Triyani’s Weblog

Tax Blogging and Sharing

Fiskal Luar Negeri 2009 – 2010

Jika posting sebelumnya masih ‘hanya’ berdasarkan siaran pers resmi DJP, maka sekarang telah terbit Peraturan Dirjen Pajak No. PER-53/PJ./2008 tanggal 31 Desember 2008 yang mengatur tentang Tatacara Pembayaran, Pengecualian Pembayaran dan Pengelolaan Administrasi Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang akan bertolak ke Luar Negeri.
File PER DJP bisa didownload di sini atau di website DJP.

Yang perlu diingat adalah PER 53 ini berlaku selama 1 Jan 2009 sampai dengan 31 Des 2010.

Mulai 1 Jan 2011 tidak ada lagi kewajiban membayar Fiskal Luar Negeri, kecuali ada aturan lain 🙂

Update (09-01-09) :

PER-01/PJ./2009 tentang perubahan PER-53/PJ./2008

SE-86/PJ./2008 tentang Pengantar PER-53/PJ./2008

SE-01/PJ./2009 tentang Pengantar PER-01/PJ./2009

Iklan

Januari 2, 2009 Posted by | Pajak, PPh Orang Pribadi, UU dan aturan pajak | , , , | 7 Komentar

Nomor Seri Faktur Pajak 2009

Selamat tahun baru 2009, semoga sepanjang tahun kita selalu berada dalam kebaikan.

Reminder lagi setiap awal tahun, agar teman-teman tidak lupa untuk menerbitkan Faktur Pajak mulai dari nomor “00000001”  lagi dan kode tahun diganti menjadi “09”.

Kode Faktur Pajak Standar terdiri dari 6 (enam) digit, dengan rincian sebagai berikut :

– 2 (dua) digit pertama adalah Kode Transaksi, dengan rincian sebagai berikut :
Kode Transaksi Digunakan untuk
01 penyerahan kepada selain Pemungut PPN
02 penyerahan kepada Pemungut PPN Bendaharawan Pemerintah
03 penyerahan kepada Pemungut PPN Lainnya (selain Bendaharawan Pemerintah)
04 penyerahan yang menggunakan DPP Nilai Lain kepada selain Pemungut PPN;
05 penyerahan yang Pajak Masukannya diDeemed kepada selain Pemungut PPN;
06 penyerahan Lainnya kepada selain Pemungut PPN;
07 penyerahan yang PPN atau PPN dan PPn BM-nya Tidak Dipungut kepada selain Pemungut PPN;
08 digunakan untuk penyerahan yang Dibebaskan dari pengenaan PPN atau PPN dan PPn BM kepada selain Pemungut PPN;
09 digunakan untuk penyerahan Aktiva Pasal 16D kepada selain Pemungut PPN

– 1 (satu) digit berikutnya adalah Kode Status, dengan rincian sebagai berikut:
Kode Status Digunakan untuk
0 Normal
1 Penggantian

– 3 (tiga) digit berikutnya adalah Kode Cabang.

2. Nomor Seri Faktur Pajak Standar, terdiri dari 10 (sepuluh) digit, dengan rincian sebagai berikut:
– 2 (dua) digit pertama adalah Tahun Penerbitan.
Cara penulisan Tahun Penerbitan pada Nomor Seri Faktur Pajak Standar adalah dengan mencantumkan dua digit terakhir dari tahun diterbitkannya Faktur Pajak Standar, contohnya tahun 2007 ditulis ‘07’.

– 8 (delapan) digit selanjutnya adalah Nomor Urut.

Sehingga format Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak Standar secara keseluruhan menjadi sebagai berikut:
0 0 0. 0 0 0 – 0 0 .0 0 0 0 0 0 0 0

Ref : PER-159/PJ./2006 pasal 8 ayat 2.

Related Post :

1. Nomor Seri Faktur Pajak tahun 2008

2. Nomor Seri Faktur Pajak tahun 2007

Januari 2, 2009 Posted by | Pajak, PPN | | 39 Komentar