Triyani’s Weblog

Tax Blogging and Sharing

Niat Tinggal di Indonesia

Terkait dengan WNI yang bekerja dan tinggal di LN, salah satu topik yang banyak didiskusikan belakangan ini adalah mengenai “Mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia”

Hal ini karena Pasal 2 ayat 3 huruf a mengatur sbb :

Subjek pajak dalam negeri adalah:

  1. orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia, orang pribadi yang berada di Indonesia lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan, atau orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia;

Bagian yang saya bold berikut ini  “Orang Pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia”, konon ditafsirkan dg berbagai versi.

Beberapa waktu yang lalu, ketika saya menghadiri undangan KPP untuk sosialisasi  UU PPh, ada salah satu peserta yang bertanya mengenai karyawannya yang akan dipindahtugaskan ke Luar Negeri selama 3 tahun, apakah selama 3 tahun di LN karyawan tsb merupakan Subyek Pajak Dalam Negeri atau Subyek Pajak Luar Negeri. Karyawan tersebut mempunyai rumah di Indonesia.

Petugas tsb menjawab secara tegas bahwa karyawan tsb tetap memenuhi kriteria sebagai Subyek Pajak Dalam Negeri. Salah satu alasan yang disampaikan, selain mengenai ‘cinta tanah air’ (hihihihii..), juga karena karyawan tsb mempunyai rumah di Indonesia sehingga dianggap mempunyai niat untuk tinggal di Indonesia.

Sedih juga mendengar jawaban tsb.. heheheh..

Kalau saya baca UU PPh yang menyinggung2 tentang niat tinggal di Indonesia seperti yang saya kutip di atas  “Orang Pribadi yang dalam SUATU TAHUN PAJAK berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia”

Pertanyaan saya, apakah seseorang yang jelas-jelas mempunyai kontrak kerja di LN selama 3 tahun, misalnya (2009 – 2011) masih bisa dianggap bahwa dalam tahun 2009; 2010, 2011 (tahun 2009, 2010, 2011 = dalam suatu tahun pajak khan?)  mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia, hanya karena ybs punya rumah di Indonesia?

Iklan

Desember 17, 2008 - Posted by | Iseng, PPh Orang Pribadi

7 Komentar »

  1. Aneh sekali jawaban org pajak tersebut, dia fikir pajak ini cuma pajak penghasilan saja, kita ini selalu bayar pajak2 yg lain (kendaraan bermotor, PBB, PPN, segala hal pun ada pajaknya sampai makan di rmh makan pun ada pajak nya)… itu yg membuktikan KITA CINTA TANAH AIR…
    Tapi dalam wacana ini PPH (Pajak Penghasilan), jadi menurut opini saya kata “Penghasilan” ini adalah kunci nya… jadi selama kita tidak mencari penghasilan di indonesia kenapa kita harus bayar pajak, toh kita tetap bayar pajak2 yg lain sbg WNI.
    Dan alasan yg lain, kita yg bawa devisa ke Indonesia, mereka seharusnya berterima kasih… belum lagi kita bayar fiskal juga…

    >>hmm.. ya gitu deh..

    Komentar oleh Riki | Desember 20, 2008 | Balas

  2. bayangkan mbak, klo kita didepan seminar sebagai narasumber trus ditanya peserta dan kita gak tahu persis jawabnya, apa yang kita perbuat? beda klo kita pas didepan komputer, tersambung internet lagi.

    >> Maaf yaa.. ini bukan membahas masalah apakah narasumber tahu jawabannya atau tidak. Sepertinya komentar Anda ga nyambung dg maksud posting saya

    Komentar oleh rijal | Desember 23, 2008 | Balas

  3. jadi menurut aku sih, penekanannya adalah habitual abode (yaitu ada rumah ya?) dan niat kita khan masih balik ke Indonesia makanya masih jadi Subjek Pajak Dalam Negeri. Lagian bukannya perpajakan kita menganut sistem world-wide income? jd selama kita kerja di LN tetap harus masukkan SPT dong?

    >> Hmmm… habitual abode = ada rumah yaa? gimana kalau ada rumah, tapi ga ditinggalin ?

    Komentar oleh Lee | Desember 23, 2008 | Balas

  4. menurut pemahamanku, karyawan tsb adalah subjek pajak dalam negeri. karyawan tsb masuk dalam kriteria orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia…
    Kita harus bedakan antara “bertempat tinggal” dan “berada di Indonesia”. besok lagiiii….
    udah jam 5.30, aku mau mandi dan berangkat kerjaaaa

    >> Mungkin pendapat Anda benar jg. Bertempat tinggal di Indonesia, punya tempat tinggal di Indonesia, dan berada di Indonesia memang beda 🙂

    Komentar oleh surojo | Desember 24, 2008 | Balas

  5. niat kan dalam hati..sapa bisa melihat hati orang…hehe..

    >> ya, niat memang dalam hati, tapi khan ada buktinya. Misalnya orang niat sholat yaa..dilanjutkan dg berwudlu dst heheh

    Komentar oleh qwerty | Desember 25, 2008 | Balas

  6. pertama
    saya ingin mengkoresi atas penebalan terhadap kutipan pengertian dari subjek pajak dalam negeri oleh penulis. karena dengan penebalan tersebut akan terjadi salah tafsir oleh pembaca tulisan tersbut. dimana penebalan tidak selayakanya pada kalimat “orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia” karena “orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia” merupakan pengertian gabungan dari pengertian kata “atau” dari maksud kata “12 bulan” yang ada sebelumnya, sedangkan kata “dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia” merupakan pengertian lain yang tidak memiliki pengertian yang sama dari “orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia”.

    kedua
    menjawab pertanyaan seseorang yang jelas-jelas mempunyai kontrak kerja di LN selama 3 tahun, misalnya (2009 – 2011) masih bisa dianggap bahwa dalam tahun 2009; 2010, 2011 (tahun 2009, 2010, 2011 = dalam suatu tahun pajak khan?) mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia, hanya karena ybs punya rumah di Indonesia?
    maka kita harus berasumsi :1) bahwa seseoarang tersebut merupakan WNI; 2)bahwa selama 3 tahun ia tidak pernah kembali ke indonesia sekalipun.

    analisa yuridis untuk permasalahan tersebut adalah sebagai berikut:
    1. tahun pajak adalah jangka waktu 1 (satu) tahun kalender kecuali bila Wajib Pajak menggunakan tahun buku yang tidak sama dengan tahun kalender (vide Pasal 1 angka 8 UU No 28 Tahun 2007)
    2. bahwa suatu niat dapat dilihat dari identitas domisili yang ada pada seseorang
    3. Subjek pajak orang pribadi dalam negeri menjadi Wajib Pajak apabila telah menerima atau memperoleh penghasilan yang besarnya melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak. sedangkan Subjek pajak luar negeri baik orang pribadi maupun badan sekaligus menjadi Wajib Pajak karena menerima dan/atau memperoleh penghasilan yang bersumber dari Indonesia atau menerima dan/atau memperoleh penghasilan yang bersumber dari Indonesia melalui bentuk usaha tetap di Indonesia (vide penjelasan pasal 2 ayat (2) UUPPh)
    4. sehingga Wajib Pajak dalam negeri dikenai pajak atas penghasilan baik yang diterima atau diperoleh dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, sedangkan Wajib Pajak luar negeri dikenai pajak hanya atas penghasilan yang berasal dari sumber penghasilan di Indonesia (vide pasal 2 ayat (2) UUPPh)
    5. Maka karyawan yang dipindahkan keluar negeri selama 3 tahun berturut-turut tidak memenuhi syarat dari subjek pajak dalam negeri, dimana karyawan tersebut hanya menuhi syarat niat untuk bertempat tinggal di indonesia, namun tidak memenuhi syarat dari bertempat tinggal di indonesia selama lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan/ suatu tahun pajak dan adalah subjek pajak dalam negeri. hal tersebut sesuai dengan bunyi pasal 2 ayat (3) yang bersifat kumlatif antara “lama waktu bertempat tinggal dan niat tinggal”
    6. sesuai dengan penafsiran secara a contratrio maka karyawan tersebut merupakan subjek pajak luar negeri. selain itu, hal tersebut dapat dibuktikan bahwa dia merupakan subjek pajak luar negeri karena memenuhi syarat pasal 2 ayat (4) UUPPh dimana syarat lama waktu bertempat tinggal dan memperoleh penghasilan dari kantornya yang melakukan kegiatan di indonesia.

    sekiranya itu penjelasan dari saya dan terimakasih.

    ias julianto – mahasiswa fhui
    email : iaskool@yahoo.com

    >> Thx atas komentarnya. Sorry belum sempat menanggapi lebih lanjut.

    Komentar oleh ias | Desember 30, 2008 | Balas

  7. YEAHHHH BABYYYY !!!
    HIDUP PAK DARMIN !!!
    http://www.pajak.go.id/dmdocuments/PERDIRJEN%20NOMOR%202%20TAHUN%202009.PDF

    >> Ikut seneng deh 🙂

    Komentar oleh wni | Januari 12, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: