Triyani’s Weblog

Tax Blogging and Sharing

Fiskal Luar Negeri 2009-2010

Berita di bawah ini saya copy paste dari email yang masuk ke tax-ina. Siaran pers resmi DJP bisa didownload di sini

——-

Tak Punya NPWP, Bayar Fiskal Rp 2,5 Juta Mulai 1 Januari 2009
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Ditjen Pajak telah menetapkan tarif fiskal bagi yang tak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebesar Rp 2,5 juta untuk setiap orang yang bepergian ke luar negeri dengan menggunakan pesawat udara. Sementara via angkutan laut bagi yang tak memiliki NPWP akan dikenai fiskal Rp 1 juta.

Pembayaran Fiskal Luar Negeri (FLN) itu merupakan pembayaran angsuran Pajak Penghasilan (PPH) yang dapat dikreditkan terhadap PPH yang terutang pada akhir tahun oleh Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) yang bersangkutan setelah memiliki NPWP.

Pengenaan fiskal itu berarti naik 150% dibandingkan fiskal via angkutan udara yang saat ini sebesar Rp 1 juta. Sementara untuk via angkutan laut, fiskal berarti naik 100% dari saat ini sebesar Rp 500 ribu. Namun jumlah ini lebih rendah dari usulan semula sebesar Rp 3 juta untuk angkutan via udara.

Menurut siaran pers dari Ditjen Pajak, Selasa (23/12/2008), ketentuan ini berlaku mulai 1 Januari 2008 untuk WP OP yang berusia 21 tahun. Keputusan ini akan berlaku hingga 31 Desember 2010.

Pengecualian kewajiban membayar FLN bagi WP OP yang bepergian ke luar negeri dilakukan secara otomatif untuk WP OP tertentu dengna cara menerbitkan Surat Keterangan Bebas Fiskal Luar Negeri (SKBFLN).

Pihak-pihak yang secara otomatif bebas fiskal adalah:

  • WP OP yang berusia kurang dari 21 tahun
  • Orang asing yang berada di Indonesia kurang dari 183 hari dalam 12 bulan
  • Pejabat Perwajilan Diplomatik
  • Pejabat Perwajilan Organisasi Internasional
  • WNI yang memiliki dokumen resmi penduduk negara lain
  • Jamaah Haji
  • Pelintas batas jalan darat
  • Tenaga Kerja Indonesia dengan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN).

Yang bebas SKBFLN adalah:

  • Mahasiswa asing dengan rekomendasi perguruan tinggi.
  • Orang asing yang melakukan penelitian
  • Tenaga kerja asing di pulau Batam, Bintan dan Karimun
  • Penyandang cacat atau orang sakit yang akan berobat ke luar negeri atas biaya organisasi sosial termasuk seorang pendamping
  • Anggota misi kesenian, kebudayaan, olah raga dan keagamaan
  • Program pertukaran mahasiswa dan pelajar
  • Tenaga Kerja Indonesia selain KTKLN.

Bagi WP OP yang bebas fiskal karena memiliki NPWP, maka:
1. Menyerahkan fotokopi kartu NPWP atau Surat Keterangan Terdaftar (SKT) atau Surat Keterangan Terdaftar Sementara (SKTS), fotokopi paspor dan boarding pass ke petugas Unit Pelaksana Fiskal Luar Negeri (UPFLN).

Jika kartu NPWP atas nama Kepala Keluarga, maka anggota keluarga yang akan berangkat ke luar negeri harus melampirkan fotokopi kartu keluarga.

2. Petugas UPFLN menerima dan meneliti fotokopi kartu NPWP/SKT/SKTS, fotokopi paspor dan boarding pass serta fotokopi kartu keluarga, kemudian menginput NPWP pada aplikasi yang tersedia.

3. Apabila NPWP dinyatakan valid, maka petugas UPFLN menempelkan stiker bebas fiskal pada bagian belakang boarding pass yang ditujukan untuk penumpang.

4. Penumpang menyerahkan boarding pass yang telah ditempel stiker Bebas Fiskal kepada petugas konter pengecekan FLN untuk diteliti.

5. Penumpang tujuan luar negeri tetap wajib membayar FLN jika:

  • Tidak menyerahkan fotokopi kartu NPWP/SKT/SKTS
  • Menyerahkan fotokopi NPWP/SKT/SKTS namun check digit menyatakan tidak valid
  • Menyerahkan fotokopi kartu NPWP/SKT/SKTS yang dimiliki oleh Kepala Keluarga namun tidak melampirkan kartu keluarga atau melampirkan kartu keluarga tetapi nama penumpang tidak tercantum dalam susunan kartu keluarga itu.

Desember 24, 2008 - Posted by | Pajak, PPh Orang Pribadi |

34 Komentar »

  1. kalo nggak salah, pernah ada wacana ditjen pajak agar bebas fiskal hanya diberikan kepada pemilik NPWP yang sudah mendaftar lebih dari satu bulan…cuman sampe skarang blum ada kabar lagi tuh…

    >> Terdaftar sekurang2nya 3 hari tepatnya –ref PER 53/PJ./2008🙂 —

    Komentar oleh qwerty | Desember 25, 2008 | Balas

  2. sip setidaknya kesadaran untuk ber NPWP makin besar, info yang bagus mba dan selain itu agar setiap wacana yang ada agar dipahami dengan benar agar tidak menjadi salah paham dan jangan takut kalopun ada petugas yang mempersulit masih ada 500200

    >> Ya ya…🙂

    Komentar oleh omiyan | Desember 26, 2008 | Balas

  3. Dear Mba Triyani,

    Mohon tanggapan dari mba Triyani sehub dgn siaran pers tgl 23 desember mengenai Fiskal Luar Negeri. Apabila orang asing yang berasal dari Amerika Serikat dan bekerja sebagai guru dan tinggal lebih dari 183 hari tetapi masih dibawah 2 tahun (tax treaty Indonesia-USA)…. apakah tetap harus membayar Fiskal juga ?

    Terima kasih.

    >> Maaf saya blm tahu.

    Komentar oleh Octav | Desember 27, 2008 | Balas

  4. Apakah ini baru berupa wacana ataukah sudah dilaksanakan ? Bagaimana dengan WNI yang baru akan masuk Indonesia bulan Januari 2009 dan akan keluar lagi dalam waktu dekat ? Apakah sudah harus membayar 2,5 juta sedangkan NPWP masih diproses ?

    >> Sudah berlaku. silahkan dibaca PER-53 yang saya posting di blog ini.

    Komentar oleh Intan | Desember 28, 2008 | Balas

  5. Dear Mbak Triyani,

    Saya ingin konfirmasi point pertama dari Pihak-pihak yang secara otomatif bebas fiskal.

    “WP OP yang berusia kurang dari 21 tahun”

    Apakah dengan ini pengertiannya WPOP yang lebih dari 21 tahun tidak otomatis bebas fiskal??

    Terima kasih.

    >> Ya, WP yang berusia lebih dari 21 tahun dan tidak punya NPWP tidak secara otomatis bebas fiskal. Untuk jelasnya, silahkan baca PER-53 yang saya posting dalam tag Fiskal Luar Negeri.

    Komentar oleh Ardian | Desember 30, 2008 | Balas

  6. mbak, saya mau nanya, kalau saya berumur 21 tahun dan masih berstatus mahasiswa, bagaimana kalau saya mau keluar negeri? masih bisa pakai npwp oangtua?

    >> Silahkan baca PER-53/PJ./2008 yang sudah saya share di blog ini.

    Komentar oleh NAWAL | Desember 31, 2008 | Balas

  7. SELAMAT TAHUN BARU 2009 untuk Mba Yani dan seluruh rekan2 pencinta blog ini🙂

    sekedar curhat aza, pembuatan NPWP di batam ini kata orang-orang penyuluhannya sampai 3 minggu lho, moga moga gak lebih molor lagi dech. Saya baru buat NPWP di 23 des lalu, dan sampai tanggal 31des statusnya masih blm “direkam” ke dalam database KPP. Katanya prosesnya 1)direkam 2)diberikan nomor NPWP 3)pencetakan kartu. Enak yach yang di jkt cuma 5 menit dah jadi

    hehehehh… batam gitu lhoo…..

    >> Selamat tahun baru juga, Mas.
    Hmmm… ini bukan masalah Batam dan Jakarta, tapi karena permintaan NPWP yang membludak akhir2 ini (sejak beberapa waktu lalu) sehingga petugas kewalahan, apalagi dukungan sistem yang mungkin masih kurang -misal server lemot-
    Selamat menjadi Wajib Pajak yang baik yah…🙂

    Komentar oleh edward | Januari 2, 2009 | Balas

  8. […] Luar Negeri 2009 – 2010 Jika posting sebelumnya masih ‘hanya’ berdasarkan siaran pers resmi DJP, maka sekarang telah terbit Peraturan Dirjen Pajak No. PER-53/PJ./2008 tanggal 31 Desember 2008 […]

    Ping balik oleh Fiskal Luar Negeri 2009 - 2010 « Triyani’s Weblog | Januari 2, 2009 | Balas

  9. Mb, nanya dong…
    1. Kalau orang tua pensiunan di bawah PTKP dan ingin ke luar negeri bebas fiskal, apakah musti buat NPWP juga?
    Apakah bisa didaftarkan dlam NPWP anaknya meskipun Kartu Keluarga terpisah?

    >> Kalau KK terpisah sepertinya tdk bisa ya. tapi saya blm tahu persis bagaimana perlakuannya.

    2. Saya ada pembantu yang akan saya bawa ke luar negeri, karena tdk punya NPWP (penghasilan di bawah PTKP), berarti kena fiskal yang 2.5jt ya? Ataukah bisa dimasukkan dalam NPWP saya?

    >> Sepertinya iya, karena pembantu tdk bisa masuk dalam tanggungan.

    Terima kasih banyak bantuannya.

    Komentar oleh Heltjeu | Januari 7, 2009 | Balas

  10. mba mau tanya dong…
    kalau orang asing yg punya NPWP
    lalu istrinya ga punya NPWP
    bebas fiscal juga ga?

    kalau orang indonesia kan bisa pakai KK nah kalau orang asing pake apa?

    >> Bebas jg. kalau orang asing pakai SKSKP = Surat Keterangan Susunan Keluarga Pendatang.

    Komentar oleh Endah | Januari 7, 2009 | Balas

    • halo mba Triyani, tentang suami org asing, berarti dimana kita bisa dapat SKSKP (Surat Keterangan Susunan Keluarga Pendatang)!?

      terimakasih sebelumnya..🙂

      Komentar oleh vanny | Maret 16, 2010 | Balas

  11. Dear Mbak Triyani,
    Terkait hal “Penumpang tujuan luar negeri tetap wajib membayar FLN jika: Menyerahkan fotokopi NPWP/SKT/SKTS namun check digit menyatakan tidak valid”, apakah dimungkinkan untuk melakukan check digit (validasi) sebelum hari keberangkatan (di luar counter UPFLN Bandara)? Jika ya, bagaimana prosedurnya dan dimana lokasinya? Terima kasih.

    >> Mestinya bisa pak. Bisa dicek melalui KPP terdaftar, atau mungkin bisa jg melalui UPFLN. Memang lebih baik melakukan pengecekan validitas NPWP lebih dulu daripada pas di Bandara dinyatakan tidak valid.

    Komentar oleh Rudy | Januari 11, 2009 | Balas

  12. Dear Mbak Triyani,

    mengenai orang asing yang ada tax treaty, sekedar sharing info:
    Saya punya bos orang Filipina (tax treaty Filipin – Indo) barusan aja (12 Jan 09) punya NPWP besoknya (13 Jan 09) pulang ke Filipine dan bebas fiskal dengan hanya menunjukkan SKTS.

    >>Yaaa.. Bahkan tanpa NPWP-pun, WNA yang tinggal di Indonsia tidak lebih dari 183 hari tidak wajib bayar fiskal Luar Negeri.

    Komentar oleh Arche | Januari 15, 2009 | Balas

  13. Dear mbak Triyani,

    Jika yg punya NPWP bukan Kepala Keluarga (Kepala Keluarga: ibu RT), tapi yang punya NPWP adalah anaknya. Apakah menantunya (istri dari yg punya NPWP) bebas fiskal jika bepergian ke LN? Terima kasih.

    Komentar oleh Arche | Januari 15, 2009 | Balas

  14. Mb Triyani,
    Ass .. Feb sy n suami akan ke KL, sy karyawati (npwp aktif) suami usaha sendiri, pernah dikirim NPWP lewat pos tapi tidak diaktivasi krn ga p’nah bayar pajak (Ups .. krn usaha kecil2an doang), bgmn ini …
    Apakah kami ber2 bisa free fiscal ..

    >> Mestinya bisa. Syarat bebas fiskal adalah memiliki NPWP, dan pada saat dicek di bandara/UPFLN NPWP dinyatakan Valid, tanpa memperhatikan apakah WP telah membayar pajak atau blm🙂

    Komentar oleh c'minicca | Januari 16, 2009 | Balas

  15. Untuk No. 10
    Bagaimana kalau WNA tersebut ga punya SKSKP, apakah bisa menggunakan surat nikah ?

    Untuk No. 12
    Kalau WNA masih dalam tax treaty apakah bisa memiliki NPWP? bagaimana cara pelaporan SPT Tahunan WPOPnya kalau pendapatannya tidak dipotong PPh 21?

    Komentar oleh Octav | Januari 17, 2009 | Balas

  16. Assalamu’alaikum…
    Mba, aku mo tanya..
    saya belum kerja tetap, baru lulus kuliah kebetulan ada tawaran selama 6 bulan jadi visiting scientist di luar negeri.
    Klo ke luar negeri mau kerja jadi visiting scientist gitu, kena fiskal ga? saya ga punya NPWP, karena blm termasuk wajib pajak, coz penghasilannya ga memenuhi persyaratan…and orang tua saya juga ga punya NPWP, karena belum memenuhi syarat juga.
    klo misalkan ga kena, gimana ya ngurusnya? bukti apa aja yang harus dibawa?

    trus, siapa sih yang dimaksud: Tenaga Kerja Indonesia selain KTKLN? sering baca, tapi belum nemu juga definisinya.

    thanks ya

    wassalam
    nn

    Komentar oleh nn | Januari 20, 2009 | Balas

  17. mbak mau tanya nih
    klo persyaratan untuk mendapatkan SKBFLN apa aja ya?
    SKBFLN itu ngurusnya dimana ya?
    makasih……….

    >> Silahkan baca Pengumuman ini saja yaa

    Komentar oleh edy | Januari 22, 2009 | Balas

  18. Dear Mbak Triyani

    Kalau orang tua ( 65 tahun ) mau umroh ke luar negeri dan tidak satu KK dengan anaknya yang sudah punya NPWP, bebas fiskal nggak ? Kalo nggak mohon sarannya
    Trims mbak

    >> wahh gak hapal nih gimana perlakuannya. Silahkan dibaca di peraturan mengenai FLN tsb

    Komentar oleh wahyu | Februari 5, 2009 | Balas

  19. mbak, kalau suami wna tidak bekerja diindonesia ,sponsor istri,istri punya npwp.apakah suami bayar fiskal?

    >> Kalau WNA tsb tidak tinggal di Indonesia lebih dari 183 hari mestinya tidak wajib bayar fiskal.

    Komentar oleh lusi | Februari 9, 2009 | Balas

  20. dear mbak Triyani,
    klo orang tua (55 thn) mau ke luar negeri, tidak punya npwp, apakah akan bebas fiskal jika ngikut npwp putranya ? apa perlu surat pendukung dari KPP yg menyatakan putra menanggung kedua ortu ?
    thx mbak.

    >> Sepanjang orang tua tsb menjadi tanggungan sepenuhnya dari anaknya (Ada dalam KK) maka boleh menggunakan NPWP anak tsb, bawa FC NPWP dan KK.

    Komentar oleh suryani | Februari 13, 2009 | Balas

  21. Dear Mbak Tri,

    Saya kerja di salah satu perusahaan kontraktor swasta (sebut saja PT ABC, baru berdiri di akhir tahun 2007 dan khusus untuk proyek luar negeri).
    Karena fokusnya di luar negeri, maka kami sering mengirim tim marketing ke luar negeri untuk survey.

    Sebagai informasi tambahan
    Semua biaya perjalanan dinas ditanggung oleh perusahaan PT ABC.

    Tim marketing kami adalah orang2 yang DIGAJI oleh induk perusahaan (sebut saja PT XYZ)dan terdaftar di perusahaan induk PT XYZ.

    Bagaimana untuk perlakuan fiskal luar negeri yang dibayar pada tahun 2008 untuk tim marketing kami

    Apakah BUKTI FISKAL bisa dijadikan sebagai Kredit Pajak pada perusahan saya PT ABC, atau dijadikan biaya perjalanan dinas?

    Terima kasih mbak.

    >> Fiskal LN yang dibayar pemberi kerja tidak boleh dibebankan sebagai biaya perjalanan dinas.

    Komentar oleh Hadiyanto | Februari 24, 2009 | Balas

  22. Maaf mbak, untuk sekedar penekanan.
    Anak istri saya tanggungan saya, dan jika ingin bepergian ke luar negeri tidak perlu bayar karena saya punya NPWP.
    Terus untuk berapa tanggungan? siapa pun yang ada di KK?

    Terima kasih sebelumnya.

    >> Dalam Fiskal LN tdk ada batasan brp jumlah tanggungannya, semestinya bisa.

    Komentar oleh wynst | Februari 26, 2009 | Balas

  23. Mbak saya mau tanya, kalau saya mau bawa keponakan saya keluar negri, dia di bawah umur 21 tahun (umur 20th) dan belum memiliki npwp apakah dia bisa bebas fiskal? apakah saya perlu surat atau dokumentasi apa untuk bebas fiskal? terima kasih

    Komentar oleh luci | Mei 25, 2009 | Balas

  24. mba, aku mau tanya, aku kan umurnya 19 tahun terus aku mau ke thailand nemui temenku disana, apakah aku harus bayar fiskal juga…tlong ya infonya…masalahnya aku baru pertama mau keluar negeri neh…sendirian lagi…mkasih ya mba.tlong bles cpetan

    >> di bawah 21 tahun ga kena fiskal,meski tdk punya NPWP.

    Komentar oleh febri | Juni 4, 2009 | Balas

  25. mbak, saya umurnya sudah 22 tahun, saya maw nanya mbak, saya mau ke singapore sama orang tua saya, sedangkan saya masih kuliah dan tidak punya npwp, apakah saya akan kena fiskal mbak? plz answer mbak, ASAP..thx..

    Komentar oleh davin adrian | Juni 6, 2009 | Balas

  26. Mba, mau tny. sy pny NPWP, sy baru menikah dan akan ke luar negeri. saya belum punya kartu keluarga dgn istri, tp saya punya akte perkawinan. apakah istri saya bisa bebas fiskal ? terima kasih.

    >> Mestinya sih bisa ya, tapi lebih baik kalau sudah ada kartu keluarga.

    Komentar oleh Yansen | Juni 18, 2009 | Balas

  27. mbak kalau, orang tua pensiunan dibawah PTKP, satu KK dengan saya dan adik saya (saya dan adik punya NPWP) apakah orang tua saya bisa bebas fiskal kalau kami bepergian bersama.

    Komentar oleh firli | Juli 30, 2009 | Balas

  28. Maaf mungkin tau, bebas fiskal karena NPWP itu selamanya atau cuma selama taun 2009 aja y?..
    Syukron atas jawabannya…

    Komentar oleh Arie F. R | Agustus 23, 2009 | Balas

  29. mbak klo tki di malaysia trs pulang kie indonesia kurang dari 6bulan tinggal di indonesia pa kena fiskal..kan peraturannya tidak lebih dari 6bulan atau 183 hari..tp masih 5bulan kok dikenakan bayar fiskal di surabaya?mohon jawabannya

    Komentar oleh yusuf mulyono | Desember 12, 2009 | Balas

  30. Mba, suamiku wna bekerja di luar negeri dan aku tidak kerja. tiap bulan mendapat support dari suami. apakah aku harus buat npwp?kalau iya, bagaimana caranya? apa yang harus aku lampirkan? mohon jawabannya thanks

    Komentar oleh lenny | Januari 20, 2010 | Balas

  31. Mbak, yg penting kan punya no.NPWP dan sudah terdaftar disana kan? soalnya gini mbak, kartu NPWP ku ternyata salah cetak nomornya (dari KPP salah nyetak). Nomor di kartuku beda dng SKT. udah aku cek di komputer, ternyata yg bener SKT nya (aku ngecek di situs pajak resmi). Aku cek disana, ternyata emang benar aku sudah terdaftar disana dng nomor NPWP yg sama seperti SKT, bukan seperti yg dikartu.
    Jadi kalo di airport, SKT pun juga bisa dijadikan tanda buktti ya?
    Makasih deh

    >>Saran saya, sebaiknya minta dicetak ulang kartu NPWP dg nomor yang benar. pakai SKTbisa juga.

    Komentar oleh Maya | Januari 30, 2010 | Balas

  32. Assalamu’alaikum, wr. wb
    mau tanya blh y, saya berumur 26th dan ayah saya pns yg mempunyai NPWP, apakah saya bisa bebas biaya FLN dng syarat membawa surat KK dan surat menanggung sepenuhnya. trims atas jawaban yg diberikan.
    wa’alaikum salam, wr. wb

    Komentar oleh Tomy | April 6, 2010 | Balas

  33. saya mau nanya kepada ibu2/bpok2 yang tau caranya untuk imigrasi jadi orang luar negeri(china)… syarat2nya dan waktu dan biaya nya…. thank”s kpd ibu2/bpk2 yang berkenang utk menbantu

    Komentar oleh sumadi | Maret 7, 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: