuk menyesuaikan dg PER-70 mestinya sejak bulan April tahun lalu.

Memang, konon lebih baik terlambat dibanding tidak sama sekali. Tapi tahun depan form SPT Masa ‘semestinya’ akan dirubah lagi untuk menyesuaikan dengan perubahan UU PPh yang mulai berlaku sejak Jan 2009. Lha sekarang udah bulan oktober, perubahan tsb hanya akan dipakai 3 bulan saja khan? toh bulan-bulan sebelumnya menggunakan form lama dianggap ‘tidak masalah’. Kenapa sekarang baru dirubah? Hmmm.. atau karena sekarang menjelang akhir tahun ?? Hmmm… jadi negatif thingking. Apa ga ada cara yang lebih baik untuk mengalokasikan sisa anggaran? Dalam  bayanganku sih sayang aja.. berapa banyak kertas -sisa form lama yang ada di setiap KPP- yang ‘terbuang percuma’. Dan berapa banyak kertas yang nantinya akan terbuang lagi krn form baru ini “mungkin” hanya akan berlaku 3 bulan saja?  hmm.. ga usah diitung2 dehh hehehe..

Oktober 23, 2008 - Posted by | Pajak, PPh Final Ps 4 (2), PPh Pasal 22, PPh Pasal 23/26 |

13 Komentar »

  1. Mungkin, karena saat ini semua pihak diminta untuk “berprestasi”,maka salah satu prestasi adalah perubahan SPT ini… =)

    >> Hmmm… Mungkin🙂

    Komentar oleh Mimi | Oktober 24, 2008 | Balas

  2. Mau tanya nih apa sih perbedaan tarif efektif dengan perkiraan penghasilan neto ?, trus apa bisa diberikan contoh penerapannya ???, trims

    >>
    – tarif efektif = tarif x perkiraan penghasilan netto
    – perkiraan penghasilan neto = suatu angka perkiraan yang telah yang ditetapkan DJP, yang digunakan sbg dasar utk menghitung Pajak terutang.

    contoh : Tarif PPh 23 atas jasa konsultan = 15% x perkiraan penghasilan neto;
    Perkiraan penghasilan neto atas jasa konsultan yg telah ditetapkan oleh DJP = 30%
    sehingga tarif efektif PPh 23 atas jasa konsultan = 4,5% (15% x 30%)

    Komentar oleh Ronny | Oktober 28, 2008 | Balas

  3. Mau tebakan gak?
    Kapan form baru sesuai UU Baru akan terbit?

    >> Yukkk…
    Paling cepet akhir Januari 2009 dehh.. khan tgl 20-2-09 buat lapor masa Jan’09 🙂
    kalo juklak PP, KMK dll paling akhir des 08 baru mulai terbit😀. Btw, mana url blog-nya😛

    Komentar oleh maskokilima | Oktober 29, 2008 | Balas

  4. Kalo aku paling cepet di bulan Juli 2009
    antara februari s.d. Juni masih pakai form lama🙂
    hahahahahahahaha

    mau ngasih malu ah…
    tapi numpang promosi ya?
    maskokilima.wordpress.com

    >> udah aku edit tuh.. URLnya tak tambahin😀
    ehh.. berarti aku terlalu optimis yakk ^_^
    ok, kita buktikan yaa.. yang menang wajib traktir😀

    Komentar oleh maskokilima | Oktober 29, 2008 | Balas

  5. sy mau nanya nih seandainya saya mempunyai kantor pusat di makassar terus punya kantor cabang di kendari dan palu ,apakah bisa sy membayarkan pajak PPh 21 cabang palu dan kendari di kota makassar ???

    Komentar oleh Ronny | November 4, 2008 | Balas

  6. Yang saya heran, kok SPM PPH 21 nya nga ada?
    Ada apa dengan nya?
    Segitu aja pertanyaan dari saya yang masih newbie di bidang perpajakan.

    Komentar oleh TJ | November 6, 2008 | Balas

  7. gimana caranya hitung pph 21, 22, 24, & 26?????????????

    >> Caranya gampang kok, ikutin saja sesuai aturan yang berlaku. Susah jelasin di koment begini🙂

    Komentar oleh yudha | November 26, 2008 | Balas

  8. Hi.., salam kenal nama saya andree.., belakangan ini saya memang di buat pusing oleh departement keuangan, udah kena masalah di barang import saya akibat perubahan-perubahan di dlm tubuh bea cukai, dan sekarang ini di takut-takuti oleh sunset policy juga…huh..pusing….

    Memang dalam kementerian kabinet dibawah pimpinan SBY ini, banyak sekali kebijakan-kebijakan yang di buat terburu-buru, tanpa melihat dampaknya terhadap perekonomian indonesia saat ini serta perekonomian dunia.., kami-kami ini sebagai pengusaha seperti ingin di bunuh dengan cepat…, di tekan disana sini…

    Saya baru tau sunset policy sekitar tanggal 5 Desember 2008 melalui sms. Sms tersebut seperti ancaman yang bahasanya di perhalus.., di buat seperti gaul…, yang modusnya hampir sama seperti jebakan kemudahan pembuatan npwp pribadi. Yang tidak fair lagi.., kenapa pemberitahuannya tanggal 5 Desember 2008 namun berakhirnya tanggal 31 Desember 2008, hanya di beri waktu 26 hari.., untuk laporan pajak 2007 dan sebelumnya..,bagaimana mungkin.., untuk ngisi laporan pajaknya aja harus kursus dulu 3 bulan baru bisa paham dengan form dengan bahasa yang sangat membingungkan itu…

    Kalau menurut saya Mr. Darmin Nasution, terlalu mengejar prestasi untuk kepentingan PRIBADI dengan mengorbankan pengusaha-pengusaha kecil seperti kami yang masih buta masalah perpajakan di indonesia yang berlapis2 dan Ribet pula…, jika tidak benar pengisian SPT nya dikenakan sanksi penjara 1 tahun atau denda 2 x lipat ihh ngeri kali…

    Tolong lah..yth Ibu Sri Mulyani, lebih sensitif dalam membuat kebijakan, jangan asal-asalan…, dan sok paling benar dan tau.., lihat donk pengusaha-pengusah kecil..kondisinya banyak yang sudah krisis, kredit macet disana sini,jangan ngurusin yang makro saja mengejar angka-angka..ingat lah waktu jadi orang kecil.., jangan lupa yang di bawah.., kalo sudah di kursi yang empuk…

    Salam,
    Andree

    >> Hmm… soal ini saya no comment aja deh. Tapi sebaiknya jangan complaint di blog saya🙂

    Komentar oleh Andree | Desember 30, 2008 | Balas

  9. Besok, Senin 12 Januari 2009 UTS mata kulaih perpajakan 2 tentang PPh Pasal 21, 22, 23, 26, dan PPh Final 4 ayat (2). Iseng nyari materi egrh, nyasar di blog ini..but it’s ok. Sy tertarik mmbhs masalah yang dihadapi Andree

    Tolong lah..yth Ibu Sri Mulyani, lebih sensitif dalam membuat kebijakan, jangan asal-asalan…, dan sok paling benar dan tau.., lihat donk pengusaha-pengusah kecil..kondisinya banyak yang sudah krisis, kredit macet disana sini,jangan ngurusin yang makro saja mengejar angka-angka..ingat lah waktu jadi orang kecil.., jangan lupa yang di bawah.., kalo sudah di kursi yang empuk…
    Wah, wah menghina menteri keuangan. What a rude?!
    Peraturan Menteri Keuangan yang dikeluarkan tentang Sunset Policy (penghapusan sanksi administrasi berupa bunga) menurut saya justru meringankan WP, lagian yang mendapat pengurangan kan WP yang ternyata kurang bayar (siapa suruh kurang bayar, cobe lebih bayar kan dapat restitusi, ya gak?). Tapi kalo pak Andree gak mau dapat Sunset Policy nya, yaudah bayar denda aja!!?#^_^” gak mau kan..Udah untung tuh dapat penghapusan.

    Trus kalo masalah keterlambatan pemberitahuan,

    pemberitahuannya tanggal 5 Desember 2008 namun berakhirnya tanggal 31 Desember 2008, hanya di beri waktu 26 hari

    Ini bukan menurut saya (ada ketetapannya), Sunset Policy itu diberikan 2 kali. Pertama bagi yang melaporkan sebelum 1 Juli 2008 kemarin, trus periode 30 Juni sampai 31 Desmber..nah, ada waktu 6 bulan bwt bikin laporan SPT 2007 dan tahun-tahun seblumnya (dah lebih dari cukup). Yang jadi masalah adalah penyampaian sampai ke bapak bru 5 Desember. Emagn Bapak dapat sms dari mana? teman ya?? Pantes. Coba dapatnya dari Menteri Keuangan, Bu Sri Mulyani, atau gak dari direktur pajak itu baru yang salah..hehe

    Nah, sekarang saya mau nanya..Bapak jadi dApat Sunset Policy gak??

    Komentar oleh Indra | Januari 11, 2009 | Balas

  10. Aslm..

    Mba mau tanya untuk form baru itu skrng sudah keluar yg baru atau blm ya?😀

    >> Ga bakalan keluar sepertinya😦

    Komentar oleh Anty | Februari 11, 2009 | Balas

  11. biasanya permasalahan pph pasal 22 apa ya??? butuh inspirasi buat bikin skripsi…thanks..

    Komentar oleh theresia | Agustus 7, 2009 | Balas

  12. Sulitnya mendapatkan SPT masa dan tahunan serta bukti potong lain dalam bentuk Excel. yang saya temukan semua dalam bentuk PDF. Disamping itu saya coba mentransfer bentu PDF ke Excel enggak bisa juga. MASA HARUS TULIS TANGANG LAGI…………..YA KALO DIKIT, KALO TULIS BANYAK GEMPOR KALI

    MAKASI

    Komentar oleh Gede Suadnyana | Februari 16, 2010 | Balas

  13. Mbak, maaf mo tanya….
    Kalo utk perusahaan sppbe (jasa pengisian elpiji pertamina) itu apakah pph-nya final.
    Karena pendapatannya ada 2 macam; yaitu
    # jasa pengisian
    # jasa pengangkutan
    utk jasa pengangkutan dipotong pph 22 (2%) diluar PPN….
    Utk pelaporan tahunannya apakah sudah final?
    Makasih…..

    Komentar oleh moy | Januari 25, 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: