Triyani’s Weblog

Tax Blogging and Sharing

10 Alasan Harus Menggunakan e-Billing Pajak

e-Billing adalah sistem pembayaran pajak secara elektronik yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Secara resmi, e-Billing adalah pembaharuan dari sistem Modul Penerimaan Negara, yang diberi judul Modul Penerimaan Negara Generasi Kedua (MPN-G2). Sistem ini memfasilitasi penerbitan kode billing dalam rangka pembayaran atau penyetoran penerimaan negara sehingga penggunanya tak perlu lagi membuat Surat Setoran Pajak dengan kertas/manual. Selain pada saluran resmi DJP, Kode Billing bisa didapatkan pada penyedia jasa aplikasi yang telah ditunjuk resmi oleh DJP.

Lebih jauh, penggunaan e-Billing Pajak yang diwajibkan oleh pemerintah sejak tahun lalu juga diatur dalam PMK-242/PMK.03/2014 tentang Tata Cara Pembayaran dan Penyetoran Pajak, PMK-32/PMK.05/2014 tentang Sistem Penerimaan Negara Secara Elektronik, dan PER-26/PJ/2014 tentang Sistem Pembayaran Pajak Secara Elektronik.

Lantas, mengapa harus menggunakan e-Biling pajak selain karena pemerintah mewajibkannya? Berikut ini manfaat yang didapat dengan adanya sistem e-Billing:

  1. Memberikan kemudahan cara penyetoran pajak melalui berbagai alternatif media pembayaran atau penyetoran pajak;
  2. Memberikan akses kepada wajib pajak untuk memonitor status penyetoran pajak;
  3. Meminimalisir terjadinya kesalahan manusia atau sistem dalam perekaman data, pembayaran, hingga penyetoran;
  4. Memberikan keleluasaan kepada Wajib Pajak untuk membuat draft data setoran.
  5. Mengurangi penggunaan kertas dan tinta, sehingga mendukung program “Go Green”
  6. Memudahkan integrasi antara Wajib Pajak, Bank Persepsi, dan Pemerintah.
  7. Memberikan efisiensi dalam pembuatan ID Billing karena tidak lagi diperlukan tanda tangan.
  8. Memberikan kemudahan karena dapat membuat beberapa ID billing sekaligus dengan cara impor template
  9. Membuat proses kerja menjadi lebih ringkas karena tidak perlu lagi membawa banyak dokumen ke bank untuk melakukan penyetoran, dan
  10. Mengurangi total waktu yang dibutuhkan untuk melakukan penyetoran pajak secara cukup signifikan.

Jika Anda hendak melakukan pembayaran pajak dengan sistem e-Billing, secara umum ada tiga proses yang akan Anda lewati yaitu: proses pendaftaran, proses pembuatan billing pajak, dan proses penyetoran. Dapatkan informasi selengkapnya tentang e-Billing di halaman https://www.online-pajak.com/id/ebilling-pajak.

Iklan

Januari 19, 2017 Posted by | Pajak | , | Tinggalkan komentar

Bayar Pajak Lebih Mudah dengan eBilling

Siapa bilang bayar pajak repot? Bisa jadi banyak yang menjawab repot jika ditanyakan lima hingga sepuluh tahun lalu. Tapi sekarang? Wah, dengan kehadiran sistem pembayaran pajak secara elektronik yang disebut e-Billing, kini bayar pajak semudah menjetikkan jari.

Sistem yang resmi diluncurkan tahun silam ini, disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dalam rangka memberikan kemudahan cara penyetoran pajak, melalui berbagai alternatif media pembayaran atau penyetoran pajak.

Singkatnya, jika Anda sudah pernah melakukan pembayaran listrik atau tagihan telepon melalui ATM, maka e-Billing Pajak tak akan membuat Anda kesulitan. Sebab, secara garis besar prosedurnya sama dengan transaksi-transaksi pembayaran di atas. Bedanya, Anda perlu mengetahui kode instansi pajak pada ATM dan ID Billing atau Kode Billing pajak Anda.

Kode Billing

Kode billing adalah kode identifikasi yang terdiri dari 15 digit numerik dan diterbitkan oleh sistem billing atas suatu jenis pembayaran, atau setoran yang akan dilakukan wajib pajak. Kode ini digunakan untuk mengidentifikasi penerbit kode billing dalam Modul Penerimaan Negara Generasi Kedua.

Bagaimana cara membuat kode billing? Pertama, silakan buka halaman djponline.pajak.go.id kemudian isilah data-data yang diperlukan. Di antaranya adalah NPWP, nama pengguna, EFIN dan alamat email yang masih aktif.

Selanjutnya, Anda akan mendapatkan notifikasi di email Anda yang berisi username, PIN untuk login ke ke http://sse.pajak.go.id, dan link aktivasi. Anda telah melewati proses pendaftaran. Kini, waktunya membuat billing pajak dan mendapatkan ID Billing. Berikut ini cara mudah mendapatkannya:

  1. Buka situs SSE pajak;
  2. Login dengan menggunakan NPWP dan PIN yang dikirim ke e-mail Anda;
  3. Input data-data setoran pajak sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika sudah yakin, klik ‘Simpan’;
  4. Setelah tersimpan, maka akan muncul tombol ‘Terbitkan Kode Billing’. Klik tombol tersebut untuk menerbitkan kode billing pembayaran pajak Anda;
  5. Anda dapat menyimpannya dengan mencetak atau dengan difoto.

Setelah Anda memperoleh kode billing pajak, lakukan pembayaran melalui bank persepsi atau kantor pos. Pembayaran pajak juga dapat dilakukan melalui Teller Bank/Pos, ATM, atau internet banking. Surat Setoran Pajak direkam secara elektronik sehingga tidak perlu kertas berlembar-lembar. Klik di sini untuk informasi lebih jauh terkait cara mudah mendapatkan ID Billing.

Januari 19, 2017 Posted by | Pajak | Tinggalkan komentar