Triyani’s Weblog

Tax Blogging and Sharing

Pendaftaran NPWP Bagi Anggota Keluarga

Barusan blogwalking ke blognya pak Rudi ada artikel tentang tatacara pendaftaran NPWP bagi Anggota keluarga yang merupakan kutipan dari PER-51/PJ./2008.

Yang pingin tahu detailnya silahkan langsung berkunjung.

Januari 3, 2009 - Posted by | Iseng, Ketentuan Umum Perpajakan, Pajak

13 Komentar »

  1. Dear Mba Triyani,

    Berikut ini saya kutipkan mengenai PER-51/PJ./2008, sbb:

    Tata cara penulisan dan penomoran NPWP pada kartu NPWP dan SKT dengan ketentuan sebagai berikut:

    Nama
    Nama Wajib Pajak ditulis sesuai dengan nama sebagaimana tercantum dalam permohonan pendaftaran NPWP (misalnya nama orang tua, mertua, anak kandung, anak angkat atau isteri).

    Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
    dua belas digit pertama NPWP yang diberikan sama dengan dua belas digit pertama NPWP Penanggung Biaya Hidup;
    tiga digit terakhir merupakan kode cabang, yang dimulai dari 999 untuk anggota keluarga yang pertama, 998 untuk yang kedua dan seterusnya.

    Pertanyaan :
    Apakah berarti untuk istri yang ingin memiliki NPWP gabungan dengan suami yang sebelumnya berkode 001 akan dirubah menjadi 999 atau 998 dst? ataukah kode 001 masih tetap akan dipakai. Mohon penjelasannya, terima kasih

    Komentar oleh Octav | Januari 4, 2009 | Balas

  2. Salam kenal buat mba/mas octav,

    sesuai dengan bunyi pasal tersebut dibawah ini , berarti NPWP lama yang sebelumnya berkode 001 masih dapat digunakan.Berikut kutipan dari pasal 6 PER-51/PJ./2008 :

    Pasal 6
    Wajib Pajak sebagaimana dimaksud pada Pasal 2 yang telah terdaftar pada Kantor
    Direktorat Jenderal Pajak dan telah memiliki NPWP sebelum berlakunya Peraturan
    Direktur Jenderal Pajak ini, tidak perlu mendaftarkan diri lagi.

    terima kasih.

    >> Terima kasih ya🙂

    Komentar oleh bunga | Januari 6, 2009 | Balas

  3. Kode 001 untuk isteri, tetap tidak berubah. Sedangkan kode 999 dst adalah untuk anggota keluarga yang menjadi tanggungan sepenuhnya

    >> Untuk istri yang mendaftar NPWP utk anggota keluarga (setelah peraturan ini) sepertinya tetap akan dapat kode 999

    Komentar oleh begawan5060 | Januari 6, 2009 | Balas

  4. untuk mas begawan dan bunga..istri yang udah 001 gak perlu dirubah..
    999 adalah kode untuk anggota keluarga, di PER tsb, anggota keluarga termasuk istri..jadi 999 untuk istri, 998 untuk anggota kelaurga kedua, ketiga, dst…

    >> thx ya

    Komentar oleh qwerty | Januari 7, 2009 | Balas

  5. mbak Yani yang paling baek hati, punya tabel PPh 23 yang baru? posting dong please…ini dah jalan utk pembayaran tahun 2009. takut salah potong dan salah bayar.

    >> Waduh… jadi Ge Er dibilang paling baik hati😛. Maaf blm bisa share table PPh 23 baru. Sabar yah.

    kalau bisa ada tabel pembanding antara yang lama dengan yang baru [mintanya tolong nya kebanyakan] he..he..thanks berat. tanpa blog ini mungkin UU pajak tuh bisa jadi multi tafsir.

    >> Table terpisah atau pembanding sama2 blm bisa sharing. Lho ?? dengan atau tanpa adanya blog ini UU Pajak memang multi tafsir kok🙂

    btw, itu UU Pajak yang baru berlaku untuk transaksi [invoice] terbit di 2009 aja atau termasuk invoice 2008 yang dibayar di 2009?

    >> Intinya, UU Pajak berlaku sejak 1 Jan 2009.

    thanks berat Mbak.

    Komentar oleh novem | Januari 8, 2009 | Balas

  6. Mba Triyani,

    Met kenal juga dan terima kasih banyak buat jawaban atas pertanyaan saya di atas.

    Saya menyimpulkan apabila ada anggota keluarga termasuk istri mengajukan permohonan pendaftaran NPWP gabungan terhitung tanggal 1 Januari 2009, maka KPP akan memberikan NPWP sama dengan NPWP induk tetapi kode 3 digit dibelakang akan mulai dari kode 999 dstnya menurun (998, 997 dst). Sementara permohonan yang diajukan juga menggunakan formulir baru yang terdapat di Lampiran II.1 PER-51/PJ./2008

    Kode 001 yang diajukan sebelum tanggal 1 Januari 2009 tidak perlu diubah dan masih bisa dipakai.

    Regards,
    Octav (Mas)

    >> Salam kenal jg mas Oktav.
    Terima kasih juga buat teman2 yang membantu menjawab pertanyaan di blog ini🙂
    Saya juga memiliki kesimpulan yang sama. Mungkin penggunaan kode ‘999’ tsb untuk membedakan istri yang mendaftar setelah berlakunya PER-51 dengan yang mendaftar sebelumnya.

    Komentar oleh octav | Januari 9, 2009 | Balas

  7. mba, mau tanya, untuk orang tua yang sudah tidak bekerja apakah dapat juga dimasukin ke dalam daftar tanggungan untuk diberikan NPWP?(untuk dapat menggunakan fasilitas bebas fiskal).
    status saya karyawan dan belum menikah.

    terima kasih.

    >> Bisa, sepanjang orang tua tsb memang menjadi tanggungan Anda sepenuhnya. Detailnya silahkan baca PER-53 dan perubahannya🙂

    Komentar oleh darmawan | Januari 9, 2009 | Balas

  8. Mba Triyani, mo nanya nih
    Untuk tarif pajak 20% lebih tinggi bagi WP yang tidak mempunyai NPWP, apakah hal tsb berlaku untuk perhitungan PPh 21 final dalam hal ini pajak atas pesangon ? Mohon bantuannya, terima kasih.

    >> Maaf saya belum tahu bagaimana perlakuannya.

    Komentar oleh Yani | Januari 9, 2009 | Balas

  9. mbak Triyani, mohon tanya ya , kalau saya WNI ,tinggal di Indonesi sedangkan suami WNA , tempat tinggal tetap diluar negeri , kalau dia datang menggunakan tourist visa, apakah saya wajib mengajukan NPWP , sedang kan saya dapat info bahwa istri hanya bisa mengajukan NPWP dibawah nama suami, sedang case saya, sepertinya tidak mungkin karena suami tidak kerja dan tidak tinggal di Indonesia. Terima kasih atas bantuannya.

    >> Menurut saya, Jika Anda tinggal di Indonesia dan memperoleh penghasilan di atas PTKP sebaiknya anda mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP karena suami non tax resident di Indonesia.

    Komentar oleh ririn | Januari 10, 2009 | Balas

  10. mau tanya sekali mba, untuk pengajuan yang saya tanyakan sebelumnya, apakah dibutuhkan surat pendukung yg menyatakan bahwa “ortu saya sudah tidak bekerja dan menjadi tanggungan saya” yang ditandatangani oleh pihak kelurahan/kecamatan?
    terima kasih.

    >> Lebih mudah jika Ortu ada dalam Kartu Keluarga dan Anda sebagai kepala keluarganya. Surat pernyataan ditandatangani sendiri. Lebih detail ada di PER-53 pak. Mohon maaf saya jg ga sempat baca detail 🙂

    Komentar oleh darmawan | Januari 11, 2009 | Balas

  11. UU PPh yg baru berlaku per 1 jan 2009, untuk transaksi tahun 2008 yg baru dibukukan pada tahun 2009 maka sudah menggunakan tarif PPh 23 yg baru (2%)…kemudian bagaimana dengan transaksi tahun 2008 yg sudah dibukukan tahun pada tahun 2008….tetapi pembayaran dan bukti potong PPhnya ditahun 2009? menggunakan tarif yg lama atau yg baru untuk PPh 23 nya?…..jawabannya adalah menggunakan tarif yg lama..karena transaksinya sudah diakui / dibukukan / sudah dibiayakan di tahun 2008 .karena pada saat transaksi tsb di bukukan maka pajak nya sudah terhutang….kesimpulannya adalah kapan transaksi tsb saudara bukukan maka pada saat itulah pajak yg terhutang harus sudah diakui….Hanya pendapat

    Komentar oleh budianto | Januari 13, 2009 | Balas

  12. mba,mau tanya, jika orangtua saya mau ke LN tanpa kena fiskal, apakah bisa menggunakan npwp saya (sbg anak)? dimana npwp saya itu dibuat dan dibayar oleh perusahaan.Terima kasih atas bantuannya..

    Komentar oleh juju | April 26, 2009 | Balas

    • numpang tanya mba.saya blum punya npwp apakah bisa menggunakan npwp saudara untuk melamar kerja??

      Komentar oleh ar laode | Mei 22, 2014 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: