Triyani’s Weblog

Tax Blogging and Sharing

Publikasi NPWP

solo-015

Gambar tersebut saya copy paste dari blognya Paman Tyo .  Keren yah..🙂 . (minta ijin copy paste ke blog saya yah Paman Tyo :D)

Sejak 2-3 tahun lalu ketika DJP mulai gencar menerbitkan NPWP Pribadi untuk karyawan, sebagian besar teman-teman di milis tax-ina (milis komunitas praktisi pajak) yang telah memiliki NPWP mencantumkan NPWPnya dalam signature emailnya. Saya tidak tahu persis apakah signature tsb hanya digunakan untuk posting di milis tax-ina atau memang setting default untuk signature semua email yang mereka kirim. Sampai saat ini, hal tsb masih terus berlangsung.

Saya pernah melihat kartu nama seseorang yang juga mencantumkan NPWP, tapi lupa entah dimana dan kartu nama siapa.

Kalau saya, biasanya mencantumkan NPWP dalam invoice saja heheheh.  Bagaimana dengan Anda?

Februari 25, 2009 - Posted by | Iseng, OOT |

10 Komentar »

  1. hhhmmmmm
    kayaknya enak tuh restonya…

    hehehehehehehe… cari ah tanggal lahirnya siapa tahu nanti pas mampir di solo dapat diskon karena tahu tanggal lahirnya.
    😀

    kok jadi pengen selat solo ya…

    >> Kalau dah mampir ntar cerita2 yah🙂. Pingin selat solo? minta bunda nana buatin ajah🙂

    Komentar oleh Rulli | Februari 25, 2009 | Balas

  2. NPWP , bisa pesen gak yang Nomor Cantik gitu, biar gampang diinget🙂

    >> Boleh jg nih idenya🙂 , mungkin nanti NPWP nomor cantik diberikan untuk WP pembayar pajak terbesar hehehe

    Komentar oleh bang rahman | Februari 27, 2009 | Balas

  3. kalau di kartu nama kaga perlu dech, yang perlu npwp kalau mau melamar perkawinan (ingat iklan DJP)

    >> hihihi.. kalau mau ngelamar jangan cuman NPWP, tapi kasih tau besarnya pajak yang dibayar brp. Makin besar pajak yang dibayar membuat calon mertua makin yakin kalau anaknya bakal ‘terjamin’😀

    Komentar oleh edward | Februari 27, 2009 | Balas

  4. hehe,.. nanti gua mampir kalo lewat sana
    salam kenal semua, plz kunjungi blog sederhanaku warnadunia.com

    >> Thanks

    Komentar oleh winsolu | Februari 27, 2009 | Balas

  5. datanglah ke warung itu. milik blogger. pasti dapat diskon.😀

    >> Makasih, Paman Tyo. Kalau sempat berkunjung nanti bilang “kata paman Tyo, dapat diskon”😀

    Komentar oleh paman tyo | Februari 27, 2009 | Balas

  6. Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Maaf saya tidak bisa menemukan artikel perhitungan PTKP di https://triyani.wordpress.com dan saya juga gagal kirim komentar di http://pajakindonesia.wordpress.com/2007/04/20/ptkp hingga saya kirim imel juga ke mba.

    Copas dari http://pajakindonesia.wordpress.com/2007/04/20/ptkp :

    Joesoep Berkata
    Februari 22, 2009 pada 7:36 am

    Saya mau tanya ni mbah, saya ini pelaut yang kerja di luar negri dengan penghasilan pertahun, kira2 kalo di kurs-in ke Rp = Rp 145.000.000,- Sedangkan saya mempunyai istri dan 2 orang anak. Bagaimana dan berapa penghitungan pajak yang harus saya bayar pertahunnya ?
    Thank’s loh…

    zaidanzidna Berkata
    Februari 23, 2009 pada 5:09 am

    Penghasilan setahun Rp 145.000.000
    dikurangi PTKP
    diri sendiri Rp 15.840.000
    status kawin Rp 1.320.000
    tangg 2 anak Rp 2.640.000
    jumlah Rp 19.800.000
    maka
    Penghasilan Kena Pajak Rp 124.800.000
    Tarif
    5% X 50.000.000 = 2.500.000
    15% X 74.800.000 = 11.220.000
    jumlah pph terutang adalah 13.72.000
    anda dapat mengurangkan dengan
    jumlah angsuran yang telah dibayarkan taiap bulan (pph 25) atau kredit pajak lainnya seperti fiskal luar negeri
    ———————————————————–

    Pertanyaan saya :

    Dalam perhitungan PTKP disebutkan:

    – Tambahan untuk seorang istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami = Rp. 15.840.000,-

    Pertanyaan:

    Bagaimana perhitungannya sehingga dalam perhitungan Pak Joesoep yang telah beristri diatas tidak dimasukkan?

    Terimakasih banyak sebelumnya.
    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    >> Wa’alaikumussalam wr wb.
    Comment Anda sepertinya masuk spam dihapus akismet, termasuk comment ini semula juga masuk spam.
    Tambahan PTKP atas penghasilan istri yang digabung dg penghasilan suami (sebesar Rp 15.840.000) dapat diperhitungkan dalam perhitungan SPT Tahunan PPh Orang pribadi apabila istri memperoleh penghasilan dari kegiatan usaha/ pekerjaan bebas/ penghasilan dari lebih dari satu pemberi kerja.

    Dalam contoh tsb, karena tidak ada penghasilan istri yang digabungkan dg penghasilan suami, maka tidak ada tambahan PTKP atas penghasilan istri yang digabung. Pak Joesoep yang telah menikah memperoleh tambahan PTKP status kawin sebesar Rp 1.320.000

    Komentar oleh Edwin Raja | Februari 28, 2009 | Balas

  7. usul, bagaimana jika person yang punya NPWP diberi hak istimewa negur PNS yang bolos kerja dan KKN. termasuk aparat penegak hukumnya. Ibaratnya kita adalah bos mereka. Dan ini dilindungi UU yang jika perlu UUD terbaru yang diamandemen.
    oke??????

    Komentar oleh agus budy rahardjo | Maret 12, 2009 | Balas

  8. nomor NPWP pribadi bisa minta dirubah gak? utk menghindari penyalah gunaan. trims dan salam

    Komentar oleh agus budy rahardjo | Maret 12, 2009 | Balas

  9. apa benar kabar pemilik NPWP kalau belanja dibandung bakal dapat diskon ? bagaimana caranya ? apa ga jebakan tuh kalau dicatat.

    Komentar oleh andi | Maret 29, 2009 | Balas

  10. Kerja di kantor pajak ya mbak…:)
    beta mo nanya nih mbak….klo kta punya NPWP 2 gmn nih mbak…bahaya gak sih…:)

    Komentar oleh irawan | Mei 2, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: