Triyani’s Weblog

Tax Blogging and Sharing

PPh 21 ditanggung Pemerintah

Akhirnya, terbit juga peraturan mengenai incentive PPh  21 yang telah ditunggu-tunggu banyak pihak..🙂

Peraturan tersebut dituangkan dalam PMK No. 43/PMK.03/2009 tanggal 3 Maret 2009 tentang PPh Pasal 21 ditanggung pemerintah atas penghasilan pekerja pada kategori usaha tertentu.

Dalam peraturan ini diatur bahwa :

1. PPh 21 ditanggung pemerintah diberikan kepada pekerja yang bekerja pada bidang usaha tertentu, dengan jumlah penghasilan bruto di atas PTKP dan tidak lebih dari Rp 5 Juta rupiah dalam satu bulan.

2. Bidang usaha tertentu secara umum dikategorikan sbb :
– Kategori usaha pertanian termasuk perkebunan dan peternakan, perburuan dan kehutanan
– Kategori usaha perikanan, dan
– kategori usaha industri pengolahan

3. PPh 21 ditanggung pemerintah wajib dibayarkan secara tunai pada saat pembayaran penghasilan oleh pemberi kerja kepada pekerja (sehingga menambah take home pay pekerja yang mendapat fasilitas PPh DTP-pen)

Detail bidang usaha yang memperoleh fasilitas ini dapat dilihat dalam lampiran PMK-43, bisa didownload  dari sini atau dari dari sana

Iseng-iseng mari kita buat simulasi, berapa sih kira-kira tambahan take home pay yang akan diterima pekerja yang memperoleh fasilitas PPh 21 DTP ini :

Gross Income (maks) = Rp 5.000.000

-/- Biaya Jabatan 5% = (Rp 250.000)

Ph Netto sebulan = 4.750.000

Ph Netto setahun = 57.000.000

-/- PTKP (TK) = (15.840.000)

Penghasilan kena pajak = 41.160.000

PPh 21 terutang setahun = 2.058.000

PPh 21 terutang sebulan = 1/12 x 2.058.000 = 171.500

Ya, besarnya tambahan take home pay yang akan diterima pekerja yang memperoleh fasilitas PPh 21 DTP berdasarkan PMK-43 ini maksimum sebesar Rp 171.500/bulan.

Lumayanlah, meskipun jauh lebih kecil dibandingkan contoh yang disebutkan dalam berita

Thanks to :

– Mr. Ika promissory notes yang sudah kasih alert,

– Mas Wisnu jagalah hati selalu yang sudah kirim file dg size yang lebih manusiawi 😀

[tambahan info 050309]

Sesuai Siaran Pers DJP 04-03-2009 :

  • Dalam hal selama ini pekerja menanggung PPh pasal 21 pekerjanya, maka PPh pasal 21 yang ditanggung tersebut tetap harus diberikan kepada pekerja yang mendapat fasilitas PPh 21 DTP.
  • Pemberi kerja wajib melaporkan realisasi pemberian PPh pasal 21 DTP pekerjanya beserta daftar pekerja yang diberi fasilitas PPh pasal 21 DTP kepada Kepala KPP tempat pemberi kerja terdaftar sebagai lampiran SPT Masa,
  • Pemberi kerja wajib memberikan bukti pemotongan PPh pasal 21 DTP sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Selanjutnya pekerja dapat mengkreditkan PPh pasal 21 DTP tersebut dengan PPh yang terutang atas seluruh penghasilan yang dilaporkan dalam SPT Tahunan
  • PPh Pasal 21 DTP berlaku untuk  masa Pebruari 2009 s/d November 2009 yang dilaporkan paling lambat 20 Desember 2009

Maret 5, 2009 - Posted by | Pajak, PPh Pasal 21/26, UU dan aturan pajak | , ,

27 Komentar »

  1. mbak Tri terima kasih atas infonya , karena yang ditunggu – tunggu

    Komentar oleh FR Lies Sulistyowati | Maret 5, 2009 | Balas

  2. mbak Tri terima kasih atas infonya , karena ini yang ditunggu – tunggu

    Komentar oleh FR Lies Sulistyowati | Maret 5, 2009 | Balas

  3. Bu Tri,.. tararenkyu atas infonya.
    Prosedurnya kok harus buat bukti potong yaaa?
    Jadi harus potong dulu kemudian kita bayar ke kary.?
    Kok ribet ya

    Komentar oleh khusen | Maret 5, 2009 | Balas

  4. Terima kasih ibu tri

    Komentar oleh juni | Maret 5, 2009 | Balas

  5. thanks mbak triyani, saya kerja di perusahaan dimana pajak sepenuh ditanggung perusahan, itu itungannya gimana dan dtpnya apakah bisa di berikan ke karyawan?

    thanks

    Komentar oleh herman | Maret 5, 2009 | Balas

  6. Mbak, yang file “dari sini”nya kelihatannya corrupt deh.

    Komentar oleh Sujadi | Maret 5, 2009 | Balas

  7. Tanya Mbak Tri : untuk yg penghasilan bruto diatas 5jt, apa bagian yg 5 jt ditanggung pemerintah? Sisanya tetap dipotongkan ke karyawan?

    Komentar oleh Fery S | Maret 5, 2009 | Balas

  8. Salam kenal dari Medan. Saya sering mengikuti perkembangan peraturan perpajakan dari weblog ini. Cukup bermanfaat.

    http://auditme-post.blogspot.com
    http://hardijma.wordpress.com

    Komentar oleh Hardi | Maret 5, 2009 | Balas

  9. pagi…., salam kenal… mo ngopi…. Tq

    Komentar oleh den ip | Maret 6, 2009 | Balas

  10. Mbak Tri,
    kalo PPh yg ditanggung pemberi kerja, berarti pekerja yg penghasilannya diatas PTKP dan tidak lebih dari 5 juta mendapat tambahan penghasilan? ini kayanya ngga adil loh…,karena Pajak DTP ini harusnya diberikan kepada karyawan yg penghasilannya dibawah PTKP..betul ngga? masa yg gajinya 4.8 jt/ bulan mendapat tambahan penghasilan ..sedangkan yg dibawah PTKP malah Kagak…aneeh…ngga tepat sasaran..,

    Komentar oleh budianto | Maret 10, 2009 | Balas

    • loh mas, kalo dibawah PTKP sih ga kena potong pajak kale, jadi ga perlu bayar pajak, gimana atuh!!

      Komentar oleh deny | Agustus 7, 2009 | Balas

  11. ass. mba tri
    blh ga mnta cnth Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 Final
    makasih ya mba…

    Komentar oleh rindi | Maret 10, 2009 | Balas

  12. Salam Kenal sebelumnya,

    Saya bekerja dibidang perhotelan dan status saya kontrak 1 tahun,apakah tetap kita harus bayar pph21?

    berapa minimal gaji yang tidak kena pajak ya mba??

    Mohon penjelasannya.
    makasih

    Komentar oleh Yudith maharani | Maret 18, 2009 | Balas

  13. untuk pelaporannya bagaimana??
    karena sudah terlanjur bayar bayar seperti biasa ( sebelum ditanggung pemerintah ) padahal kan seharusnnya kan ada karyawan yang tidak dipotong/DTP

    tolong solusinya..

    >> Buat Pembetulan dan kelebihan penyetoran diperhitungkan untuk masa berikutnya.

    Komentar oleh ilham bakran | Maret 19, 2009 | Balas

  14. dhik………..soal 2. Bidang usaha tertentu secara umum dikategorikan sbb :
    – Kategori usaha pertanian termasuk perkebunan dan peternakan, perburuan dan kehutanan
    – Kategori usaha perikanan, dan
    – kategori usaha industri pengolahan
    bagaimana?
    Maksud saya katagori pengolahan itu apa aja?
    Apa pengolahan limbah? Pengolahan Nasi Jadi bubur atau pengolahan apa? Bukannya semua industri itu pengolahan?
    Pengolahan bahan baku menjadi barang jadi?
    Mohon tanggapan segera supaya lebih jelas..

    Ini menteri keuangan koq bego banget sih?
    Itu namanya dia nggak transparan alias mbulet.

    Komentar oleh Frizon | Maret 31, 2009 | Balas

  15. Mbak Tri, saya ingin tanyakan bagaimana saya bisa mengetahui jawaban atas komentar Fery S tanggal Maret 5, 2009. Kebetulan saya juga ingin menayakan mengenai permasalahan yang sama (“untuk yg penghasilan bruto diatas 5jt, apa bagian yg 5 jt ditanggung pemerintah? Sisanya tetap dipotongkan ke karyawan? )

    Komentar oleh Budi Wisnutomo | April 1, 2009 | Balas

  16. Mba Tri,
    Bagaimana jika seorang krywn mendapat banyak penghasilan lembur di bln Maret, sehingga penghasilannya melebihi PTKP, Maka sesuai PER-22/PJ/2009, karyawan tsb mendapat PPh DTP di bln Maret.
    Namun ketika akhir tahun 2009, dihitung pajak terhutang setahun 2009 (utk SPT tahunan), ternyata penghasilan krywn tsb di bawah PTKP sehingga tidak ada pajak terhutang. Bagaimana dengan DTP Maret yang sudah terlanjur diberikan?
    Ini seolah2 seperti lbh bayar, namun sebenarnya yang lebih bayar adalah pemerintah, krn karyawan tsb pada tahun 2009 memang tdk dibebankan pajak krn meperoleh DTP. Namun apakah ada peraturan yang lbh jelas mengenai hal ini?
    Terimakasih

    Komentar oleh ami | April 3, 2009 | Balas

  17. apakah pph 21 ditanggung pemerintah..dilaporakan pada spt masa khusus..? atau gabung dengan spt masa 21 yang biasa..? thx

    Komentar oleh Kholid Akhmad | April 7, 2009 | Balas

  18. […] PPh 21 ditanggung Pemerintah Akhirnya, terbit juga peraturan mengenai incentive PPh  21 yang telah ditunggu-tunggu banyak pihak.. Peraturan […] […]

    Ping balik oleh julia perez » botd 6 maret | April 19, 2009 | Balas

  19. tks mba atas infonya…kt mo ngopi nech

    Komentar oleh ike | Mei 5, 2009 | Balas

  20. Mba Tri,

    Saya mengalami kejanggalan yang luar biasa ketika pph 21 dtp juklaknya tidak menyebutkan broken period. Karena di tempat saya ada efisiensi karyawan yang menyebabkan bulan Mei 2009 ini tidak bekerja lagi. Nah Jan – April 09 PPh nya tidak ditanggung pemerintah karena di atas 5 juta per bulan. Nah pada bulan Mei, karena pro rata penghasilan tidak 1 bulan penuh bekerja, jadi di bawah 5 juta dan jadinya ditanggung pemerintah kan?

    Masa PPh 21 terutang untuk Januari – Mei 2009 Rp. 366.550
    Tapi PPh 21 DTP untuk bulan Mei saja jadi Rp. 159.696
    (ini mengikuti juklak yg pakai 12 bulan)

    Masa sih gara2 1 bulan gaji di bawah 5 juta PPh DTP nya hampir setengah. PPh terutang untuk 5 bulan???3

    Trims mbak bantuannya, yg lain klw ada jawaban yg lebih kena mohon dibantu juga.

    tq

    DVD

    Komentar oleh David Hamzah | Mei 22, 2009 | Balas

  21. […] PPh 21 ditanggung Pemerintah Akhirnya, terbit juga peraturan mengenai incentive PPh  21 yang telah ditunggu-tunggu banyak pihak.. Peraturan […] […]

    Ping balik oleh dewi persik » Blog Archive » botd | Mei 24, 2009 | Balas

  22. Terima Kasih Infonya Mba….

    Komentar oleh international hot news | Juli 28, 2009 | Balas

  23. terima kasih, mba atas info nya.. tapi mba apakah tidak berlaku untuk kantor saya yah karena saya bekerja di perusahaan jasa/konsultan arsitek? mohon info nya lewat email saya, mba.. terima kasih.

    Komentar oleh ida | Agustus 3, 2009 | Balas

  24. hai kenalan donk….

    Komentar oleh zays | Oktober 17, 2009 | Balas

  25. Ass.. mbak Tri

    Terima kasih banyak sebelumnya atas informasinya… saya mohon dibantu penjelasan tentang pajak ditanggung pemerintah ini, karena saya sangat awam tentang persolaan perburuhan. Nama saya Jaya Lesmana (32 tahun), saat ini saya bekerja di perusahaan subkontraktor jenis usaha galangan kapal di kota Batam dengan gaji bruto sebesar Rp. 3,9 juta. Perusahaan saya hingga saat ini masih memotong gaji saya untuk PPH, padahal saya telah beberapa kali mengatakan dan menyodorkan SK Menkeu beserta lampirannya berikut juga surat edaran dirjen pajak tentang PPH DPT kepada pihak manajamen. Tetapi pihak manajemen tidak mengindahkannya dengan dalih bahwa perusahaan tempat saya bekerja bukanlah perusahaan main-contractor dan/atau outsourcing. Yang menjadi pertanyaan saya adalah:
    1. Apakah sk menkeu tersebut tidak mengatur terhadap perusahaan subcontractor ???
    2. Apa perbedaan antara perusahaan subcontractor dan outsoursing ??
    3. Apakah tindakan manajemen perusahaan saya tempat bekerja dapat dikatakan tepat atau sebaliknya

    Saya sangat mohon dibantu penjelasan karena saya sudah mengirim surat email kepada direktorat pajak tetapi hingga saat ini belum ada jawaban. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih.

    Wassallam

    Jaya Lesmana

    Komentar oleh jaya lesmana | November 27, 2009 | Balas

  26. thx atas info’a…
    bisa bantu aq nih buat bkin makalah sminar !!!

    Komentar oleh olant | Februari 11, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: